H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 30 Juni 2022

MENANG ATAS EMOSI

 MENANG ATAS EMOSI

Amsal 20:3 (Tgl 30 Juni 2022, Kamis)

Seorang wanita masuk ke sebuah took alat tulis. Dia lalu bertanya kepada pegawai took itu, “Apa ada buku tulis kecil?” “Maaf,” kata si pegawai, “Stoknya sedang kosong.” “Kalau pensil 2B, ada ?” tanyanya lagi. “Itu juga tidak ada,” jawab pegawai tersebut. Mulai merasa kesal, ia bertanya lagi, “Spidol besar, pasti ada kan ?” Orang itu mengangkat bahu, “Maaf. Itu juga sedang habis.” Kesabaran si wanita mulai menipis. “Pensil warna, apa stoknya juga habis?” Si pegawai tersenyum sambil mengangguk.” Jadi kalau sudah tidak ada apa-apa lagi, kenapa toko ini tidak tutup saja sih?!” Si wanita berteriak. Pegawai itu menjawab santai, “Saya tidak punya kuncinya.”

Kamu pun pasti pernah dibuat kesal seperti wanita diatas, bukan ? Kadang ada orang langsung meluapkan emosinya saat itu juga. Tapi ada juga orang yang walaupun kesal luar biasa, tetapi berusaha menahan diri, tidak mengeluarkan kata-kata makian. Firman Tuhan hari ini mengatakan bahwa bodohlah orang yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga. Sebab, biasanya kalau seperti itu pasti ada pelampiasan emosi yang berlebihan. Lalu timbul perasaan malu atau penyesalan.

Kerygmers, mari minta Roh Kudus untuk menolong kita selalu sehingga kita bisa menang melawan emosi kita dalam situasi menyebalkan sekalipun.

 

Doaku : Roh Kudus, tolong aku. Dalam kekesalan, dalam keadaan yang membuat kesal, bantu aku untuk tetap bisa mengendalikan diri. Amin

 

“Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga, tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh (Ams 12:16)”

 

Orang yang mampu mengendalikan diri adalah seorang pemenang sejati





Rabu, 29 Juni 2022

ON FIRE

 

ON FIRE

Roma 12:11 (Tgl 29 Juni 2022, Rabu)

Dalam sebuah adegan film it’s a wonderful life, diceritakan bahwa dua malaikat sedang mendiskusikan sebuah misi mengunjungi bumi untuk menolong seseorang bernama George Bailye, “Apa yang terjadi dengan dirinya ?” tanya malaikat yang pertama. “Apakah ia sakit ?” Malaikat kedua menjawab, “ Tidak, yang terjadi lebih buruk dari itu. Ia patah semangat.”

Terjemahan The Message mengatakan , “A healthy spirit conquers adversity, but what can you do when the spirit is crushed ?” Ya , apa yang bisa dilakukan orang ketika semangatnya atau spiritnya sudah kalah ? Biasanya apa yang didalam sudah lesu, sudah tidak bergairah, sudah hilang harapan, maka orang ingin melakukan apa-apa pun sudah malas, enggan.

Mari renungkan, apakah hari-hari ini kita mulai merasa kalah ? mungkin karena ada dosa yang dilanggar. Atau ada keinginan yang belum tercapai sehingga kita menjadi kurang bersemangat. Apa pun alasannya jangan biarkan berlarut-larut. Bila dosalah yang membuat hari-hari kita terasa tidak berarti, cepat-cepat tinggalkan. Minta ampun kepada Tuhan lalu berbaliklah, jangan ulangi lagi.

Kerygmers, kalau yang membuatmu sedih oleh sebab dikecewakan, karena dikhianati seseorang, lepaskan pengampunan. Jangan biarkan kebencian menguasai diri karena diri sendirilah yang rugi. Ingat, hidup yang menyala-nyala itulah yang Tuhan inginkan. So keep on fire !

Doaku : Tuhan, ampuni aku. Bahkan aku mau melepaskan pengampunan untuk orang lain. Aku mau punya hidup yang penuh kemenangan. Amin

 

 

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa yang akan memulihkan semangat yang patah ? (Amsal 18:14)”.

 

Dosa seringkali membuat kala, maka tinggalkanlah




 

Selasa, 28 Juni 2022

MENGIBASKAN MASALAH

 

MENGIBASKAN MASALAH

Filipi 4:13 (Tgl 28 Juni 2022, Selasa)

Seekor keledai tua terperosok di sebuah lubang sempit. Ia berusaha keluar, namun setiap kali ia bergerak, dinding di kanan dan kirinya malah longsor, batu dan pasir mulai menimbun sang keledai. Mulanya, ia takut terkubur di sana hidup-hidup. Jadi,  ia berhenti bergerak. Tapi ia berpikir, diam saja pun tidak akan menolong, sebab disana tidak ada makanan apa-apa. Jika lama-lama berada ditempat itu, ia bisa mati kelaparan.

Maka, si keledai memutuskan untuk terus bergerak, menggapai pinggir lubang. Benar saja, kerikil, batu besar, dan pasir terus berjatuhan. Lalu apa yang ia lakukan ? setiap kali, benda-benda itu menghujam tubuhnya, keledai itu akan menggoyang-goyangkan tubuhnya, mengibaskannya sehingga pasir dan batu jatuh. Lalu ia pun naik ke atas timbunan tersebut. Makin lama, timbunan makin tinggi, maka ia pun berhasil keluar dari lubang tersebut karena berpijak dari timbunan pasir dan batu.

Kerygmers, masalah juga bisa seperti batu dan pasir itu, menghujam hidup kita. Pilihannya hanya dua, diam saja atau kita berusaha mengibaskan persoalan tersebut. Saat masalah terjadi, berdoalah cari solusinya. Ya, berusahalah untuk aktif dan bukannya hanya menangis atau mengeluh. Mau ?

         

 

Doaku : Tuhan, beri aku kekuatan untuk mengibaskan masalah dalam hidupku. Aku percaya, kalau aku mau berupaya, kemenangan akan Engkau beri. Amin

 

“Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku !” (Mazmur 25:17)

 

Saat masalah terjadi, carilah solusi. Bukan hanya meratapi diri




Senin, 27 Juni 2022

MENABUR PASTI MENUAI

 

MENABUR PASTI MENUAI

1 (Raja-Raja 17:7-24) (Tgl 27 Juni 2022, Senin)

Jika semua perintah Tuhan dipatuhi oleh pemercaya maka kemakmuran dapat diraih dengan mudah. Tuhan menghendaki semua pemercaya tidak pelit dalam memberi persembahan kepada Tuhan. Mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan merupakan kewajiban pemercaya sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan.

Dalam prinsip Tuhan berlaku hukum menabur dan menuai. Semakin banyak saudara menabur maka semakin banyak pula saudara akan mengalami penuaian-penuaian yang di luar dugaan dan luar biasa. Hal ini seperti janji iman bagi saudara. Seperti Janda Sarfat yang pernah mempersembahkan makanan terakhirnya di masa kekeringan. Dia memberikan makanan itu kepada Nabi Elia seperti yang dikehendaki Nabi itu (Ayat 13). Ketika janda sarfat berani mengambil keputusan untuk tidak berpikir hanya bagi dirinya sendiri atau kebutuhan anaknya, keajaiban terjadilah.

Tuhan mengembalikan berkali lipat ganda sehingga sampai masa kelaparan berakhir mereka tidak pernah kekurangan. Pikirnya, setelah memberi makanan itu, dia dan anaknya akan mati karena kelaparan (ayat 12), ternyata tidak.

Di dalam menghadapi kehidupan ini, yang perlu dipahami adalah kehendak Bapa yang disorga bagi Saudara untuk mengalami kemakmuran, kelimpahan, maupun kesehatan. Hal ini terjadi supaya genaplah Firman yang disampaikan oleh Nabi Yesaya : “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

Jadi sudah jelas, rahasia kemakmuran ilahi adalah suka memberi. Semakin banyak memberi semakin banyak pula saudara menerima dan semakin cepat saudara mengosongkan diri semakin cepat dipenuhi lagi oleh Bapa yang maha kaya. Orang yang menabur dengan mencucurkan air mata , tetapi mereka akan menuai dengan sukacita. Jikalau seseorang kehilangan sesuatu hal karena injil, pasti akan mendapatkan seratus kali lipat di waktu sekarang maupun kemudian hari.

Sudahkan saudara rajin menabur dalam kerajaan Tuhan ? saudara dapat mempelajari kehidupan seorang petani yang menabur secara teratur , pasti dia akan menuai. Tuaian yang dia terima menunjukkan taburan yang telah ia lakukan. Dengan kata lain, seberapa banyak saudara menerima, tergantung seberapa banyak saudara memberi. Sudahkan saudara menabur dengan cara yang benar ? (N)

 

 

“Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” (Matius 8:17)

 

Rahasia kemakmuran ilahi adalah suka memberi



Doa yang selalu ada , Bukan karena momen


 

TUHAN MENGGENAPI

 

TUHAN MENGGENAPI

1 Raja-Raja 21:23; 2 Raja-Raja 9:30-37 (Tgl 26 Juni 2022, Minggu)

Membaca Alkitab secara berurutan akan membuat kita melihat dan membuktikan bahwa setiap Firman yang keluar dari mulut Tuhan tidak pernah gagal dan semuanya pasti terjadi. Hari ini kita akan melihat sebuah contoh atau kisah yang membuktikan bahwa Firman Tuhan itu Ya dan Amin.

Dalam 1 Raja-Raja 21:1-29 kita bisa membaca kisah tentang Raja Ahab yang menuruti saran Izebel, istrinya, untuk membunuh Nabot sehingga menguasai kebun anggur milik Nabot karena Nabot tidak mau menyerahkan kebun anggurnya kepada Raja Ahab.

Izebel melakukan tindakan yang sangat jahat di mata Tuhan. Izebel membuat surat perintah yang diatasnamakan raja supaya tua-tua dan pemuka-pemuka di kota tersebut memfitnah Nabot bahwa dia telah mengutuki Tuhan dan raja sehingga Nabot harus dilempari batu sampai mati. Dengan cara tersebut kebun anggur Nabot akhirnya berhasil dirampas.

Tetapi Firman Tuhan datang kepada Elia dimana Elia harus berkata kepada Ahab bahwa, “Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, disitu jugalah anjing akan menjilat darahmu” (1 Raja-raja 21:19). Dan mengenai Izebel Tuhan telah berfirman, “Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel” (1 Raja-Raja 21:23).

Ketika Ahab mendengar Firman Tuhan itu, dia bertobat dan berpuasa sehingga Tuhan tidak mendatangkan malapetaka tersebut ketika Ahab masih hidup. Namun pada zaman anaknya Firman Tuhan tentang malapetaka atas keluarga Ahab terjadi.

Dalam 2 Raja-Raja 9:30-37 dikisahkan tentang kematian Izebel yang kejadiannya persis seperti yang telah difirmankan Tuhan melalui Nabi Elia. Ketika Izebel mati (jatuh dari jendela) mayatnya dimakan oleh anjing dan yang dijumpai hanya kepala , kedua kaki, dan kedua telapak tangannya.

Dari kisah ini kita bisa belajar bahwa setiap janji Tuhan pasti digenapi oleh sebab itu tetaplah percaya dan selama masih diberi kesempatan untuk memperbaiki diri, janganlah disia-siakan. (MR)

 

 

“Memang begitulah firman Tuhan yang diucapkanNya dengan perantaraan hambaNya, Elia, ..” (2 Raja-Raja 9:36a)

 

Setiap janji Tuhan pasti digenapi




KUASA DOA

 

KUASA DOA

1 Samuel 1:1-28 (Tgl 25 Juni 2022, Sabtu)

Pada umumnya berdoa merupakan suatu hal yang biasa dilakukan oleh setiap kita, bahkan doa juga telah menjadi suatu rutinitas. Namun sebenarnya doa bukanlah hal yang biasa sebab ketika kita berdoa dalam kesungguhan maka disana kita akan mendapatkan mukjizat dan kuasa Tuhan. Yakobus 5:16b mengatakan bahwa doa orang benar bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya. Hal ini berarti jika setiap kita hidup benar dan berdoa dengan penuh keyakinan kepada Tuhan maka Tuhan pasti menjawab doa kita.

Dalam 1 Samuel dikisahkan bagaimana Hana memiliki masalah dimana ia dinyatakan mandul sehingga tidak dapat memiliki anak. Namun Hana datang kepada Tuhan dan berdoa untuk memohon supaya ia dapat memiliki seorang anak. Hana berdoa dengan kesungguhan hati sampai dikisahkan bahwa ia berdoa seperti orang mabuk. Kita melihat doanya tidaklah sia-sia sebab pada akhirnya Tuhan menjawab doa Hana dan lahirlah Samuel. Disini kita dapat melihat bahwa Tuhan selalu mendengar seruan umatNya dan tidak akan mempermalukan mereka yang sungguh-sungguh berharap kepadanya.

Pada saat kita berdoa apa yang kelihatannya tidak mungkin dapat menjadi mungkin. Tuhan sanggup melakukan segala perkara serta tidak ada hal yang terlalu sukar bagi Tuhan. Untuk memiliki doa yang penuh kuasa, setiap kita harus percaya dan yakin karena jika masih diliputi kebimbangan maka kita akan sulit melihat mukjizat Tuhan.

FirmanNya berkata apa saja yang kita minta dan doakan, kita harus yakin sudah menerimanya. Keyakinan disini artinya kita percaya bahwa Tuhan pasti menjawab doa kita tepat pada waktunya. Selain itu kita juga perlu berdoa dengan tekun. Jangan pernah putus asa saat doa kita belum dijawab. Sekalipun doa kita belum terjawab, kita harus tetap berdoa.

Hal berikutnya adalah kita harus hidup dalam kebenaran sebab seringkali yang membuat doa kita belum dijawab adalah karena dihalangi oleh dosa (Yesaya 59:2).

Kita harus mengoreksi hidup kita dan kembali kepada jalan Tuhan supaya doa kita dapat terjawab. Biarlah setiap kita tidak meremehkan akan kuasa doa. Percayalah sampai hari ini Tuhan masih mendengar dan menjawab doa kita. Pergumulan apapun yang kita alami serahkan segalanya kepada Tuhan lewat doa dan nantikan mukjizatNya dinyatakan. (J)

 

 

“Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” (Yakobus 5:16b)

 

Tuhan pasti menjawab doa kita tepat pada waktunya




Minggu, 26 Juni 2022

Allah mengenal setiap kita

 Adalah sungguh baik sesdh kita mengenal Allah. 

Ketahuilah bahwa kita juga dikenal Allah! 

Itu adalah hal yg dahsyat krn Allah kita mengasihi kita dan mengenal setiap kita milik-Nya. 

Sungguh suatu hak istimewa yg kita peroleh krn Allah kita mengenal setiap kita. 

Oleh krn itu jgn lah hidup sembarangan lg ya. 

1 Kor 8:3; Gal 4:9

Selamat pagi... 

Semangat... 

💪💪💪🤗🙏


Our time 


Instrospeksi diri

 Mari kita coba interopeksi diri apakah sdh sungguh " mengasihi Tuhan? 

Seberapa kita mengasihi Tuhan? 

Markus 12:30  ; Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 

Mari kita terus mau belajar dan mau diproses utk lebih" lagi mengasihi Tuhan.

Selamat pagi... 

Selamat berakhir pekan.. 

GB 🙏


Bersama fitri Manurung and debora Sihombing 


2 Timotius 1:6-7

 2 Timotius 1:6-7

Marilah tetap semangat dan kobarkan karunia Allah yg sdh kita terima, jgn takut.. 

Maju terus.. 

Sebab Tuhan yg menyertai kita..

DIA memberikan kpd kita bukan roh ketakutan,

melainkan roh yg membangkitkan kekuatan,kasih dan ketertiban. 

Muliakanlah Tuhan!

Selamat pagi... 

Selamat beribadah Minggu.. 

GB 🙏


Program pembagian bibit gratis dari kantor BPDASHL Sei jang duriangkang Kepri 


Jumat, 24 Juni 2022

DIA SANGAT PEDULI

 

TUHAN SANGAT PEDULI

Mazmur 121 (Tgl 24 Juni 2022, Jumat)

Kalau selama ini Saudara selalu was-was dan kuatir dengan berbagai hal, bacalah Firman Tuhan secara perlahan-lahan dan temukan berkat disetiap kata yang saudara baca. Jangan takut dengan kabar celaka yang terpapar di televise maupun koran. Kalau perlu, kurangi saja waktu untuk menonton TV supaya iman saudara tidak menjadi ciut. Perbanyaklah waktu untuk berdoa dan membaca Firman Tuhan supaya iman saudara semakin diperbaharui.

Perlu disadari bahwa ketakutan adalah senjata utama yang digunakan iblis untuk melumpuhkan kekuatan anak-anak Tuhan. Suara iblis lebih sering diperdengarkan daripada suara kebaikan dan kebenaran dari Roh Kudus. Akhirnya manusia cenderung merasa takut dibandingkan merasa nyaman. Jangan mau menyerah dalam lingkaran rasa takut.

Jangan mudah takluk dengan provokasi yang dilakukan kerajaan kegelapan, lawan dan hadapi, serta berkata, “Tuhanlah penjagaku, Tuhanlah naunganku. Di sebelah tangan kananku. Aku percaya !” maka rasa takut maupun kuasa setan akan menyingkir jauh-jauh. Ingatlah selalu, Tuhan sebagai penolong orang percaya adalah Tuhan yang menjadikan langit dan  bumi. Penjaga umatNya, yang penting saudara menjalin hubungan yang intim dengan Tuhan agar mengenal setiap kehendak dan rencanaNya. Tuhan tidak akan membiarkan hidup orang percaya dalam tekanan dan penderitaan.

Sebagai anak-anak Tuhan kita harus bersyukur sebab Tuhan sanggup menolong bahkan mengangkat pemercaya dalam kemuliaanNya. Sekalipun pemercaya seringkali mendengar kata-kata negatif, jangan melemahkan keyakinan Saudara tentang Tuhan. Percayalah ! bersama Tuhan saudara sanggup melakukan banyak perkara yang ajaib.

Walt Disney pernah dipecat oleh seorang editor surat kabar karena dianggap tidak memiliki ide-ide  yang bagus, tetapi sekarang namanya mendunia karena film-film kartun yang adalah hasil karyanya. Jangan terpaku pada keadaan, fasilitas, kondisi lingkungan, atau latar belakang saudara yang tidak menunjang untuk meraih keberhasilan.

Tuhan yang saudara sembah adalah Tuhan yang lebih besar dan dapat diandalkan. Tidak sekalipun Tuhan mengecewakan umatNya. Dia Tuhan yang peduli. Kalaupun hidup kita gagal, bisa dipastikan itu karena kesalahan atau ketidaksabaran kita karena rancangan Tuhan adalah rancangan damai sejahtera. Itu sebabnya kalau kita jatuh tidak akan dibiarkan sampai tergeletak, tanganNya akan segera mengangkat kita. (N)

 

 

 

“Pertolonganku ialah dari Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.” (Mazmur 121:2)

 

Tidak sekalipun Tuhan mengecewakan umatNya. Dia Tuhan yang peduli









 

Rabu, 22 Juni 2022

MILIKI KRISTUS, MILIKI SUKACITA

 

MILIKI KRISTUS, MILIKI SUKACITA

Yohanes 17:13-16 (Tgl 22 Juni 2022, Rabu)

Agustinus pernah menulis, “Apa artinya sukacita Kristus ada di dalam Saudara, jika Dia tidak selalu menyediakan sukacita bagi Saudara ?. Dan apa artinya sukacita yang dikatakan akan penuh, jika kita harus meremehkan persekutuan Saudara dengan Kristus ?”

Dia adalah sumber sukacita yang sempurna. Hal itu dimulai ketika Dia memanggil Saudara. Tuhan pernah datang ke dunia dan berkata kepada orang percaya,”… Supaya penuhlah sukacitaKu di dalam diri mereka.

Kerinduan Yesus di ayat 13 mengandung arti antara lain : Supaya memiliki hidup yang kekal karena mengenal Yesus. Juga supaya didalam hidup orang percaya Tuhan dipermuliakan. Supaya sukacita Tuhan menjadi milik orang percaya. Perlu disadari bahwa didalam sukacita itu ada rahasia kekuatan anak-anak Tuhan. Di dalam sukacita itu kita mudah mengenali kebaikan, kebesaran, dan kemurahan Tuhan.

Di dalam sukacita itu kita lebih mudah menghargai dan menghormati Tuhan dan sesame. Sukacita adalah bagian dari buah-buah roh. Sukacita itu dijanjikan kepada orang saleh. Tersedia dan diberikan kepada orang-orang saleh. Rasa sukacita itu akan senantiasa dialami oleh setiap orang benar maupun orang percaya. Disebut orang percaya karena orang tersebut hidup di dalam Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus.

Hidup yang dipilih dan diselamatkan oleh Tuhan. Biasanya seseorang bisa mengalami sukacita karena menjabat kedudukan yang bergengsi, mendapat rejeki, atau karena keinginan hatinya terpenuhi. Namun dalam perenungan hari ini lebih ditekankan untuk memiliki rasa sukacita karena hidup dalam percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Meskipun situasi tidak nyaman dan terancam, sukacita itu harus tetap kita miliki.

Memang tidak mudah bahkan sangat sulit, tetapi kalau kita sudah memiliki Kristus dan membiarkannya menguasai hati dan hidup kita maka dengan sendirinya sukacita itu akan memancar di wajah kita. Itulah yang membedakan kita dengan orang-orang dunia. Kalau mereka bersukacita karena hal hal yang indah-indah dan nyaman secara lahiriah, tetapi kita bersukacita karena memiliki Kristus dalam hidup kita dan hidup kita dipakaiNya untuk menjadi berkat buat orang lain sehingga namaNya dipermuliakan. Bersukacitalah ! (N)

 

 

“Bersukacitalah senantiasa.” (1 Tesalonika 5:16)

 

Di dalam sukacita ada rahasia kemenangan anak-anak Tuhan



Tema Natal Perkantas Tanjungpinang 2021 "Persaudaraan"


Novel By Julie Garwood From Fitri Manurung

 BUKU NOVEL (1)

Penulis : Julie Garwood

 

             Ini tentang buku yang sedang aku baca, dan aku berharap agar dapat menyelesaikannya, sambil membaca, yups.. mari kita latih dalam memperkaya vocabulary atau kosa kata, buat resensi atau resume atau kata kata mutiara yang bisa kita ingat.

Apakah kamu pernah juga membaca buku ini ? bagaimana menurut kamu isinya ? pasti bagus dan bermakna kan ? atau kamu belum selesai membacanya ? tidak apa apa, yang penting kamu tetap semangat membacanya .

 

What lies behind us and what lies before us are tiny matters compared to what lies within us” – Ralph Waldo Emerson

Apa yang ada di belakang kita dan apa yang ada di depan kita adalah masalah kecil dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita

 

 

May your unbounded enthusiasm bring you great joy in your accomplishments;

Semoga antusiasme Anda yang tak terbatas memberi Anda kegembiraan besar dalam pencapaian Anda

 

May your tenacious spirit lead you to fight the good fight;

Semoga semangat ulet Anda memimpin Anda untuk bertarung dengan baik

 

May your heart always bring you love in return.

Semoga hatimu selalu memberimu cinta sebagai balasannya

            

CHAPTER  1

1. It was hotter than hell inside the confessional

Itu lebih panas dari neraka di dalam kamar pengakuan

 

A thick black curtain, dusty with age and neglect, covered the narrow opening from the ceiling of the box to the scarred hardwood floor, blocking out both the daylight and the air.

Tirai hitam tebal, berdebu karena usia dan kelalaian, menutupi celah sempit dari langit-langit kotak ke lantai kayu keras bekas luka, menghalangi sinar matahari dan udara.

 

2. It was like being inside a coffin someone had absentmindedly left propped up against the wall, and father Thomas Madden thanked God he wasn’t claustrophobic

Rasanya seperti berada di dalam peti mati yang ditinggalkan seseorang dengan linglung disandarkan ke dinding, dan ayah Thomas Madden bersyukur kepada Tuhan bahwa dia tidak sesak.

 

He was rapidly becoming miserable though

Dia dengan cepat menjadi sengsara

 

The air was heavy and ripe with mildew, making his breathing as labored as when he was back at Penn State running that last yard to the goalposts with the football tucked neatly in his arm.

Udara terasa berat dan penuh dengan jamur, membuat napasnya sesak seperti saat dia kembali ke Penn State berlari di halaman terakhir menuju tiang gawang dengan bola terselip rapi di lengannya.

 

He had not minded the pain in his lungs then, and he certainly did not mind it now

Dia tidak mempermasalahkan rasa sakit di paru-parunya saat itu, dan dia tentu saja tidak mempermasalahkannya sekarang

 

It was all simply part of the job

Itu semua hanyalah bagian dari pekerjaan

 

3. The old priests would tell him to offer his discomfort up to God for the poor souls in purgatory.

Para pendeta tua akan memberitahunya untuk mempersembahkan ketidaknyamanannya kepada Tuhan bagi jiwa-jiwa malang di api penyucian

 

Tom did not see any harm in doing that, even though he wondered how his own misery was going to relieve anyone else’s

Tom tidak melihat ada salahnya melakukan itu, meskipun dia bertanya-tanya bagaimana penderitaannya sendiri akan meringankan penderitaan orang lain

 

4. He shifted position on the hard oak chair, fidgeting like a choirboy at Sunday practice.

Dia menggeser posisi di kursi kayu ek yang keras, gelisah seperti anak paduan suara di latihan hari Minggu

 

He could feel the sweat dripping down the sides of his face and neck into his cassock.

Dia bisa merasakan keringat menetes di sisi wajah dan lehernya ke jubahnya

 

The long black robe was soaked through with perspiration, and he sincerely doubted he smelled at all like the hint of Irish Spring soap he’d used in the shower this morning.

Jubah hitam panjangnya basah oleh keringat, dan dia benar-benar meragukan baunya seperti sabun Musim Semi Irlandia yang dia gunakan di kamar mandi pagi ini.

 

5. The temperature outside hovered between ninety-four and ninety-five in the shade of the rectory porch where the thermostat was nailed to the whiteeashed stone wall.

Suhu di luar berkisar antara sembilan puluh empat dan sembilan puluh lima di bawah naungan teras pastoran tempat termostat dipaku ke dinding batu bercat putih.

 

The humidity made the heat so oppressive, those unfortunate souls who were forced to leave their air conditioned homes and venture outside did so with a slow shuffle and a quick temper.

Kelembaban membuat panas begitu menyesakkan, jiwa-jiwa malang yang terpaksa meninggalkan rumah ber-AC mereka dan pergi keluar melakukannya dengan gerakan lambat dan cepat marah.
 
To Be Continued 


Natal Perkantas Tanjung Pinang 2021


The Emotionally Healthy Woman 1

 

Resensi Buku kehidupan

The Emotionally Healthy Woman

Penulis : Geri Scazzero dan Peter Scazzero

 

             Ini tentang buku yang sedang aku baca, dan aku berhara agar dapat menyelesaikannya, sambil membaca, yups.. mari kita buat resensi atau resume atau kata kata mutiara yang bisa kita ingat.

             Buku ini terdiri dari 8 bab  dan ada 205 Halaman. Buku ini sangat bagus dan baik untuk kita baca lo teman-teman. Ada 8 perkara yang harus anda hentikan untuk mengubah hidup anda.

Apakah kamu pernah juga membaca buku ini ? bagaimana menurut kamu isinya ? pasti bagus dan bermakna kan ? atau kamu belum selesai membacanya ? tidak apa apa, yang penting kamu tetap semangat membacanya .

            

BAB 1

Berhenti Mencemaskan Apa yang Orang Lain Pikirkan ?

             Dalam bab ini, paragraf awal sudah menceritakan langsung perdebatan antara sang suami dan istri. Inilah perasaan istri pendeta :

Saya tidak peduli lagi. Saya sudah sampai di titik dasar. Karena suami mencurahkan hidupnya begitu banyak bagi gereja, saya sebagai istri merasa seperti orangtua tunggal yang membesarkan empat anak perempuan sendirian.

             Sementara istri adalah seorang Kristen yang berkomitmen selama bertahun-tahun, namun identitas utama istri pendeta didefenisikan bukan saja oleh kasih Tuhan bagi istri, melainkan oleh apa yang orang lain pikirkan tentang seorang istri pendeta. Hal ini secara negatif berdampak pada setiap bidang kehidupan si istri . mulai dari pernikahan, pola mengasuh anak, persahabatan, kepemimpinan, bahkan harapan dan impian istri.

             Sekarang istri sudah kehilangan rasa takut tentang apa yang mungkin dipikirkan atau dikatakan orang lain. Istri tidak akan rugi apapun. Istri sudah memberi diri begitu besar sampai-sampai istri tidak lagi mengenali dirinya sendiri. Hilang sudah sang istri yang dikenal sebagai perempuan kreatif, ramah, menyenangkan, dan tegas. Sekarang sang istri adalah seorang ibu yang cemberut, depresi, letih dan marah.

             Saat ini gereja sebagai tempat pelayanan mereka sedang bertumbuh dan berbagai perkara ajaib sedang terjadi dalam kehidupan banyak orang, tapi ini terwujud dengan harga yang terlalu mahal, harga yang tak ingin lagi sang istri bayar. Ada sesuatu yang sangat salah dengan memenangkan seluruh dunia bagi Kristus dengan harga kehilangan jiwa seorang istri, jiwanya sendiri.

             Sang istri mengeluhkan kepada sang suami kesengsaraan yang dialami istri. Sang istri mulai menyalahkan sang suami atas penderitaannya. Untuk membuat segala sesuatunya lebih buruk, sang istri merasa malu dan bersalah tentang semua ini. Ada pernyataan bahwa seseorang yang tidak takut kehilangan apa-apa akan menjadi orang yang paling kuat di muka bumi . sekarang kondisi ini dialami oleh si istri.

             Saat melihat ke belakang, sang istri sangat sedih dan malu karena perlu waktu begitu lama sampai akhirnya si istri mengambil tindakan. Kecemasan tentang apa yang orang lain pikirkan telah melumpuhkan sang istri selama bertahun-tahun.

 

Mengharapkan Orang Lain Untuk Berkata Bahwa “Saya baik-baik saja”

             Tanpa sadar , sang suami dan istri bersikap emosional seperti pasangan kembar siam. Keduanya saling terikat, tapi dengan cara yang tidak sehat. Saya ingin suami memikirkan apa yang dipikirkan istri dan merasakan apa yang dirasakan istri; sebaliknya sang suami ingin memikirkan apa yang dia pikirkan dan merasakan apa yang dia rasakan. Suami berpikir bahwa saya harus merasakan kesukaran dan semangat yang dirasakannya demi menanam  gereja di New York City. Saya pikir dia seharusnya merasakan tekanan saya atas kesukaran yang terjadi dalam hidup kami, jam-jam panjang, tidak cukup uang, tidak ada waktu jeda, dan orang orang sulit.

             Kami juga saling terikat dalam merasa bertanggung jawab atas kesedihan, kemarahan dan kegelisahan masing-masing. Sebagai akibatnya, kami hidup dalam reaksi terhadap satu sama lain, saling meremehkan, mempersalahkan, mengingkari, dan mempertahankan diri terhadap emosi yang lain. Operasi bedah radikal sangat dibutuhkan untuk memisahkan dunia emosional kami. Sebagai individu, kami tidak cukup terpisah untuk menikmati koneksi dan kebersamaan sejati.

             Selama 9 tahun pernikahan sang suami dan istri, istri menyesuaikan diri dan mengakomodasi diri terhadap keinginan suami. Saya segera melepas keinginan untuk melanjutkan sekolah karena jadwalnya bertabrakan dengan jadwal suami yang sudah terlalu padat. Sang istri menghindari topik-topik panas yang diduga membangkitkan ketegangan dalam pernikahan kami. Saya tidak mampu mentoleransi ketidaknyamanan dan penderitaan dari kejengkelan, atau bahkan lebih buruk, kemarahannya terhadap istri. Apa yang harus saya lakukan ? tidakkah dia akan merasa kacau jika sang istri mulai menjadi dirinya sendiri ?

             Namun, saya segera menyadari bahwa persoalan ini bersumber lebih dalam dan lebih luas daripada hubungan saya dengan suami. Pola-pola tak sehat dari sikap mengorbankan diri dan mengakomodasi orang lain sangat menguasai setiap bidang kehidupan saya, dalam persahabatan, gereja, pola mengasuh anak, dan akar keluarga saya.

             Seperti kebanyakan orang, saya menikmati ketika orang berkata kepada saya, baik verbal maupun non verbal, bahwa saya baik-baik saja. Ini adalah hal yang baik. Saya senang didukung dan diterima oleh suami serta orang lain. Masalah muncul ketika pengesahan dari orang lain menjadi sesuatu yang wajib dimiliki seseorang. Sedihnya, saya membutuhkah hal ini. Saya harus memilikinya demi merasa nyaman dengan diri saya sendiri. Dengan kata lain, saya merasa nyaman dengan diri saya sepanjang saya merasa bahwa orang lain merasa nyaman dengan diri saya.

 

Kita yang “baik-baik” saja

             Mengandalkan pengakuan orang lain demi merasa bahwa diri berharga sangat bertentangan dengan kebenaran Alkitab. Tingkat “baik-baik” saja kita yakni kemampuan kita untuk patut dicintai orang lain, perasaan bahwa kita sudah cukup baik, pada puncaknya harus berasal bukan dari orang lain, tapi dari dua kenyataan fondasional.

             Kita diciptakan menurut gambar Tuhan. Diciptakan menurut gambar Tuhan artinya kita memiliki nilai berharga secara inheren. Kita adalah harta suci. Nilai kita sebagai manusia sungguh tak terbatas, terlepas dari apapun yang kita lakukan.

             Kita memiliki identitas baru didalam Kristus. Ketika kita memulai hubungan dengan Kristus, kita menemukan identitas baru di dalam Dia. Kini, kita bersandar pada catatan ketidakberdosaan Yesus dalam berhubungan dengan Tuhan. Kita patut dicintai, “baik-baik” saja dan cukup baik, karena Kristus. Tidak ada lagi perlu dibuktikan.

             Dengan cara yang sama, identitas istri di dalam Yesus tidak berjangkar sebagaimana yang saya bayangkan sebelumnya. Meskipun pernikahan dan gereja adalah sumber signifikan dari kepedihan si istri selama bertahun-tahun. Sang istri mulai mengakui bahwa rintangan terbesar sang istri dalam membuat perubahan yang sehat adalah rasa takut pada apa yang orang lain pikirkan tentang istri.

             Kebenaran yang mengejutkan ini menggoncang saya sampai kedasar hati. Seperti Petrus, saya hidup dalam ilusi. Saya percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Kristus. Saya menikmati kasih Tuhan hingga tingkat tertentu, tapi kasihNya tidak menembus cukup dalam sehingga mampu membebaskan saya dari rasa takut pada apa yang orang lain pikirkan.

(Bersambung...)


Kiranya kita semua tetap bersukacita dalam nama Tuhan Yesus . Amin