H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 03 Juni 2012

Perlengkapan MISA


PERALATAN MISA

1.   PIALA (calix = cawan)
Piala adalah cawan yang menjadi tempat anggur untuk dikonsekrasikan, dimana sesudah konsekrasi menjadi tempat untuk Darah Mahasuci Kristus. Piala dibuat dari logam mulia. Piala melambangkan cawan yang dipergunakan Tuhan kita pada Perjamuan Malam Terakhir di mana Ia untuk pertama kalinya mempersembahkan Darah-Nya. Piala melambangkan cawan Sengsara Kristus (“Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku,” Mrk 14:36); dan yang terakhir, piala melambangkan Hati Yesus, dari mana mengalirlah Darah-Nya demi penebusan kita.

2.   PURIFIKATORIUM
Berasal dari bahasa Latin “purificatorium”, yaitu sehelai kain lenan berwarna putih berbentuk segi empat untuk membersihkan piala, sibori dan patena. Sesudah dipergunakan, purifikatorium dilipat tiga memanjang lalu diletakkan di atas piala.

3.   PATENA
Berasal dari bahasa Latin yang artinya “piring”. Patena, yang sekarang berbentuk bundar,datar, dan dirancang untuk roti pemimpin Perayaan Ekaristi, aslinya sungguh sebuah piring. Fungsi dari patena sebagai piring menghilang.

4.   PALLA
Berasal dari bahasa Latin palla corporalis yang berarti kain untukTubuh Tuhan, adalah kain lenan putih yang keras dan kaku seperti papan, berbentuk bujursangkar, dipergunakan untuk menutup piala. Palla melambangkan batu makam yang digulingkan para prajurit Romawi untuk menutup pintu masuk ke makam Yesus. Palla diletakkan di atas Patena.

5.   CORPORALE
Sehelai kain lenan putih berbentuk bujur sangkar dengan gambar salib kecil di tengahnya. Dalam perayaan Ekaristi, imam membentangkan korporale di atas altar sebagai alas untuk bejana-bejana suci roti dan anggur. Setelah selesai dipergunakan,korporale dilipat menjadi tiga memanjang, lalu dilipat menjadi tiga lagi.
Urutan aturan menyusun peralatan-peralatan tersebut di atas adalah sebagai berikut :
Piala
Purifikatorium+sendok kecil
Patena (dengan hosti besar diatasnya)
Pala
Corporal

6.   SIBORI
Berasal dari bahasa Latin “cyborium” yang berarti “piala dari logam”,adalah bejana serupa piala, tetapi dengan tutup di atasnya. Sibori adalah wadah untuk roti-roti kecil yang akan dibagikan dalam Komuni kepada umat beriman.

7.   PIKSIS
Berasal dari bahasa Latin “pyx” yang berarti “kotak”, adalah sebuah wadah kecil berbentuk bundar dengan engsel penutup, serupa wadah jamkuno. Piksis biasanya dibuat dari emas. Piksis dipergunakan untuk menyimpan Sakramen Mahakudus, yang akan dihantarkan kepada mereka yang sakit, atau yang akan ditahtakan dalam kebaktian kepada Sakramen Mahakudus.

8.   MONSTRANS
Berasal dari bahasa Latin “monstrans, monstrare” yang berarti“mempertontonkan”, adalah bejana suci tempat Sakramen Mahakudus ditahtakan atau dibawa dalam prosesi.

9.   AMPUL
Ampul adalah bejana-bejana darimana imam atau diakon menuangkan air dan anggur ke dalam piala. Selalu ada dua ampul di atas meja kredens dalam setiap Misa.

10.       LAVABO
Berasal dari bahasa Latin “lavare” yang berarti “membasuh”, adalah bejana berbentuk seperti buyung kecil, atau dapat juga berupa mangkuk,tempat menampung air bersih yang dipergunakan imam untuk membasuh tangan sesudah persiapan persembahan.



11.       TURIBULUM
(disebut juga Pedupaan/wiruk), berasal dari bahasa Latin “thuris” yang berarti “dupa”, adalah bejana di mana dupa dibakar untuk pendupaan liturgis. Turibulum terdiri dari suatu badan dari logam dengan tutupterpisah yang menudungi suatu wadah untuk arang dan dupa; turibulumdibawa dan diayun-ayunkan dengan tiga rantai yang dipasang padabadannya, sementara rantai keempat digunakan untuk menggerak-gerakkantutupnya. Pada turibulum dipasang bara api, lalu di atasnya ditaburkanserbuk dupa sehingga asap dupa membubung dan menyebarkan bau harum.Dupa adalah harum-haruman yang dibakar pada kesempatan-kesempatanistimewa, seperti pada Misa yang meriah dan Pujian kepada Sakramen Mahakudus.

12.       NAVIKULA
(disebut juga Wadah Dupa) adalah bejana tempat menyimpan serbuk dupa. Dupa adalah getah yang harum dan rempah-rempah yang diambil dari tanam-tanaman, biasanya dibakar dengan campuran tambahan guna menjadikan asapnya lebih tebal dan aromanya lebih harum. Asap dupa yang dibakar naik ke atas melambangkan naiknya doa-doa umat beriman kepadaTuhan. Secara simbolis dupa melambangkan semangat umat Kristiani yang berkobar-kobar, harum mewangi keutamaan-keutamaan dan naiknya doa-doa dan perbuatan-perbuatan baik kepada Tuhan.

13.       ASPERGILUM
Berasal dari bahasa Latin “aspergere” yang berarti “mereciki”, adalah sebatang tongkat pendek, di ujungnya terdapat sebuah bola logam yang berlubang-lubang, dipergunakan untuk merecikkan air suci pada orangatau benda dalam Asperges dan pemberkatan. Bejana Air Suci adalah wadahyang dipergunakan untuk menampung air suci; ke dalamnya aspergilumdicelupkan.

14.       SACRAMENTARIUM
Buku Misa adalah buku pegangan imam pada waktu memimpin perayaan Ekaristi, berisi doa-doa dan tata perayaan Ekaristi.

Roh Kudus


SIMBOL ROH KUDUS

Tipe perumpamaan dan simbol banyak sekali digunakan di dalam Alkitab untuk melukiskan menyatakan berita kepada manusia, bahkan simbol dan perumpamaan yang dinyatakan oleh Yesus, menjadi suatu simbol dan perumpamaan yang dinyatakan oleh Yesus, menjadi suatu studi Alkitab yang sangat penting di dalam kehidupan kita sebagai orang percaya. Di dalam Hosea 12:11 dikatakan bahwa Allah memberikan perumpamaan dengan perantaraan para nabi, kepada bangsanya. Jadi perumpamaan, kiasan, symbol bukanlah hal yang langka di dalam Alkitab. Roh Kudus demikian mempunyai symbol atau lambang untuk melukiskannya, baik dalam sifat, karakter, pekerjaan serta kedudukannya.

1.    Roh Kudus Dilambangkan Dengan Api (Keluaran 3: 1-5)
Dalam Alkitab, kehadiran Allah biasanya dinyatakan dengan api. Demikan juga dengan Roh Kudus yang digambarkan seperti api. Roh Kudus berperan memurnikan, menggairahkan, menemplak, membuat anak-anak Tuhan berkobar dalam pelayanan.


2.      Roh Kudus Dilambangkan Dengan Angin (Yohanes 3: 8)
Roh Kudus seperi angin bertip atas permukaan bumi dan tidak dapat dibendung. Gerakan Roh Kudus tidak akan dapat dihentikan oleh siapapun. Angin tidak pernah statis dan bergerak terus. Demikan juga dengan Roh Kudus. Angin bertiup kemana ia mau demikian juga Roh Kudus bergerak menurut kehendak-Nya. Angin bertiup menghasilkan polusi udara, demikan juga angin Roh Kudus membersihkan polusi hati kita.

3.      Roh Kudus Dilambangkan Dengan Minyak (Keluaran 30: 25-29)
Dalam Alkitab minyak yang juga merupakan lambang Roh Kudus. Di perjanjian Lama minyak dipakai untuk menguduskan benda-benda kudus melalui pengurapan. Raja-raja, imam, dan nabi juga diurapi dengan minyak kudus. Roh Kudus membersihkan dan menyucikan mereka yagn dipenuhi olehNya. Mingyak diperlukan untuk menyalakan api. Roh Kudus mempertahankan nyala api didalam setiap kita, sehingga kita dapat melihat dalam terangnya rahasia kerjaaan Allah.

4.      Roh Kudus Dilambangkan Dengan Materai (2 Timotius 2: 19)
Alkitab juga melambangkan Roh Kudus sebagai materai yang menyatakan keabsahan sesuatu dan otoritas. Mereka yang dimateraikan Roh Kudus dengan sah menjadi anak-anak Allah dan dilindungi oleh Allah. Kita dimateraikan untuk mendapat hak  dan otoritas melakukan Amanat Agung.

5.      Roh Kudus Dilambangkan Dengan Burung Merpati (Matius 3: 16)
Burung merpati sering melambangkan kedamaian dan ketulusan, yang akan membawa damai dari Allah kepada manusia. Dan selain dari pada itu, burung merpati melambangkan kelemah-lembutan dan kerendahan hati.


6.      Roh Kudus Dilambangkan Dengan Air Hujan (Hosea 6: 3)
Tanah dapat menjadi subur dan ditumbuhi banyak pohon dan tanaman lain jika dibasahi oleh air hujan. Sebab tanpa hujan, maka tanah itu menjadi gersang, kering dan tandus. Apapaun yang ditanam pasti mati.

Sakramen


SAKRAMEN Dalam Gereja Katolik

1. Sakramen Permandian atau Baptis (Pertama dan Utama)
Pertama artinya orang belum bisa menerima sakramen lainnya sebelum  dibaptis.. Utama  artinya menandakan seseorang menjadi anggota Umat Allah Baptis artinya 'ditenggelamkan'. Maka orang yg dibaptis artinya ditenggelamkan dalam kehidupan Yesus. Sarana yang dipakai adalah air.

2. Sakramen Ekaristi atau Komuni.
Dalam Sakramen Ekaristi kita bersatu  dengan Allah dan dipersatukan dengan sesama anggota Gereja lainnya karena   kita menerima Tuhan yang satu dan sama. Sarana yang dipakai adalah Roti tak beragi dan anggur.

3.    Sakramen Krisma atau penguatan.
Krisma, Kristus, Mesias, Yang terurapi. Disebut Sakramen Krisma karena kita menerima pengurapan minyak Krisma.   Penguatan, artinya kita diteguhkan, menjadi kuat dalam iman, dewasa, atau  Sakramen yang menguatkan. Bersama Tuhan dalam Roh Kudus kita menjadi  anggota Gereja yang dewasa dan berani mewartakan Kabar Gembira kepada  semua orang. Sarana yang dipakai 'Minyak Krisma'

4.    Sakramen Pengakuan dosa atau Pengampunan Dosa.
Dewasa ini lebih dikenal sebagai Sakramen Pengampuan Dosa. Jadi bukan karena kita 'mengaku' dosa  lalu Tuhan mengampuni, melainkan karena kemurahan Tuhan kita diampuni. Jadi kalau kita datang kepada pastor bukan akan 'mengaku' dosa tetapi  'menerima' pengampunan. Tanda yang dipakai Absolusi.

5.    Sakramen Perkawinan.
Seorang pria menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi  wanita atau seorang suami menjadi tanda kehadiran Tuhan bagi istri. Maka  suami mencintai istri sebagai mana Tuhan mencintai umatnya demikian juga  istri mencintai suami sebagaimana mencintai Tuhan. Dalam suka dan duka,   dalam untung dan malang, dalam sehat dan sakit, now and for ever. Tanda:  Suami bagi istri dan istri bagi suami. Maka yang menerimakan Sakramen   Perkawinan adalah pasangan suami istri itu sendiri dan Pastor serta umat  menjadi saksi.

6.    Sakramen Imamat.
Imamat, Imam. Sampai saat ini yang boleh menirima  sakramen Imamat dalam Gereja Katolik adalah seorang laki-laki. Orang yang  menerima Sakramen Imamat berarti mengambil bagian secara khusus dalam  tugam Imamat Yesus Kristus. Tanda yang dipakai: Penumpangan tangan   (pencurahan).

7.    Sakramen Perminyakan orang sakit atau Pengurapan orang sakit.
Sakramen yang diberikan pada saat seseorang dalam keadaan sakit atau dalam usia  lanjut sebagai bentuk kasih Tuhan yang abadi. Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia sekalipun ia sakit atau lanjut. Maka Sakramen Perminyakan menandakan kesiapan hidup bahagia bersama Sang Sumber Hidup Sejati yaitu Tuhan. Tanda yang dipakai: Minyak.

            Dari ketujuh sakramen tersebut, tiga diantaranya hanya boleh diterima satu kali yaitu: S Permandian, S Penguatan, dan S Imamat. Sakramen-sakramen lain boleh diterima lebih dari satu kali. Maka dalam kerjasama antara Gereja Kristen (PGI) dengan Gereja Katolik ada kesepakatan, jika seorang Kristen pindah ke Katolik tidak perlu dibaptis ulang melainkan hanya mendapat peneguhan sebagai anggota Gereja Katolik demikian sebaliknya.