H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 04 Juli 2020

Weekend

Renungan : Dari Mantan Direktur kami

WEEKEND

Selalu ada enerji baru ketika mengucap salam TGIF (Thank God It’s Friday) atau HWE (Happy Weekend). Karena ada ekspektasi 2 days off untuk melepas penat dan lelah setelah busy 5 working days.

Walaupun masih banyak yg WFH tapi mindset TGIF dan HWE itu tetap akan membuat kesegaran.

Itu sebabnya, 5 days a week memang sengaja di desain agar weekend itu bermakna bersama keluarga. Two days of Family bonding.

Bahkan Om William membuat peraturan waktu itu Astra Pusat boleh pulang jam 15:15 agar bisa mengejar kereta ke Bandung jam 16:00 dari Gambir.

Ketika ditanya Why ? Si Om jawab dg santai :’Agar kalian bisa berkumpul dg keluarga’.

Sebuah keputusan yg Luar biasa, dan saya bersyukur sempat mengalaminya sampai Astra di take over Shareholders lain.

Namun masalahnya banyak yg tidak mau menjiwai semangat TGIF dan HWE.

Banyak yg ignore bahwa Keluarga itu untuk refreshing dan refueling our life to start a new day on monday.

Alhasil, banyak yg malah menggunakan weekend dg customers entah itu golfing or entertaining dg hanging out cara lain.

Nah ketika weekend sdh full activities yg melelahkan, waktu bersama keluarga malah jadi waktu tersisa. Akibatnya bukan quality time tapi quarrels time.

Sedih bukan ?

Nah agar enerji baru muncul, Weekend harus kita manage dg cermat dan seksama.

Pengalaman saya, ketika kita merancang dg baik maka quantity time kita menjadi quality time. Dan 2 days a week is more than enough to gain baik enerji untuk kerja.

Apa saja yg layak dikerjakan agar weekend kita Jadi refreshing days ?

1. Plan to have unplanned time together with your family.  Ya sekedar jalan ke Mal atau santai di rumah tanpa Ada rencana khusus. Go with the flow saja. Kadang ada nikmatnya juga. Mau lunch. Just go and stop ketika semua merasa this is it.
2. Plan to play not to discuss hard things ketika anak kita sdh beranjak remaja atau dewasa. Ikuti mereka bukan mereka ikut kita.
3. Plan to date your spouse dengan ritual spt jemput waktu pacaran bagi yg sudah jadi empty nester.

Masih banyak lagi, yg penting enjoy your WE to do different things dibanding week days.

Enjoy lah, maka senin akan jadi hari I Love Monday krn enerji baru sudah muncul lagi.

Have a great weekend

Salam

Menghormati Tuhan

*Menghormati Tuhan*

😘😘😍😍 🌷🌷🌹🌹🌹

Sepasang suami istri sedang makan malam,  sang istri membuka pembicaraan.

Istri : “Suamiku sayang, bolehkah aku usul ???”

Suami : “Boleh istriku sayang, silahkan !!! ”.

Istri : “Saya ingin kita menulis kekurangan pasangan kita masing2 di kertas kosong... agar kita bisa saling intropeksi diri. tapi janji, tidak ada yang boleh tersingung. Bagaimana sayang” ???

Suami : “Baik istriku...”

Sambil tersenyum manis Sang istri kemudian pergi mengambil 2 lembar kertas kosong dan 2 pulpen.

Tiga Puluh menit kemudian...
Istri : “Sayang saya sudah selesai menulisnya... apakah engkau juga sudah??? ”

Suami : “Iya , saya juga sudah selesai !!!”.

Istri : “Baiklah, sekarang tukar kertas kita. Jangan dibuka dulu. Nanti kita baca secara terpisah.

Suami : “Iya sayang!!! ” Sambil kecup istri.

Istri : “Suamiku, Silahkan buka kertasnya dan baca di kamar. saya akan mbaca di dapur"

Suami langsung membuka kertas & membacanya.
Setiap membaca tulisan mengenai kekurangannya, air matanya tidak bisa dibendung, mengalir di setiap sudut matanya. Karena ternyata begitu banyak kekurangan pada dirinya.

Sementara itu, di dapur sang istri juga membuka kertas. Tak lama kemudian sang istri menghampiri suami ke kamar dengan raut muka masam,

Istri : “Bagaimana suamiku, engkau telah membacanya ???”

Suami : “Sudah istriku, maafkan aku yang tidak bisa sempurna mendampingimu … maafkan aku,” air matanya semakin deras mengalir

Istri : “Iya suamiku, tapi mengapa engkau tidak menulis apapun dikertas itu ??? Padahal aku telah menulis segala kekuranganmu...”

Suami : “Istriku tercinta, tahukah engkau ... aku mencintaimu apa adanya… Shg aku melihat kekuranganmu adalah kelebihanmu dan aku tahu DIA menciptakan setiap manusia dengan berbagai kekurangannya, untuk itu aku sebagai suamimu akan menjadi pelengkap untuk menutupi kekurangan istriku... aku mencintaimu karena DIA memilihmu sebagai pendampingku”.

Sambil menangis dan berbisik lirih di telinga sang istri, Sang istri pun tak sanggup menahan tangis mendengar ucapan dari sang suami yang begitu sangat mencintainya.

Banyaknya pertengkaran suami istri sebab utamanya adalah *EGOIS* saling menuntut cinta, saling meminta diperhatikan, saling minta disayang, gengsi meminta *maaf duluan jika melakukan kesalahan*, tidak mau berlomba memberi yang terbaik duluan, yang berakibat hilangnya rasa syukur dan rasa menerima apa adanya.

Mari kita cintai pasangan kita *_apa adanya_* Dan BUKAN *_ada apanya_*

*Tidak ada manusia yang sempurna, Tiada juga Istri atau Suami yang serba sempurna tapi bila kau mendambakan kehidupan yang sempurna maka  Cintailah Suamimu/Istrimu dengan cara yang Sempurna*...

 "JIKA ANDA MENCARI YANG SEMPURNA, MAKA ANDA AKAN KEHILANGAN YANG TERBAIK" !

Semoga bermanfaat.

*Selamat mencintai pasangan masing masing, sebab pasangan mu adalah Anugrah (Hadiah) terbesar dari Tuhan. Dgn mencintai pasangan kita, berarti kita sdh berusaha menghormati/mengagungkan Tuhan.*
*Amin.....*

 πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΈπŸŒΈπŸŒ·πŸŒ·πŸŒΌπŸŒˆπŸŒˆπŸŒˆ

1 Juli 2020

Oagi Bang TJ..pagi semua

Roma 5:3-5
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

Renungan Spesial.....

Rabu, 1 Juli 2020
Ayat bacaan : *I Petrus 3: 1, 7*

*Kehidupan Pernikahan yang sukses*

I Petrus 3:1 Demikian juga kamu, hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka juga tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuan isterinya.

Istri Tunduk kepada Suami,  dalam artian memberi *rasa hormat* akan tanggung jawab suami dalam keluarga  dan tanggungjawab suami kepada Tuhan.

Ada 3 tanggung jawab & sekaligus sebagai Fungsi Suami dlm Rumah Tangga :

1. Tanggung jawab  suami sebagai *Imam* yang membawa istri dan anak-anak kepada Tuhan dalam doa syafaatnya.

2. Tanggungjawab  *Nabi*  yang membawa Tuhan kedalam kehidupan istri dan anak-anaknya dirumah.

3. Tanggungjawab suami sebagai *Raja* yang memberikan perlindungan dan kedamaian serta rasa aman,  bagi istri dan anak-anaknya.

 Istri menyesuaikan diri dengan suami dalam kebijakan yang dibuat dan istri mendukung/menolong  *suami dalam menjalankan fungsi* tersebut.

*I Petrus 3:7*  "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang."

suami Menghormati istri,  berarti memperlakukan istri sebagaimana kita ingin diperlakukan. Kalau suami ingin diperlakukan sebagai raja, maka perlakukanlah isteri sebagai permaisuri. Perlakukanlah istri dengan cara yang sama yang suami inginkan dengan dirinya sendiri.

Mari kita praktekkan  renungan hari ini supaya keluarga *Ilahi* semakin terlihat di kehidupan nyata pernikahan kita.

Tuhan punya rencana besar dlm setiap kehidupan pernikahan kita, krn pernikahan adalah inisiatif & kreasi Tuhan yg agung, Yg menggambarkan hubungan mulia & kudus antara Kristus dengan JemaatNya.
Amin....

Semoga bermanfaat utk pernikahan kita.

*BHS-FFG-PKU.*

Kisah sehidup semati

SUAMI ISTRI, KISAH SEHIDUP SEMATI

Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
1 Korintus 7:3-4 (TB) 

Pernikahan Kristen, adalah ikatan perjanjian kudus di hadapan Allah antara seorang pria dan wanita, tetap setia satu dengan yang lain hingga maut memisahkan. Awalnya memang terlihat mudah dan indah, namun semakin lama kok semakin menjemukan dan memuakkan hidup bersama satu orang untuk selama-lamanya, dengan sifat asli yang betul- betul berbeda dari sebelum menikah dulu. Ditambah adaptasi dan perubahan sifat dan sikap akibat segala hal di dalam sekian lama waktu pernikahan.

Disinilah Firman Tuhan akan bekerja, Dia telah memperingatkan kita terlebih dahulu akan segala kelemahan dalam setiap pernikahan yang kita alami. Pernikahan tidak boleh hanya terdiri dari dua pihak, namun harus dipimpin oleh pihak ketiga yaitu Allah di dalamnya, jikalau tidak dipastikan akan hancur kandas di tengah jalan. Bagaimana, sudahkah kita membiarkan pernikahan kita dipimpin oleh Allah?

Suami memiliki kewajiban kepada istri demikian juga sebaliknya istri terhadap suami. Suami dan istri telah saling memiliki satu dengan yang lainnya, namun bukanlah berarti melakukannya dengan semena-mena, tanpa kasih atau dengan kasar dan kejam.

Dalam pernikahanlah, praktek melakukan teori Kasih dalam firman Tuhan dilakukan setiap hari, bagaimana kita harus mampu belajar terus mengasihi, mengampuni dan berbesar hati terhadap segala kekurangan pasangan kita yang awalnya juga bukanlah siapa2nya kita melainkan hanyalah orang lain yang diizinkan Tuhan masuk dalam hidup kita, dan untuk selama-lamanya pula.

Dalam pernikahan kita juga, Allah mau semakin menguatkan pondasi iman kita supaya keluarga kita dapat menjadi kesatuan yang kuat untuk pergi melayaniNya. Hendaknya suami dan istri saling mendukung dalam melayaniNya. Jangan menghabiskan energi pasangan dengan mengurusi tetek bengek keinginan kita yang tidak berkenan pada Allah, atau pemuasan ego/nafsu pribadi kita namun mari kuatkanlah pasangan kita masing-masing untuk semakin mengasihi Allah dan semangat mengerjakan setiap pekerjaan baik yang dia lakukan di hadapan Allah.

Perceraian apapun alasannya tidak diperkenankan Allah. Kalau kita memaksa bercerai, itu hanyalah kekerasan hati semata. Tidak ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan, asal ada kerendahan hati dan kasih di dalamnya. Kristus telah memberi contoh sempurna, merendahkan diriNya sampai mati karena kasihNya bagi kita, kenapa kita suami dan istri masih berat meneladaniNya? Kecuali kita pun sudah punya motivasi busuk yang terselubung, di luar kehendak Allah akan masa depan pribadi kita.

Apapun masalah pernikahan kita, mari datang berdua di hadapan Tuhan, seperti waktu pertama kita diberkati ketika menikah dulu, mintalah Dia agar berkenan memperindah lagi pernikahan kita, mintalah Dia supaya memampukan kita untuk saling menerima dan menyempurnakan segala kekurangan masing-masing. Kiranya Allah berkenan memberkati pernikahan kita anak-anakNya, supaya melalui setiap keluarga anak-anakNya keberadaan kerajaan surga semakin dinyatakan di tengah-tengah dunia ini.
Terpujilah nama Tuhan dahulu, sekarang dan selamanya. Amin.

#erbs220620

Kepekaan sensorik

*WASPADA USIA diatas 40 : KEPEKAAN SENSORIK TURUN JARANG OLAH PIKIR*

Seorang pria usia 50 benar-benar taat 3 bulan PSBB gak kemana-mana di rumah saja. Setelah pelonggaran baru kali ini dia naik mobilnya lagi disetiri oleh driver. Itupun setelah drivernya di rapid test dulu.

Setelah tiba ke tujuan, dia panik karena tidak bisa berdiri. Bahkan sudah dua kali dia coba berdiri, tetap saja gagal.

Hening sejenak. Dia diam. Dia berpikir mungkin karena terkena pelemahan syaraf mendadak. Maka dia-pun doa berkali-kali sampai keras suaranya sehingga drivernya pun ikutan panik.

Driver pun turun lalu mendekat ke kawan ini dan bertanya penuh kepanikan, "Bapak kenapa? Muka Bapak pucat sekali!"

Kawan kami menjawab, "Saya tidak bisa berdiri."
Dia pun mencoba berdiri lagi. Dan.... gagal lagi πŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”

|
|
Driver-nya lalu berkata, "Bapak, coba dibuka dulu... Seat Beltnya"
....
Selamat pagi, selamat hari Senin
Jangan terlalu serius ! Hindari stroke...

Yesus berseru

Slmt pg buat kita semua..
😊😊

1 Tawarikh 4:10 (TB)  Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!" Dan Allah mengabulkan permintaannya itu.
πŸ™πŸ™πŸ™

Bagi yang ber-saat teduh dengan Pengkotbah, mungkin bisa membantu menemukan dan merasakan pengertian lebih dalam.


ITB  Ecclesiastes 1:8 Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar.
NIV  Ecclesiastes 1:8 All things are wearisome, more than one can say. The eye never has enough of seeing, nor the ear its fill of hearing.
KJV  Ecclesiastes 1:8 All things are full of labour; man cannot utter it: the eye is not satisfied with seeing, nor the ear filled with hearing.
NET  Ecclesiastes 1:8 All this monotony is tiresome; no one can bear to describe it: The eye is never satisfied with seeing, nor is the ear ever content with hearing.

ITB  Ecclesiastes 1:9 Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari.
NIV  Ecclesiastes 1:9 What has been will be again, what has been done will be done again; there is nothing new under the sun.
KJV  Ecclesiastes 1:9 The thing that hath been, it is that which shall be; and that which is done is that which shall be done: and there is no new thing under the sun.
NET  Ecclesiastes 1:9 What exists now is what will be, and what has been done is what will be done; there is nothing truly new on earth.

Matius 9 : 13

*PERGILAH, PELAJARILAH & , PRAKTIKKANLAH FIRMAN & BELAS KASIHAN ALLAH KEPADA ORANG2 BERDOSA...!*

Matius 9:13
*Jadi pergilah dan pelajarilah arti Firman ini: Yang Kukehendaki ialah Belas Kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa. Amin.*

Orang2 dunia ini sibuk memikirkan, mencari & memberikan persembahan atau perbuatan/pekerjaan baik mereka kepada Allah & sesama, krn mereka berpikir hal itu dapat menyenangkan hati Allah & sesama, serta membenarkan & menyelamatkan mereka dari murka & hukuman Allah atas dosa2 mereka.

Tetapi kita anak2 Allah harusnya sibuk memikirkan, mencari & memberikan/memberitakan Firman & Belas Kasihan Allah di dalam Kristus Yesus Tuhan, yg sanggup membenarkan & mengampuni semua orang2 berdosa, termasuk aku & kau, sbg persembahan yg hidup bagi Dia, yg telah mempersembahkan hidup-Nya bagi kita.

Janganlah kita meniru orang2 dunia ini, yg sibuk membela & membenarkan dirinya dgn memberikan persembahan atau perbuatan/pekerjaan baik, yg adalah ciptaan yg fana sbg ganti diri & dosa kita, serta menyamakan hal itu dgn Firman & Belas Kasih dari Allah, Sang Pencipta yg kekal.

_*Marilah kita lebih tekun & giat meneladani & mengikuti Yesus Kristus, Sang Juruselamat, untuk terus pergi, mempelajari & mempraktikkan/memberitakan Firman & Belas Kasih Allah, memangil semua orang berdosa di dunia ini dgn kuasa Injil, yaitu Berita Pertobatan & Pengampunan Dosa di dalam nama-Nya sambil kita terus memberi persembahan sbg ucapan syukur & buah kasih kita kpd Allah & sesama.*_

*Jesus has come to call us, sinners, so we go to call others for Him...!!*

_Salam & Doa utk Rekan2 Penjala & Penggembala Manusia, dimana pun profesi & pelayananmu kini...πŸ•Š️πŸ”₯πŸ™Œ_

Setia pada panggilan

SETIA PADA PANGGILAN

Selanjutnya hendaklah tiap-tiap orang tetap hidup seperti yang telah ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti waktu ia dipanggil Allah. Inilah ketetapan yang kuberikan kepada semua jemaat.
1 Korintus 7:17 (TB) 

Kita tidak bisa datang pada Allah dengan diri kita sendiri namun Dialah yang mencari, memanggil dan menemukan kita sebagaimana kita adanya. Allah menghendaki kita apapun situasinya dan bagaimanapun kondisinya untuk tetap setia dengan panggilanNya kepada kita masing-masing. Adalah suatu hal yang sulit mempertahankan diri tetap setia dalam panggilanNya bagi kita dalam keadaan hiruk pikuk dunia yang seringkali melenakan kita manusia daging yang lemah ini.

Dibutuhkan konsentrasi tingkat 'dewa' (seperti bahasa anak-anak muda zaman sekarang) untuk fokus mendengarkan yang mana panggilan Allah dan yang mana panggilan dunia. Akan sangat sulit kita tetap setia pada panggilan itu kalau kita pun tidak setia mengasah kepekaan kita setiap waktu untuk dengar-dengaran suara Allah. Kepekaan mendengar suaraNya akan diiringi penganugerahan kekuatan yaitu kuasa surgawi untuk melakukan kehendakNya. Yaitu kita dimampukan memilih dan memutuskan dengan benar segala hal di dalam kehidupan kita sebagai anak-anakNya di dunia yang cemar ini.

Seperti firmanNya yang menyatakan: Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. Lebih jauh lagi, Allah mau kita tetap setia pada panggilan kita masing-masing supaya kita dapat saling membangun, bukan saling menjatuhkan, fokus pada tujuan membangun kerajaanNya di dunia.

Dapat kita lihat Allah kita yang Maha Adil tidak menuntut berlebihan dari kita. Allah mau kita tetap menjadi diri kita sendiri pada waktu dipanggil Allah, dan setia pada panggilan itu, setia pada hukum-hukumnya yaitu tetap mengerjakan pekerjaan baik dengan kebenaran dan fokus pada pelayanan kepada Allah dalam segala sesuatu yang kita kerjakan. Kenapa sering kita susah melakukan hal ini?

Dosa mengakibatkan pikiran kita dibutakan keinginan menikmati dunia ini dengan kedagingan kita yang memang lemah. Kita ingin lebih dan lebih saja, tanpa kita sadari yang kita anggap lebih itu adalah tali yang sedang terjerat pada leher kita, jika kita turuti arahnya kita akan diseretnya ke jurang maut yang dalam, maka kita harus melawannya dengan kekuatan kuasa Roh Allah yang sudah dianugerahkanNya pada kita masing-masing yang percaya padaNya.

Kiranya Allah yang telah memilih dan menentukan kita menjadi anak-anakNya sebelum dunia dijadikan, Allah yang juga memanggil kita dalam keadaan kita masing-masing di dunia ini untuk melakukan rencana dan kehendakNya di dunia ini, Dia jugalah yang memberi kekuatan dan kuasa surgawi pada kita untuk tetap setia pada panggilan kita masing-masing dengan apa yang ada pada kita untuk terus berbagian memuliakan namaNya di dunia ini.
Kiranya mata kita bisa fokus memandang Allah dan telinga kita fokus mendengar suaraNya sehingga langkah kaki kita terus berjalan menuju ke arah Dia di dalam jalan yang telah Dia tetapkan bagi kita masing-masing.
Segala kemuliaan hanya bagi Allah. Amin.

#erbs230620

Barangsiapa memegang perintahKu

Selamat pg buat kita semua..
😊😊


Yohanes 14:21 (TB)  Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
πŸ™πŸ™πŸ™

Bagi yang ber-saat teduh di Pengkotbah:

ITB  Ecclesiastes 1:15 Yang bongkok tak dapat diluruskan, dan yang tidak ada tak dapat dihitung.
NIV  Ecclesiastes 1:15 What is twisted cannot be straightened; what is lacking cannot be counted.
NET  Ecclesiastes 1:15 What is bent cannot be straightened, and what is missing cannot be supplied.
KJV  Ecclesiastes 1:15 That which is crooked cannot be made straight: and that which is wanting cannot be numbered. {that which is wanting: Heb. defect}

Berbagi renungan dari bahan Santapan Harian (Sripture Union Indonesia) Pengkotbah 1: 1-13

Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. (2)

1. Apa yg dikatakan FT ini?

Raja Salomo yg bpknya juga seorang raja yg hebat, mengatakan bhw segala sst adalah kesia-siaan, baik itu kerja keras, punya keturunan,  hari2, udara,  air, kebosanan, semua yg ada, kenangan dll.

Pada hal dia org percaya kpd Tuhan, seorang raja, org yg paling bijaksana, org yg sangat kaya, org yg sgt terkenal pada zamannya.

Lalu mengapa dia menhatakan segala sst adalah sia2?

Jawaban dari pernyataan itu bisa dilihat pada bagian akhir dari tulisannya ini, yaitu bhw di luar Tuhan segala sesuatu tidak ternikmat atau semuanya adalah sia2.

Realitanya, bhw segala sesuatu yg ada di dunia ini, memang hanya bersifat sementara saja, termasuk manusia itu sendiri.

Seandainyapun uang banyak, harta banyak, anak banyak, jabatan ringgi (raja), otak encer, kuasa besar, umur paniang dll, namun tanpa takit akan Tuhan di dalam hati, maka semua itu sia2 & tdk akan ternikmati sama sekali menurut Raja Salomo yg sangat hebat itu.

Makanya dia bilang semua org harus takut akan Tuhan atau percaya & beriman kpd Tuhan serta hidup dlm perintah-perintah Tuhan, spy semuanya tdk sia2.

2. Apa yang dpt kita pelajari & lakukan dr FT ini?

Apa yg dikatakan FT ini menjadi pelajaran ptg bagi semua orang, khususnya kita yg sudah percaya & beriman kpd Yesus serta para pemimpin gereja.

Jgn sampai ada kita tdk mau takut akan Tuhan atau percaya & beriman kpd Yesus serta kita yg sudah percaya & beriman kpd Yesus harus menjalani hidup kita di dalam Firman Tuhan.

Hanya dgn percaya & beriman kpd Yesus keselamatan menjadi milik kita. Kerja keras kita, keturunan kita, hari2 kita, udara& air yg kita konsumsi menjadi nikmat, indah & berguna bila kita sdh percaya & beriman kpd Yesus

Kalau di luar Tuhan, mk semua yg kita kerjakan, anak2 yg kita miliki, hari2 kita, apa yg kita konsumsi semuanya menjadi beban berat & nembawa penderitaan bagi kita, shg semuanya itu tdk akan ternikmati sama sekali & bahkan menjadi sia2 seperti yg dikatakan Salomo di atas.

3. Tekad & doa.

Karena itu kita semua, takutlah kpd Tuhan & hidupilah Firmannya, mk hidup kita dengan segala sesuatu yg kita miliki indah, nikmat & menyenangkan. Semoga Tuhan menolong kita masing2. Amin.

Selamat sore, selamat berkegiatan dlm kondisi virus corona semakin merebak, menulari & membunuh banyak org. TQ & GBus. (PB)

Hidup adalah Kristus

Slmt pg buat kita semua..
😊😊

Filipi 1:21 (TB)  Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
πŸ™πŸ™πŸ™

SIAPA YANG KITA SEMBAH?

...namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
1 Korintus 8:6 (TB) 

Pernahkah kita merenung sejenak dari manakah asal hidup yang kita miliki saat ini? Dari manakah asalnya segala sesuatu yang ada pada kita saat ini? Pernahkah kita membayangkan jikalau hidup dan segala yang kita miliki tiba-tiba ditarik dari diri kita? Kita sering lupa diri, dengan segala keberadaan kita, hanya Allah sumber segala sesuatunya yang kepadaNya harus kita persembahkan segala sesuatunya juga.

Dengan apa yang ada pada kita, kita juga sering menjadikannya sebagai tuhan-tuhan baru dalam hidup kita. Ketika kita sudah memiliki pengetahuan yang kita anggap sudah tinggi dibanding yang lain, memiliki harta yang kita anggap sudah jauh lebih banyak dibanding yang lain, memiliki kepandaian lebih baik dari yang lain, sering kita menjadikan semuanya itu menjadi sembahan di dalam hidup kita, menyembah Allah bukan lagi yang utama di dalam hidup kita.

Bahkan kita menjadikan suatu ritual, cara-cara yang kita buat dengan pikiran sempit kita ini, seperti soal makanan, soal pakaian, soal ketentuan dan aturan menjadi yang terutama ketika menyembah Allah. Sehingga kerap kali dalam pelaksanaannya yang penuh dengan kekurangan menimbulkan pertanyaan dan batu sandungan bagi sesama kita manusia dengan berbagai tingkat iman dan pengetahuannya akan Allah.

Mari dalam hidup kita ini, kita tunjukkan siapa Allah yang benar kita sembah, yaitu satu-satunya Allah sumber kehidupan dan satu-satunya Kristus Tuhan yang oleh karenaNya kita yang sudah seharusnya mati karena dosa malah jadinya memiliki hidup yang kekal. Segala hal ritual dan apa yang menjadi kepunyaan kita kita letakkan di bagian yang kesekian dan kesekian di bawah Allah. Kiranya Allah sendiri yang memberikan hikmat  bagi kita supaya dalam kehidupan kita dapat membawa orang lain di sekitar kita semakin dekat kepadaNya bukannya semakin jauh atau bahkan imannya menjadi jatuh tersandung.

Mari memberikan hati kita sebagai tahta (tempat tertinggi) bagi Allah, sehingga di dalam segala sesuatu Dia adalah yang terutama dan menjadi tujuan segala sesuatunya juga. Apapun yang kita kerjakan adalah bagi Dia, dan Dia adalah motivasi bagi kita mengerjakan segala sesuatu juga. Seperti firmanNya dalam Kolose 3:23 "Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia," hendaknya menjadi pedoman dalam kehidupan kita yang sekaligus juga adalah ibadah kita, kemanapun kita melangkah namaNya senantiasa akan dipermuliakan.
Terpujilah Tuhan selama-lamanya.

#erbs240620

Update penerbangan domestik

*Update Info terbaru Penerbangan Domestik dan Internasional*

*1. Syarat Terbang ke JKT:*
 - Rapid Tes / Swab PCR
 - SIKM (https://corona.jakarta.go.id/id/izin-keluar-masuk-jakarta)

*Note :*
- SIKM berlaku untuk Non Domisili Jabodetabek
- Untuk Penerbangan selain Denpasar, Balikpapan, Lombok, Surabaya, Padang, Timika, dan Jayapura boleh menggunakan *Rapid Test* Saja

*Pertanyaan:*
a. Apakah Transit jakarta juga perlu pakai SIKM
*Jawab:* Tidak Perlu

b. Apakah WNI atau WNA yang akan pulang dan datang ke indonesia bisa pakai tes rapid saja?
*Jawab:* Tidak bisa, WNI dan WNA dari LN wajib membawa hasil Swab PCR dari negara keberangkatan.

c. Bagaimana jika WNA dan WNI yang datang ke Indonesia tidak membawa hasil Swab PCR?
*Jawab:* Maka setibanya di indonesia akan di tes Swab PCR dan akan di karantina di fasilitas yang sudah di sediakan pemerintah sampai hasil tes keluar.

d. Dimana tempat karatinanya dan apakah perlu bayar?
*Jawab:* Tidak bayar. Apabila di Jakarta akan di karantina di Wisma Atlet dan Asrama Haji. Jika di Medan akan dikarantina di Lubuk Pakam.

e. Apa syarat penerbangan ke Singapura?
*Jawab:* Yang bisa masuk ke Singapura saat ini adalah:
 - Long-Term Visit Pass Holder
 - Student's Pass Holder
 - Work Pass Holder
 - Permanent Residence

*2. Syarat terbang ke Bali:*
 - Swab PCR
 - Formulir Kewaspadaan Kesehatan Provinsi Bali (https://cekdiri.baliprov.go.id/)


*Persyaratan Tambahan Tiap Maskapai*

*1. Citilink:*
  - Mengisi surat pernyataan perjalanan (https://www.citilink.co.id/docs/default-source/default-document-library/form-og-fr-052-issue-01-rev-03.pdf?sfvrsn=0)

 - mengisi kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card/HAC) dilakukan secara online dengan mengunduh aplikasi e-HAC melalui playstore untuk perangkat berbasis android atau melalui situs (http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac/ untuk perangkat berbasis iOS)

*2. Sriwijaya:*
 - Setiap penumpang harus mengunduh dan mengaktifkan aplikasi *Peduli Lindungi* di Playstore

*3. AirAsia:*
- Setiap penumpang harus mengunduh dan mengaktifkan aplikasi *Peduli Lindungi* di Playstore.

- Mengisi kartu kewaspadaan kesehatan elektronik (e-HAC) yang dapat diakses melalui aplikasi seluler e-HAC Indonesia (Android) atau (ttp://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.)

- Mengisi surat pernyataan AirAsia (https://drive.google.com/file/d/1F6o777aC2CbbqnwdEfWgClZdTGKpQua9/view).

*4. Garuda Indonesia:*
 - Setiap penumpang harus mengunduh dan mengaktifkan aplikasi *Peduli Lindungi* di Playstore

 - Menggunakan Kartu Kewaspadaan Kesehatan Elektronik yang dapat diakses melalui aplikasi E-HAC di smartphone Android Anda sebelum melakukan perjalanan (https://play.google.com/store/apps/details?id=com.kemenkes.inahac).

*5. Silk Air, SQ:*
- untuk penerbangan dari Indonesia ke LN transit singapore belum bisa.

- Yang Bisa transit singapore apabila dari kota-kota tertentu di Australia (Adelaide, Brisbane, Melbourne, Perth dan Sydney) dan Selandia Baru (Auckland dan Christchurch) ke tujuan mana pun yang saat ini dioperasikan oleh SIA, SilkAir atau Scoot, berlaku mulai 11 Juni 2020. (https://www.singaporeair.com/en_UK/sg/media-centre/news-alert/?id=kataac8r).

Bebas dari hukum taurat

Pengkhotbah 2:26 (TB)  Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin. 

https://alkitab.app/v/5bdf705761a4

Selamat pagi all..mari jalani hari ini dengan melakukan yang terbaik dari diri kita.

" Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia".
(Kolose 3:23)

*tetap sehat dan produktif, Tuhan Yesus memberkati πŸ˜‡πŸ™πŸ»*

Shalom selamat pqgi saudara2ku
πŸ™πŸ™
Sharing saat teduh hari ini


Roma 7:4-6
Bebas dari hukum taurat

Ay 4. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.

 Ay 5 Sebab waktu kita masih hidup di dalam daging, hawa nafsu dosa, yang dirangsang oleh hukum Taurat, bekerja dalam anggota-anggota tubuh kita, agar kita berbuah bagi maut.

Ay 6.Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang mengurung kita, sehingga kita sekarang
melayani dalam keadaan baru menurut Roh dan bukan dalam keadaan lama menurut huruf hukum Taurat.

Yg didapat :  ketika kita percaya pada Tuhan Yesus maka kita dibebaskan / dimerdekakan dari hukum taurat , swhingga kita merdeka dan bebas daei keterikatan hukum taurat, kita menjadi milik yg lain yaitu Dia Yesus Kristus yg telah dibangkitkan dari antara oeg mati suoaya kita berbuah bagi Allah, swhingga kita sekarang melayani Dia dalam keadaan baru menueit Roh bukan menurut huruf  hukum taurat

Aplikasi : aku  harus berbuah bagi Allah dan melayani Dia dengan rela oleh krn panggilan bukan tertekan atau dipaksa.

Doq: jadikanlah aku dan kel ku berbuah bahi Allah dan melayani Dia dg sukacita .

Haleluyq
πŸ™

Perjuangan seumur hidup

Slmt pg buat kita semua.
😊😊

Mazmur 40:11 (TB)  Engkau, TUHAN, janganlah menahan rahmat-Mu dari padaku, kasih-Mu dan kebenaran-Mu kiranya menjaga aku selalu!
πŸ™πŸ™πŸ™

PERJUANGAN SEUMUR HIDUP

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
1 Korintus 9:27 (TB) 

Kewajiban anak-anak Allah adalah mewartakan tentang berita sukacita karya keselamatan oleh Yesus Kristus bagi dunia yang berdosa. Seperti firman Allah, celakalah kita jika kita tidak memberitakannya.

Namun satu perbuatan berbicara dan bersaksi lebih banyak daripada seribu perkataan. Dibutuhkan perjuangan seumur hidup bagi kita orang percaya untuk menyangkal dan menguasai diri kita sehubungan dengan status kita sebagai anak Allah, nama Bapa kita menjadi taruhan atas setiap keputusan yang kita ambil dan kerjakan dalam kehidupan kita. Hidup yang kita jalani bukanlah hidup untuk diri sendiri lagi tetapi melainkan Kristus yang hidup di dalam kita.

Terbayang kan, bagaimana beratnya perjuangan sebagai seorang manusia daging untuk hidup sebagai manusia kepunyaan Allah juga, harus menjaga integritas dimanapun kita berada. Menyesuaikan kesaksian perkataan kita tentang Allah dengan bagaimana teladan hidup kita sehari-hari. Setiap waktu kita akan menjadi poin utama pandangan dan penilaian dunia. Berani? karena hal ini juga banyak anak Allah masih enggan keluar dari zona nyamannya untuk memproklamirkan statusnya sebagai kepunyaan Allah, sudah ditebus lunas dari segala dosanya.

Allah adalah yang Maha Benar dan Kasih, juga Maha Adil, Dia tidak akan pernah membiarkan kita berjuang sendiri, mengabarkan kasihNya di tengah dunia ini, melalui RohNya yang kudus, Dia senantiasa ada bersama kita.

Anak-anak Allah yang mau dengan berani menyaksikan tentang Kristus dimanapun berada akan diberi kuasa surgawi untuk membawa nama Allah dimanapun berada.  Syaratnya berani dan bertindak, tanpa banyak pikir tentang keselamatan nama pribadi, berani mencoba? Masih takut? Mintalah Dia kembali menguatkan iman kita. Karena iman tanpa perbuatan adalah mati, sampai kapan kita membiarkan iman kita hanya pingsan bahkan mati?
Kiranya Allah berkenan menolong kita yang mau berharap padaNya saja. Terpujilah Tuhan. Amin

#erbs250620

3 hal yang ditekankan salomo

Berbagi renungan dari bahan Santapan Harian (Scripture Union Indonesia) Pengkhotbah 3: 1-15

Dari  bagian FT ini bisa kita perhatikan 3 hal yg sgt ditekankan oleh Salomo, yaitu:

1) Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya (ay. 1)

Kira2 Salomo mau mengatakan jalani saja hidup ini sesuai dengan keadaan yg sedang berlaku dgn sungguh2.

Karena hal2 yg sedang terjadi itu memang begitulah proses alaminya & tdk mungkin dilawan, tapi bisa dikelola, shg bisa dihadapi & dilalui.

Bagi kita yg percaya & beriman kpd Yesus yg hidup pada zaman ini, hal ini juga berlaku, khususnya para pemimpin gereja.

Kita hrs menjalani hidup yg sedang kita jalani ini dengan sungguh2,  apapun tugas & tanggungjawab yg diberikan kpd kita, krn besok akan kita lakukan hal lain lg.

Kita hrs memikirkan, merencanakan, mengerjakan & mengevaluasinya dgn sungguh2, shg hidup yg kita jalani itu, kita jalani tanpa cacat cela (minimal diperjuangkan demikian).

2) Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir (ay. 11)

Salomo kira2 mau mengatakan, bhw Tuhan memberikan tugas & tanggungjawab kpd umat-Nya & Dia ingin umat-Nya melakukannya dgn cara yg terbaik.

Setelah itu, Tuhan sendiri akan memberkati usaha umat-Nya itu, melampaui apa yg difikirkan, direncakan & dilakukqn oleh umat-Nya, shg umat-Nya mendapatkan hal yg plg indah yg tepat pada waktu-Nya.

Inipun berlaku juga bagi kita yg sdh percaya & beriman kpd Yesus, khususnya para pemimpin. Itu sebabnya kita juga harus mengerjakan tugas & tanggungjawab yg diberikan kpd kita dgn pemikiran, perencanaan & pelaksanaan yg terbaik.

Dgn kita memikirkan, merencanakan & mengerjakannya dgn cara yg terbaik, mk Tuhan akan memberkatinya. Dgn berkat Tuhan, apa yg kita fikirkan, rencanakan & kerjakan mendapat hasil yg terbaik & indah pada waktunya.

Karena itu, kita hrs memikirkan, merencanakan, melakukan & mengevaluasi tugas & tanggungjawab kita dgn yg terbaik, shg Tuhan membuatnya berhasil & indah pada waktunya.

3) Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian, supaya manusia takut akan Dia (ay. 14)

Salomo kira2 mau mengatakan, bhw dlm perjuangan hidup umat-Nya yg tugas & tanggungjawabnya sdh difikirkan, direncanakan, dikerjakan & dievaluasi sungguh2 & diberkati Tuhan, shg berhasil & indah pada waktunya itu, agar umat-Nya takut akan Tuhan atau tetap percaya & beriman kpd Tuhan.

Hal ini berlaku juga bagi kita yg percaya & beriman kpd Yesus yg hidup pd zaman ini, khususnya para pemimpin.

Ketika kita sdh memikirkan, merencanakan, melakukan & mengevaluasi tugas & tanggungjawab kita dgn cara yg terbaik, lalu Tuhan memberkati, shg berhasil & indah pada waktunya, Tuhan ingin agar kita takut akan Tuhan atau Tuhan ingin agar kita tetap percaya & beriman kpd-Nya dengan terus berserah, bergantung & berharap kpd-Nya dlm seluruh kehidupan kita.

Tekan & doa kita.

Mari kita memikirkan, merencanakan, melakukan & mengevaluasi tugas & panggilan kita dgn cara yg terbaik, shg Tuhan memberkati, berhasil & indah pd waktunya serta kita tetap takut akan Tuhan sd akhir hidup kita.

Semoga Tuhan menolong, menghibur & menguatkan kita masing2.

Selamat pagi, selamat berkegiatan dgn tetap ikuti aturan hidup masa pandemi covid 19 ini.

TQ & GBus. (PB)

Mengatasi banjir diperkotaan

Mengatasi banjir di perkotaan sebenarnya sederhana sajalah ya.

Pemerintah membersihkan sungai, membersihkan & membangun parit raksasa, membersihkan & membangun parit sangat besar, membersihkan & membangun paret besar, membersihkan & membangun paret sedang, membersihkan & membangun parit perumahan, membersihkan & membangun paret kecil, sehingga semua air mengalir ke laut dengan lancar.

Selanjutnya, pemerintah lalu melibatkan warga untuk memeliharanya, sehingga air mengalir dengan lancar ke laut.

Dengan begitu, perkotaan tidak akan kebanjiran lagi, kecuali bencana alam. Kalaupun banjir saat hujan turun dengan sangat deras, namun karena saluran pembuangannya lancar, mk begitu hujan berhenti, maka banjir juga berhenti.

Ayo dukung pemerintah untuk melakukan hal2 di atas sesegeramungkin, spy masalah hujan deras tdk membuat banjir panjang.

Renungan dari salomo

Berbagi renungan dr bhn Santapan Harian (Scripture Union Indonesia) Pengkhotbah 3: 16-4: 6

Ada lagi yang kulihat di bawah matahari: di tempat pengadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan, dan di tempat keadilan, di situ pun terdapat ketidakadilan (ay. 16).

Apa yg dkatakan FT ini?

1) Salomo melihat manusia pd zamannya sdh sgt jahat & sudah lupa pengadilan Tuhan (16-17).

Pd zaman itu, di pengadilan yg seharusnya keadilan ditegakkanpun keadilan tidak ada lagi. Manusia lupa, bhw suatu hari Tuhan akan mengadilinya.

Sejarahpun selalu berulang, pd zaman kita inipun manusia tetap jahat. Pd zaman ini kejahatan manusia yg plg besar, adalah tidak lagi mau percaya kpd yg dipercaya, yaitu Tuhan YMK & mau percaya kpd yg tdk dpt dipercaya, yt. musuhnya Tuhan YMK.

Pd zaman inipun manusia lupa, bhw suatu hari Tuhan YMK akan mengadili dgn keadilan-Nya, shg semua yg jahat akan mendapat akibat dari kejahatannya.

2) Salomo melihat manusia sdh seperti binatang, shg tdk lagi memakai fikiran & perasaannya (18-22).

Pd zaman itu manusia tdk lg berfikir, bhw hidup di dunia ini sementara & tdk berfikir setelah di dunia ini ada kehidupan yg kekal. Mrk berfikir, setelah mrk mati, keberadaan mrk sdh berakhir seperti binatang.

Pd zaman ini juga banyak org berfikir manusia itu seperti binatang, tidak ada kehidupan setelah kematian. Org tdk perduli & apalagi percaya kpd ajaran agama yg mengajarkan, bhw ada kehidupan yg kekal.

Pada zaman ini banyak org yg berfikir, bhw hidup di dunia yg sdg dijalani ini yg plg ptg dan hidup setelah kematian tdk ptg & perlu difikirkan.

3) Salomo melihat, bhw manusia yg berbahagia adalah yg sdh mati, ttp yg plg berbahagia adalah yg belum lahir dlm situasi merajalelanya kejahatan ini (4: 1-6).

Melihat kejahatan yg sgt luar biasa itu Salomo melihat org yg paling berbahagia adalah org yg belum lahir, krn belum melihat kejahatan yg sgt jahat itu.

Memang kita bisa memahami pemikiran Salomo itu mengingat kejahatan yg sdg berlaku itu, termasuk pd zaman kita ini.

 Pd zaman inipun kita bisa lihat agama tdk dipercayai, apalagi dihidupi, shg sering sekali agama menjadi topeng utk memuluskan kehendak seseorang atau sekelompok org.

Banyak org di rumah ibadah &  dikeagamaanpun tetap melakukan kejahatan. Kejahatan yg dilakukan di rumah ibadah atau dikeagamaan adalah kejahatan yg sebenarnya paling jahat. Sebab di rumah ibadah dan keagamaan, seharusnya jauh dr segala bentuk kejahatan.

Dlm situasi ini, seperti kata Salomo, org yg paling berbahagia adalah org yg belum melihat kejahatan ini, yt. mrk yg belum lahir. Ini bisa dimengerti juga.

Tekad & doa kita.

Kita sebagai org yg sdh percaya & beriman kpd Yesus, khususnya para pemimpin gereja, hrs hidup sesuai dgn ajaran iman kita. Kegiatan yg lakukan harus jauh dari kejahatan dlm bentuk apapun. Itu kita lakukan & jalani, sebagai tanda puji, syukur & terimakasih atas iman yg sdh dianugrahkan-Nya kpd kita.

Semoga Tuhan YMK menolong & menguatkan kita masing2. Amin

Selamat pagi, selamat berkegiatan sesuai aturan dlm situasi pendemi covid 19. T & GBus. (PB).


Bersihkan motivasi hati

Slmt hari mggu buat  kita semua...
😊😊

1 Yohanes 5:4 (TB)  sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
πŸ™πŸ™πŸ™

BERSIHKAN MOTIVASI HATI

Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia.
1 Korintus 11:32 (TB) 

Rasul Paulus menyoroti sikap hati jemaat Korintus ketika melakukan perjamuan kudus yang dilakukan untuk memperingati kematian Yesus Kristus. Bahwa yang terutama ketika melakukan perjamuan adalah bagaimana relasi kita dengan sesama. Kita melakukan perjamuan yang melambangkan pengorbanan Yesus bagi pengampunan kita tapi hati kita malah sulit melepaskan pengampunan bagi orang lain. Sia-sia perjamuan yang kita lakukan, Allah sudah pasti tidak berkenan.

Dalam segala hal Allah mendidik kita untuk memiliki sikap hati yang benar di hadapanNya. Dia mendidik dan mengajar kita dengan berbagai caraNya yang sesuai dengan siapa diri kita di hadapanNya. Mungkin awalnya kita tidak bisa menerima dan tidak suka dengan cara Allah mendidik kita, karena bisa saja terasa tidak nyaman dan mendatangkan sakit bagi kita, namun pada akhirnya akan mendatangkan kebaikan bagi kita juga.
Hal ini adalah cara Allah untuk menyempurnakan iman kita supaya kita pun dapat terhindar dari hukuman dosa.

Termasuk dalam perjamuan yang adalah termasuk ritual ibadah kita mengingat tentang Yesus Kristus, kita akan dianggap berdosa melakukannya jika tidak membereskan sikap hati kita terlebih dahulu terhadap sesama. Oh, mengapa hati kita begitu keras dan mendendam begitu dalam memandang sesama kita yang menyakiti hati kita? Kita menghukum dan menghakimi mereka dalam hati kita? Menilai mereka lebih kejam daripada Allah yang sesungguhnya adalah satu-satunya yang punya hak menilai hati kita manusia?

Ayolah, buang kekerdilan cara pikir lama dari dalam diri kita. Milikilah hati nurani yang murni, motivasi yang bersih ketika melihat dan menilai orang-orang lain di sekitar kita. Supaya Allah pun berkenan akan segala pekerjaan baik yang kita lakukan, berkenan akan ibadah kita. Seperti firmanNya, bagaimana kita dapat mengasihi Allah yang tidak kelihatan kalau kita pun tidak bisa mewujudkan kasih bagi sesama kita manusia yang kelihatan.

Ya, Allah berbelas kasihanlah, berkenanlah membersihkan hati kami yang selalu penuh dengan prasangka keburukan dan kelicikan ini. Roh Kudus bekerjalah dalam hati kami, mengubahkan hati kami dari sehari ke sehari menjadi pribadi yang semakin mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi kami dan bersamaan dengan itu kami juga semakin mengasihi sesama kami manusia seperti diri kami sendiri. Ajarlah kami semakin dapat mengampuni sebagaimana Engkau telah mengampuni kami yang hina ini. AMIN.

#erbs280620

Renungan pengkotbah 5

Bagi yang saat teduh dari Pengkotbah 5


ITB  Ecclesiastes 5:5-6 Lebih baik engkau tidak bernazar dari pada bernazar tetapi tidak menepatinya. 6 Janganlah mulutmu membawa engkau ke dalam dosa, dan janganlah berkata di hadapan utusan Allah bahwa engkau khilaf. Apakah perlu Allah menjadi murka atas ucapan-ucapanmu dan merusakkan pekerjaan tanganmu?
NIV  Ecclesiastes 5:5-6 It is better not to vow than to make a vow and not fulfill it. 6 Do not let your mouth lead you into sin. And do not protest to the temple messenger, "My vow was a mistake." Why should God be angry at what you say and destroy the work of your hands?
NET  Ecclesiastes 5:5-6 It is better for you not to vow than to vow and not pay it. 6 Do not let your mouth cause you to sin, and do not tell the priest, "It was a mistake!" Why make God angry at you18 so that he would destroy the work of your hands?"
KJV  Ecclesiastes 5:5-6 Better is it that thou shouldest not vow, than that thou shouldest vow and not pay. 6 Suffer not thy mouth to cause thy flesh to sin; neither say thou before the angel, that it was an error: wherefore should God be angry at thy voice, and destroy the work of thine hands?

ITB  Ecclesiastes 5:7 Karena sebagaimana mimpi banyak, demikian juga perkataan sia-sia banyak. Tetapi takutlah akan Allah.
NIV Ecclesiastes 5:7  Much dreaming and many words are meaningless. Therefore stand in awe of God.
NET  Ecclesiastes 5:7 Just as there is futility in many dreams, so also in many words. Therefore, fear God!
KJV  Ecclesiastes 5:7 For in the multitude of dreams and many words there are also divers vanities: but fear thou God.

Terima kasih

Renungan Pekabaran Injil

186 Tahun Terbunuhnya Misionaris Samuel Munson dan Henry Lyman

MENCARI FAKTA DI SEKITAR TRAGEDI PEKABARAN INJIL MUNSON-LYMAN

Catatan: Antoni Antra Pardosi

TULISAN INI BERMAKSUD TIDAK SEKADAR MENGULANG BERBAGAI ASUMSI ATAS PERISTIWA MARTIRNYA MUNSON-LYMAN. KETERBATASAN INFORMASI SEPUTAR FAKTA SOSIO KULTURAL MASYARAKAT BATAK KALA ITU SERTA PERISTIWA POLITIK MILITER PEMERITAH KOLONIAL BELANDA  DAN PERANG PADRI YANG MENYERTAINYA, SEBAGAIMANA AKAN DICOBA UNGKAP DALAM RUANGAN TERBATAS INI, MUDAH-MUDAHAN DAPAT MELENGKAPI PEMAHAMAN KITA TERHADAP TRAGEDI ITU.

Pada hari ini, 28 Juni 2020, genap sudah 186 tahun martirnya misionaris Samuel Munson dan Henry Lyman. Kedua pendeta  muda asal Amerika, ini tewas  di tangan Raja Panggalamei  Lumbantobing dan kaumnya, di Dusun Sisangkak, Lobupining (sekarang Desa Dolok Nauli), Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, pada 28 Juni 1834. Konon, tubuh mereka dimakan Raja Panggalamei dan kaumnya itu setelah dibakar.

Di kalangan suku Batak, peristiwa ini dicatat sebagai hari bersejarah awal masuknya agama Kriten ke Tanah Batak. Dengan demikian, Munson-Lyman juga dianggap sebagai pahlawan Tuhan karena telah menunjukkan segala bukti keberanian dan kekuatan  iman bahkan pengorbanan untuk memperkenalkan Injil ke tengah suku pelbegu.

Hampir dua abad  peristiwa pembunuhan Munson-Lyman dikisahkan baik melalui lisan maupun tulisan. Patut diketahui,  cap barbar bahwa suku Batak itu adalah kanibalis sangat sensasional  melebihi dramatikal martirnya  kedua misionaris tersebut. Dalam berbagai literatur, cerita itu dibumbui sedemikian rupa bahwa suku Batak itu adalah monster; liar dan sangat primitif.  Selain penjajah Belanda, cap buruk itu turut pula didandani para misionaris  Jerman yang bekerja kemudian hari di Tanah Batak.

Terbunuhnya Munson-Lyman adalah fakta. Namun, motif pembunuhan belumlah terang benderang sampai dengan sekarang. Hipotesa, bahwa dalang pembunuhan adalah penjajah Belanda dan tubuh Munson-Lyman sama sekali tidak dimakan, tetap tidak serta merta mampu menepis cerita yang terlanjur populer: “Orang Batak memakan orang”.

MUNSON-LYMAN DALAM KONTEKS PEKABARAN INJIL

Pekabaran Injil oleh Munson-Lyman bertepatan dengan bangkitnya semangat baru Pekabaran Injil di Benua Eropah maupun Amerika.
 
Bahwa, Pekabaran Injil  sudah dimulai bersamaan dengan pembukaan segala benua melalui gerakan imperialisme dan kolonialisme sejak abad ke-15. Barulah pada akhir abad ke-18, terutama pada abad ke-19, Pekabaran Injil  mendapat minat yang sangat besar terlebih di Belanda dan Jerman.  Menurut Dr. H. Berkhof dan Dr. I.H. Enklaar dalam bukunya, “Sejarah Gereja” (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004),  keadaan ini lahir dari kesadaran baru di bidang pembangunan rohani usai Barat melampaui  masa gelap Revolusi Perancis dan kejatuhan Napoleon pada tahun 1815. Abad ke-19, kemudian dikenal sebagai “Abad Pekabaran Injil” bersamaan dengan kemenangan Injil di benua-benua kafir.

Pekabaran Injil, serupa Gereja, lebih bersifat supranasional. Artinya,  badan zending yang mengutus misionarisnya tidak harus berasal dari bangsa penjajah bersangkutan. Boleh dilihat, ketika Indonesia dijajah Belanda, bukan hanya badan zending Belanda saja yang bekerja di Indonesia, tetapi juga badan zending yang berasal dari Amerika, Swiss, Inggris, dan Jerman. 

Kala itu, Pekabaran Injil di Indonesia tidak berjalan sistematis . Kendalanya adalah akar Islam yang sangat kuat  di mana dominan penduduk Indonesia  telah memeluk agama Islam. Di Tanah Batak sendiri, peradaban Islam sudah menyentuh Barus pada tahun 627 oleh seorang pedagang Arab bernama Wahab bin Abu Kabsah (disebut-sebut Barus adalah pintu masuk pertama kali agama Islam ke Indonesia). Pengaruh Islam semakin kuat di Pantai Barat Tapanuli sejak abad ke-16  oleh ulama besar sufi Hamzah Fansuri (1589-1604) di Barus kemudian Syekh Abdul Fattah (1765-1855) di Natal dan Mandailing. 

Praktis, dominan penduduk Tanah Batak bagian tengah dan selatan (Barus, Mandailing, Angkola) telah memeluk agama Islam dan sebaliknya keadaan Tanah Batak bagian utara yang didiami suku Batak Toba masih sangat tertutup. Daerah ini memang terkurung dalam isolasi geografis oleh pegunungan dan hutan belantara di dataran tinggi Bukit Barisan. 

Suku Batak Toba kala itu masih dibelenggu agama suku dan pelbegu (pagan). Berdasarkan catatan para musafir dan pejabat kolonial Inggris dan Belanda,  suku Batak Toba masih dicengkeram  corak peradaban yang cenderung primitif karena hidup dalam permusuhan, perbudakan, penculikan, perampokan, perjudian, tradisi mistik, hingga kanibalisme. (Tentu saja, pandangan ini terlalu prematur tanpa penelitian mendalam sebagaimana dilakukan para peneliti Eropah pada pertengahan abad ke-19).

Sebagai catatan, Tanah Batak bagian utara benar-benar masih tertutup menunggu kedatangan I.L. Nommensen ke Silindung  pada tahun 1863. Pemerintah kolonial Belanda sendiri menyebut daerah ini De Onafhankelijke Bataklanden (daerah Batak merdeka) sebelum menganeksasi Silindung pada tahun 1876.

MISIONARIS PERINTIS DI TANAH BATAK

Di tengah keadaan itulah, pada tahun 1824 Gereja Babtis Inggris (Babtis Church England) mengutus dua pendetanya ke Silindung, yaitu Richard Burton dan Nathaniel Ward. Merekalah misionaris pertama yang merintis Pekabaran Injil ke Tanah Batak. Sayang, misi mereka gagal karena ditolak para raja dan penduduk Silindung. Ward sendiri memilih menetap di Padang.

Sepuluh tahun kemudian, yaitu pada tahun 1834, Gereja Babtis Boston (American Babtist Mission) mengutus dua pendetanya, Munson dan Lyman untuk  meneruskan jejak Burton dan Ward.  Mereka masih tergolong muda.  Munson lahir di New Sharon, Maine, pada 23 Maret  1804 sedangkan  Lyman lahir di Northampton, Massachusetts,  pada 23 November 1809. Mereka menamatkan sekolah pendeta di Androver pada tahun 1832. Saat memasuki Tanah Batak, usia Munson masih 30 tahun sedangkan Lyman jauh lebih muda, yaitu 25 tahun. Mereka sudah beristeri.
 
Munson-Lyman didampingi istri  meninggalkan Boston pada 10 Juni 1833 dan tiba 105 hari kemudian di Batavia, yaitu pada 30 September 1833. Mereka dijemput  Pdt Medhurst, seorang misionaris utusan zending Inggris, London Missionary Society (LMS). Selama di Jakarta, sembari  menunggu surat izin dari pejabat Gubernur Jenderal JC Baud di Bogor, mereka membuka pelayanan pengobatan serta memperlengkapi diri dengan belajar bahasa Melayu dan bahasa Cina.

Munson-Lyman, tanpa didampingi isteri meninggalkan Batavia  pada 7 April 1834 dan tiba di Pulau Poncan Ketek-Sibolga 17 Juni 1834. Sebelumnya mereka singgah di Bengkulu,  Padang, Pulau Batu, dan Pulau Nias. Selama di Padang (26 April – 11 Mei 1834) mereka banyak diskusi perihal suku Batak dengan Nathaniel Ward, yang bersama –sama dengan  Richard Burton telah mengunjungi Silindung pada tahun 1824.

Ketika itu sebagian  Pantai Barat Tapanuli sudah dikuasai Belanda. Di Sibolga, Munson-Lyman diterima pejabat Belanda yang disapa Tuan Bonnet.  Tuan Bonnet cukup berbaik hati memberikan mereka sejumlah perlengkapan. Mereka berangkat menuju Silindung pada 23 Juni 1834 didampingi penerjemah, tukang masak, dan kuli angkut.  Salah seorang pendamping itu bernama Jan, yang dihunjuk langsung oleh Tuan Bonnet.

Malam hari sebelum keberangkatan mereka, Lyman menuliskan surat yang ditujukan kepada jemaat dan badan zending yang mengutus mereka di Boston. Isi surat tersebut secara garis besar menggambarkan ketetapan hati mereka untuk menyebarkan agama Kristen dengan segala resikonya ke tengah  suku Batak yang disebut Lyman ”liar, penuh teror, serta  suku ganas yang sangat ditakuti di pedalaman Sumatera”.
 
Rute Sibolga ke Silindung (Tarutung) tentu tidak seperti yang kita bayangkan sekarang. Jalan lintas Tapanuli yang menghubungkan Sibolga ke Sumatera Timur melalui Tarutung dan Adiankoting baru dibangun Belanda pada tahun 1917-1920. Dalam peta modern jarak Sibolga ke Silindung (Tarutung) adalah 88 kilometer sedangkan Sibolga ke Adiankoting berjarak 62 kilometer. Begitulah, kala itu, perjalanan mereka sangat menantang, 6 hari lamanya, melalui medan yang berat, berliku-liku naik gunung dan turun lembah serta hutan belantara, menyisir tebing dan jurang serta menyeberangi sungai di tengah ancaman binatang buas dan serangga mematikan.  Mereka tiba di Sisangkak, Lobupining pada 28 Juni 1834.

Dikisahkan bagaimana Raja Panggalamei dan kaumnya mencegat dan membunuh Munson-Lyman.  Bukan hanya dibunuh. Konon, setelah tewas, jasad mereka dimutilasi, dilemparkan ke bara api, lalu disantap dengan lahap oleh Raja Panggalamei dan kaumnya itu hingga menyisakan tulang belulang. Terlalu mengerikan untuk dibayangkan sebagaimana  digambarkan Nellie deWaard dalam buku “Perintis di Sumatera” (The Camelot Press Ltd, London & Southampton: 1963). (Penggambaran Nellie deWaard sendiri begitu detail, seperti laporan pandangan mata di mana penulis seakan-akan turut dalam peristiwa. Tentu saja, dengan narasi yang demikian mulai dari keberangkatan Munson-Lyman dari Sibolga sampai terbunuh di Lobupining membuat isi buku ini cenderung meniru novel fiksi). 

Munson-Lyman sebagai martir, pahlawan Tuhan, begitu diyakini Susan Williard Whitney, ibunda Lyman,  setelah mengetahui peritiwa itu bersama jemaat lainnya di Boston. Wanita yang amat religius itu tidak meratapi kematian anak kesayangan semata wayangnya. Ia berkata:  “Anak laki-laki saya telah mati. Ia adalah satu-satunya anak saya, tetapi penyesalan saya satu-satunya adalah bahwa saya tidak memiliki anak yang lain untuk dikirim kepada orang-orang Batak untuk menggantikannya.” Sungguh luar biasa!

Di kawasan Lobupining  telah dibangun monumen yang diberi nama “Memorial Martir Henry Lyman dan Samuel Munson”.  Di dekat diorama monumen terdapat sebuah makam yang diyakini sebagai tempat tulang belulang Munson-Lyman dikubur. Pada salib yang terbuat dari batu marmer hitam di makam itu tertulis dalam bahasa Jerman dan Batak: “Zar Erinnerung an die Americanilchen Martyer des Evangeliums in Batakland. Henry Lyman und Samuel Munson. 1834. Joh. 16,1-3 Mudar ni halak Martyr i do boni ni huria ni Tuhan Jesus.”

KENAPA MUNSON-LYMAN DIBUNUH?

Pertanyaan ini masih terjebak dalam beragam versi. Yang paling mengemuka adalah trauma suku Batak  terhadap pendatang menyusul teror kaum Padri, serta sikap antikolonial orang Batak karena mengira Munson-Lyman adalah orang Belanda yang akan menganeksasi Tanah Batak  merdeka. Versi lain adalah pelampiasan amarah Raja Panggalamei akibat matinya seorang ibu yang tertembak oleh pengawal Munson-Lyman. Versi yang tidak kalah penting  adalah intrik politik Belanda yang tidak menyukai kehadiran misionaris Amerika dan Inggris.

Namun, terlepas dari beragam versi di atas, salah satu kendala Munson-Lyman adalah nihilnya penguasaan mereka terhadap bahasa Batak, sehingga celaka, mereka tidak mampu menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan mereka setelah penerjemah yang mendampingi mereka melarikan diri ke dalam hutan.

Di banyak zending, para misionaris terlebih dahulu dilatih untuk menguasai bahasa daerah dan penerjemahan Alkitab, psikologi, dan etnologi (ilmu mengenai suku bangsa) sesuai daerah tujuan ke mana mereka akan melakukan Pekabaran Injil. Burton-Ward sudah melakukan hal itu meski kurang memadai dan sebaliknya Munson-Lyman hanya mempelajari bahasa Melayu dan bahasa Cina selama di Batavia. Juga sangat beda dengan Nommensen yang telah mempelajari ikhwal budaya Batak berdasarkan penelitian Junghun (1840) dan Oscar van Kessel (1844), terutama Neubronner van der Tuuk (1852). Bahkan, selama berbulan-bulan Nommensen amat rajin dan serius mempelajari bahasa Batak Toba sejak tinggal di Barus pada 23 Juni 1862 sampai menempati pos di Parusorat dan Bungabondar pada tahun 1863.

Boleh dikatakan, Munson-Lyman --termasuk badan zending yang mengutus mereka --terburu-buru untuk tidak mengatakan ceroboh atau gegabah.

PRAHARA PERANG PADRI

Terhadap versi motif pembunuhan Munson-Lyman, agar tidak samar, ada baiknya kita menyinggung peristiwa politik Perang Padri dan agresivitas syahwat berkuasa pemerintah kolonial Hindia Belanda. 

Perang Padri  berlangsung sejak tahun 1803 sampai dengan 1838. Perang ini bermula dari perang saudara sesama orang Minangkabau beragama Islam yaitu antara kaum Padri penganut aliran Wahabi dengan kaum adat Kerajaan Pagaruyung. Perang Padri kemudian berkembang menjadi peperangan antara kaum Padri dan masyarakat Minangkabau dengan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Di tengah periode perang itulah kaum Padri menyebar teror ke tengah suku Batak Mandailing dan Batak Toba (Orang Batak Toba menyebut periode ini Tingki ni Pidari).

Kaum Padri adalah penganut aliran Wahabi yang kukuh menegakkan syariat Islam di bumi Minangkabau. Semua yang tidak sesusai dengan Al Qur’an dan Hadist harus diperangi. Sasaran mereka adalah kaum adat dan pemuja berhala.  Puncak perang saudara ini terjadi pada tahun 1815.

Karena kesulitan menghadapi kaum Padri, pada tahun 1821, Kerajaan Pagaruyung akhirnya meminta bantuan Belanda yang berkedudukan di Padang (perjanjian kerjasama perang dengan sendirinya mengikat Kerajaan Pagaruyung tunduk kepada Belanda).

Perang terhadap Belanda dibagi dalam dua periode. Perang jilid satu, di mana kaum Padri dipimpin Tuanku Nan Renceh, dimulai dari tahun 1821 sampai dengan 1825. Masa jeda perang terjadi setelah gencatan senjata, sebelum berlanjut ke jilid dua dari tahun 1831 sampai dengan 1838. Perang jilid dua ini diwarnai bergabungnya kaum adat dengan kaum Padri sehingga dengan demikian Belanda bukan lagi hanya menghadapi kaum Padri tetapi secara keseluruhan masyarakat Minangkabau. Perang berakhir setelah Tuanku Imam Bonjol, yang menggantikan Tuanku Nan Renceh karena meninggal,  ditangkap tahun 1837 dan jatuhnya benteng terakhir Padri di bawah komando Tuanku Tambusai pada tahun 1838.

Masa jeda Perang Padri, pada tahun 1825, dimanfaatkan kaum Padri menyerang Tanah Batak. Gerakan  purifikasi pelaksanaan ajaran Islam difokuskan Tuanku Tambusai mulai dari Tambusai, Barumun, Padang Lawas, sampai ke Mandailing.

Adapun ke Tanah Batak Utara (Silindung, Humbang, Toba Holbung) gerakan kaum padri yang ganas dan mematikan dipimpin oleh Tuanku Rao didampingi Tuanku Ali Sakti. Mangaraja Onggang Parlindungan menggambarkan biadabnya teror kaum Padri itu dalam buku “Pongkinangolngolan Sinambela gelar Tuanku Rao: Teror Agama Islam di Tanah Batak 1816-1833” (Djakarta: Tanjung Pengharapan, 1964). Dengan kekuatan 15.000 pasukan berkuda terlatih mereka mengepung Tanah Batak dari berbagai arah, membinasakan lebih dari separuh suku Batak Toba. Aksi ini tidak beda dengan genosida atau pembantaian suku.

Kebiadaban kaum Padri juga digambarkan Basyral Hamidy Harahap dalam buku “Greget Tuanku Rao” (Jakarta: Komunitas Bambu: 2007). Mereka bergerak dengan tangan besi, membunuh siapa saja yang tidak sealiran dengan mereka,  merampok, membumihanguskan kampung-kampung, memperkosa, bahkan menculik perempuan untuk dijual, dijadikan gundik maupun diperbudak.  Menyedihkan, penganjur pemurnian ajaran agama, itu malah mempraktikkan cara-cara keji yang sama sekali jauh dari anjuran agama. 

Berbeda dengan Tuanku Tambusai, aksi teror Tuanku Rao ke kaum Batak Toba tidak semata-mata pembantaian massal terhadap apa yang mereka sebut penyembah berhala. Dalam literatur Batak Toba mengikuti Mangaraja Onggang Parlindungan, Tuanko Rao tidak lain adalah Sipongkinangolngolan, bere Sisingamangaraja X yang dibuang dari Bakara akibat hasil hubungan incest (perkawinan sumbang sesaudara). Gerakan itulah, konon yang lebih menguasai Tuanko Rao sehingga ia melampiaskan dendam dengan cara memenggal kepada Raja Sisingamangaraja X. (Ada versi yang mengatakan, yang membunuh Raja Sisingamangaraja  X adalah Jatenggar Siregar gelar Tuanku Ali Sakti).

Teror kaum Padri di Tanah Batak Utara berakhir pada tahun 1829. Selama masa itu kawasan Tanah Batak Utara diserang epidemi ganas yaitu wabah kolera, tipus, pes, rejan, dan cacar hitam akibat banyaknya mayat dan bangkai hewan yang  bergelimpangan; kedaaan itulah yang menelan banyak lagi korban sekaligus memaksa kaum Padri meninggalkan Tanah Batak Utara. (Tuanku Rao kemudian tewas di tangan pasukan Letkol Raaf dalam suatu pertempuran di Air Bangis).

Invasi kaum Padri menyimpan luka dan trauma yang amat mendalam di kalangan suku Batak Toba. Menurut sebagian pendapat, salah satu eksesnya adalah pembunuhan Munson-Lyman oleh Raja Panggalamei karena dihantui ketakutan masuknya para pendatang; mengutip Sitor Situmorang dalam bukunya “Toba Na Sae” (Jakarta: Komunitas Bambu, 2009), motif utamanya adalah akibat pelanggaran kedaulatan negeri.

Menarik untuk disimak penjelasan Dr. A. Schreiber sebagaimana dikutip Dr. Justin Sihombing, dalam bukunya “Saratus Taon Huria Kristen Batak Protestan” (1961),  yang mengaitkan kematian Munson-Lyman dengan invasi kaum Padri dan kunjungan Burton-Ward.

Invasi kaum Padri ke Tanah Batak pada tahun 1825 hanya berselang setahun setelah kunjungan Burton-Ward ke Silindung yaitu pada tahun 1824. Saat kunjungannya itu, dalam kotbahnya Burton pernah mengatakan, “Ingkon jolo marmetmet jala gale do hamu, asa tarbahen masuk tu harajaon di Debata”  (Kamu harus terlebih dahulu kecil dan lemah sehingga bisa masuk ke Kerajaan Surga).  Penggunaan kata “metmet” (kecil) dan “gale” (lemah) sebenarnya keliru,  sebab Burton tidak memiliki diksi yang tepat untuk mengatakan “serep ni roha” (rendah hati). Karena menolak kedatangan Burton-Ward, penduduk Silindung kemudian berasumsi bahwa invasi Padri adalah bagian dari muslihat Burton-Ward untuk “mengecilkan jumlah” dan “melemahkan kekuatan” orang Batak.  Eksesnya, para raja di Silindung kemudian sepakat untuk menolak “si bontar mata” (si mata putih untuk mengatakan bangsa kulit putih) memasuki Tanah Batak; kesepakatan itulah yang konon dijalankan Raja Panggalamei.

PENGARUH BELANDA

Hegemoni Belanda atas seluruh gugusan kepulauan Indonesia semakin menguat dibandingkan Inggris usai  Konvensi London (1814) dan Traktat London (1824). Atas perjanjian tersebut terjadilah tukar-menukar daerah kekuasaan antara Belanda dan Inggris, di mana kemudian  Belanda berkuasa atas pantai barat Sumatera dan penjuru tanah air lainnya, sedangkan Inggris memilih menguasai Selat Malaka dan pantai sebelah timur Sumatera.

Berturut-turut Belanda semakin berkuasa di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatera  yaitu Padang (1817), Palembang (1823), Bengkulu (1825), serta Natal dan Sibolga (1825). Usai Perang Padri (1838),  kekuasan Belanda semakin kukuh di seluruh Minangkabau, Mandailing, Angkola, Padanglawas, dan Daludalu (Riau).
 
Pada tahun 1837, Belanda telah menetapkan garis-garis perbatasan antara daerah-daerah Batak yang mereka kuasai dengan daerah Batak yang belum dikuasai. Daerah Batak yang dikuasi Belanda adalah Barus, Natal, Mandailing, Barumun-Sosa, Padangbolak, Angkola, dan Sipirok. Dengan begitu, daerah Batak lainnya seperti Silindung, Humbang, Toba Holbung, dan Samosir masih daerah Batak merdeka. (Untuk sementara Belanda masih menahan diri mencaplok daerah Batak merdeka yang dikuasai Raja Sisingamangaraja sebelum tahun 1876 sebagaimana Regerings-Besluit 1876 diterbitkan).

Raja-raja dan penduduk Tanah Batak Utara sudah tidak senang atas invasi Belanda ke Tapian Nauli (Sibolga). Dengan mengesampingkan kelegaan mereka atas upaya Belanda memerangi kaum Padri, raja-raja dan penduduk Tanah Batak Utara, itu tetap was-was jika sewaktu-waktu kedaulatan negeri mereka akan dirampas penjajah.

Di sisi lain, rivalitas antara Belanda dengan Inggris nyatanya belum pupus  usai Traktat London. Prof. Dr. W.B. Sidjabat, dalam bukunya, “Ahu Sisingamangaraja” (Jakarta: Pustaka Sinar Harapan, 2007) menulis begitu besarnya kecurigaan Belanda terhadap Inggris, sehingga orang Amerika pun, yang pada waktu itu sudah mulai muncul di perairan Nusantara, turut juga kena getahnya.

Ditambahkan, kecurigaan itu bukan saja di bidang perdagangan, melainkan juga di bidang lain, sehingga Belanda juga mencurigai dan mempersulit misionaris dari Inggris dan Amerika. Kenapa? Belanda takut kelemahan pemerintahan mereka akan dibocorkan ke pihak Inggris. Alasan lain, takut kalau-kalau misionaris Amerika membocorkan  kejahatan Belanda justru ke orang Batak yang sewaktu-waktu daerahnya akan dijajah.

Dengan demikian, kedatangan Munson-Lyman ke pedalaman Tanah Batak tidak terlepas dari situasi politik yatu sikap Belanda yang penuh curiga terhadap misionaris Amerika dan Inggris, ditambah trauma penduduk atas invasi kaum Padri dan kekhawatiran akan dijajah “si bontar mata”.

Dengan mengutip sejumlah dokumen (termasuk Memoirs of The Munson & Lyman yang diterbitan di New York, 1839), Sidjabat berusaha mengungkap muslihat Belanda atas kematian Munson-Lyman. Cara paling licik, oleh Belanda adalah menghunjuk Jan sebagai pendamping Munson-Lyman, dialah yang terlebih dahulu berbicara dengan penduduk Lobupining, sehingga dalam seketika Raja Panggalamei dan kaumnya mengepung kemudian membunuh Munson-Lyman.  Kemungkinan besar Jan membisikkan bahwa Munson-Lyman adalah pihak Belanda. Jan sendiri berhasil melarikan diri dan kembali ke Sibolga. Sosoknya masih misterius sampai dengan sekarang.

Situasi di Tanah Batak pada waktu itu memang masih genting. Paska invasi kaum Padri, Raja Berampat di Silindung yang tunduk kepada Raja Sisingamangaraja XI telah memperingatkan raja-raja di teritori mereka termasuk Raja Panggalamei untuk mewaspadai siapa saja yang memasuki daerah Silindung. Lobupining merupakan satu-satunya  jalur menuju Silindung dari Sibolga dan Barus, jalur lainnya adalah Pahae dan Sarulla dari arah Angkola dan Mandailing (jalur inilah yang  kemudian dilalui Nommensen menuju Silindung pada tahun 1863).

TENTANG KANIBALISME

Bagaimanapun, aksi pembunuhan Munson-Lyman oleh Raja Panggalamei tetap mendapat reaksi keras dari orang-orang Batak di sekitar Lobupining.  Dalam “Memoirs Munson & Lyman” sebagaimana dikutip Sidjabat, desa-desa sekitar itu malah berencana membalas kejahatan Raja Panggalamei setelah mengetahui maksud baik kedatangan Munson-Lyman.

Sejatinya, orang-orang Batak kala itu adalah masyarakat yang hidup teratur yang diistilahkan Sitor Situmorang sebagai state-tendency (tendensi bernegara), mengorganisir diri dalam lembaga bius, huta, horja, dan onan na marpatik. Sehingga dengan demikian orang Batak hidup dengan tata krama, serta peradaban yang dibangun oleh “patik dohot uhum”.  “Patik” adalah nilai mengenai benar dan salah yang berkenaan dengan akhlak atau etika perilaku. “Uhum” adalah norma atau aturan dan ketentuan yang mengikat, ada sanksinya, tatanan dan kendali yang sesuai dan berterima di tengah masyarakat. Sebagaimanapun krisis invasi kaum Padri yang dialami orang Batak, keadaan itu tentulah tidak serta merta memporakporandakan nilai-nilai adat dan budaya yang sudah mengendap turun-temurun.

(Burton-Ward sendiri dalam laporannya setelah mengunjungi Siindung dalam “Journey into the Batak Country” cukup menggambarkan sikap ramah tamah penduduk Silindung; mereka disambut dan ditampung selayaknya tamu menurut adat negeri setempat. Mereka juga terkesan menyaksikan situasi damai dan makmur di lembah Silindung).

Atas alasan di atas, meskipun Raja Panggalamei salah, namun tidaklah masuk akal apabila mereka membakar dan memakan tubuh manusia;  bahkan keluarga Munson-Lyman sendiri pun tidak meyakini hal itu. Lagi pula, sepanjang yang kita ketahui, praktik kanibalisme di kalangan orang Batak sama sekali tidak mempunyai bukti ilmiah dan historis, hanya isapan jempol pemerintah kolonial Inggris dan Belanda, ditambah misionaris Jerman.

GARIS SEJARAH PEKABARAN INJIL DI TANAH BATAK

Setelah Burton-Ward (1824) dan Munson-Lyman (1834) yaitu utusan Gereja Babtis Inggris dan Amerika, Pekabaran Injil di kalangan suku Batak disusul  utusan Zending Ermelo Belanda yaitu Gerrit van Asselt (1857) ditambah F.G Betz, Dammerboer, Koster, dan van Dallen.  Badan Zending Rheinische Missiongesellschaft (RMG) Jerman seterusnya mengutus  Klammer dan Heine (1861), kemudian I.L.Nommensen (1862).

Misionaris Nommensen yang lahir 6 Februari 1834, lima bulan sebelum kematian Munson-Lyman, dicatat sebagai penggerak utama penyebaran agama Kristen di Tanah Batak, yang kemudian menghasilkan sejumlah denominasi gereja di Indonesia, yaitu HKBP, HKI, GKPI, GKPS, HKBP Angkola, dan lain-lain. Gereja Dunia memuji, di tangan Nommensen telah tumbuh gereja muda terbesar di dunia.

BABAK AKHIR KEHIDUPAN RAJA PANGGALAMEI

Dalam buku yang ditulis Jonathan Nommensen,  anak I.L. Nommensen, “Barita ni D. Theol. L. Nommensen: Parsorion Dohot Na Niulana” (Medan: Prima Anugerah) ditulis bahwa pada tanggal 30 Juli 1864, setahun setelah membuka pos Pekabaran Injil di Silindung, Nommensen pernah menemui Raja Panggalamei ke Pintubosi, tempat tinggalnya belakangan setelah pindah dari Sisangkak. Sayang, mereka hanya bertatap muka sebentar, sebab tidak berapa lama kemudian Raja Panggalamei melarikan diri ke dalam hutan. Pada saat itu Nommensen melepaskan seorang remaja yang dipasung Raja Panggalamei, dan menjanjikan uang tebusan.  Raja Panggalamei kemudian menemui Nommensen untuk menagih janji.  Pada kesempatan itu Nommensen berusaha menasehati Raja Panggalamei dengan siraman firman Tuhan untuk bertobat. Namun, Raja Panggalamei tetap bergeming.

Raja Panggalamei menghabiskan masa tua dalam keadaan sakit parah, hanya bisa terbaring di tempat tidurnya akibat disambar petir, hingga akhir hayatnya.

Salah seorang keturunan Raja Panggalamei bernama Binner Lumbantobing sehari-hari  bertugas sebagai penjaga makam Munson-Lyman di Lobupining. Dalam suatu wawancara dengan penulis beberapa tahun lalu, ia mengaku keturunan Raja Panggalamei telah “memutus rantai kutuk” setelah beberapa keturunan Raja Panggalamei menjadi pendeta. 
/////////

Penulis: Antoni Antra Pardosi (Ompu Adriell Doli) tinggal di Tambun Bekasi, jemaat HKBP Jakasampurna Bekasi

Berjalan kerumah Allah

Berbagi renungan dari bahan Santapan Harian (Scripture Union Indonesia) Pengkhotbah 4: 17-5: 6

Jagalah langkahmu, kalau engkau berjalan ke rumah Allah! Menghampiri untuk mendengar adalah lebih baik dari pada mempersembahkan korban yang dilakukan oleh orang-orang bodoh, karena mereka tidak tahu, bahwa mereka berbuat jahat. (4: 17)

Apa yg dikatakan FT ini?

1. Org yg datang ke Rumah Allah itu, lebih baik utk mendengar dr pd mempersembahkan korban.

Rupanya pd zaman itu, ada org datang ke Rumah Tuhan utk mempersembahkan korban dan bukan untuk mendengar FT, shg mrk itu disebut org2 bodoh & berbuat jahat.

FT ini juga berlaku sd sekarang ini, krn itu jgn sampai kita disebut sebagai org2 bodoh dan yg melakukan kejahatan, karena kita tdk lagi mengutamakan mendengar FT, ttp kita lebih menekankan pemberian persembahan kpd Tuhan di gereja.

Artinya sama seperti zaman Salomo dulu, yg terutama dlm ibadah atau bahkan hidup kita sebagai orgnyg percaya & beriman kpd Yesus adalah untuk mendengar FT dan bukan yg lain2

2. Org hrs hati2 dlm berkata-kata, terlebih-lebih kpd Allah. Percapan-percakapan bodoh & tdk berguna sering sekali disebabkan oleh karena banyaknya perkataan.

Itu sebabnya FT ini mengingatkan agar org2, khususnya umat Tuhan, untuk lebih berhati-hati dlm berkata-kata, terlebih-lebih kpd Tuhan.

FT ini masih relevan & berlaku juga bagi kita yg sdh percaya & beriman lpd Yesus, khususnya para pemimpin gereja. Kita harus hati2 dlm berkata-kata, spy dgn demikian, kita lbh mempermuliakan Tuhan & memberkati umat-Nya.

3. Org hrs menepati nazarnya kpd Tuhan. Jadi kalau seseorang tidak bisa menepati nazar yg sdh dibuat, mk orang itu sebaiknya jangan bernazar.

Ketika seseorang mau bernazar, mk dia hrs benar2 memikirkan nazarnya itu, spy jangan sampai dia mengingkari nazarnya itu.

Sama seperti zaman Salomo itu, pd zaman ini, kitapun hrs menjaga & menepati janji yg sdh kita perbuat terlebih-lebih kpd Tuhan. Karena itu, sebelum mengemukakan janji, mk kita hrs menganalisis janji kita dgn sungguh2, sebelum mengikrarkannya.

4. Jangan gara2 mulutnya org jd berdosa, spy jgn Allah murka, ttp hendak org takut akan Allah.

Dari dahulu kala, ternyata seringkali mulut manusia itu membuat berdosa.

Itu sebabnya Salomo mengingatkan umat Tuhan, termasuk kita, spy kita berhati-hati & jgn sampai gara2 mulut membuat kita berdosa.

Tekad & doa kita.

Kita harus berjuang dgn sungguh2 agar kita mendengar FT di rumah ibadah, kita harus menjaga, spy kita jgn banyak berkata-kata dlm percakapan bodoh, ttp kita hrs takut akan Tuhan.

Semoga Tuhan menolong kita, seperti FT di atas. Amin.

Selamat malam & selamat beristirahat dlm Tuhan. TQ & GBus. (PB)

Kita diberikan Karunia

Pengkhotbah 6:1-2 (TB)  Ada suatu kemalangan yang telah kulihat di bawah matahari, yang sangat menekan manusia:
orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan suatu pun yang diingininya, tetapi orang itu tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit.

https://alkitab.app/v/93612f781b5a

Selamat pg buat kita semua..
😊😊

1 Yohanes 5:20 (TB)  Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
πŸ™πŸ™πŸ™

KITA DIBERIKAN KARUNIA

Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorang pun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: "Terkutuklah Yesus!" dan tidak ada seorang pun, yang dapat mengaku: "Yesus adalah Tuhan", selain oleh Roh Kudus. ...

Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

1 Korintus 12:3, 11 (TB) 

Setelah Yesus Kristus naik ke surga, Allah mengaruniakan RohNya kepada kita di dunia untuk membimbing dan menuntun kehidupan kita agar tetap berkenan kepadaNya. Roh Allah jugalah yang memampukan kita mengakui segala dosa kita, untuk mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita, untuk hidup sebagai anak-anak Allah, sama sekali bukan karena kekuatan kita sendiri. Roh Allah juga memberikan rupa-rupa karunia yang berbeda pada kita  anak-anakNya sesuai kehendak Allah.

Ketika Roh Allah berada di dalam kita, sudah sepatutnya apapun yang disukai Allah menjadi kesukaan kita, apapun yang dibenci Allah menjadi kebencian kita. Dengan kedagingan kita tentu masih sangat sulit bagi kita untuk menuruti keinginan Roh Allah ini karena Dia tidak menjadikan kita seperti robot yang otomatis bekerja tanpa ada kemauan pribadi, Dia tetap memberi kebebasan pada kita untuk memilih segala sesuatunya. Tetapi rupa-rupa karunia yang berbeda-beda diberikanNya bagi kita guna memperlengkapi kita hidup berkenan bagiNya ketika masih hidup dalam kedagingan ini. Dia memberikan kuasa bagi kita untuk melayaniNya dalam sisa hidup kita di dunia ini, bukan untuk melayani kepuasan pribadi kita ataupun keinginan dunia ini.

Berbagai karunia diberikan bagi kita seperti: berkata-kata dengan hikmat,  berkata-kata dengan pengetahuan, karunia beriman, karunia untuk menyembuhkan, karunia melakukan mujizat, untuk bernubuat, untuk membedakan bermacam-macam roh, untuk berbahasa roh, dan untuk menafsirkan bahasa roh. Mari cek ricek diri kita, karunia mana yang telah Allah berikan bagi kita? Bagaimana kedekatan kita dengan Allah menjadi kunci bagaimana kepekaan kita dengan karunia yang Dia berikan kepada kita. Semua karunia yang berbeda-beda itu dianugerahkan dan dikerjakan oleh Roh Allah yang Esa di dalam setiap kita anak-anak Allah.

Rupa-rupa karunia yang Allah berikan bagi kita bukanlah untuk kepentingan pribadi kita melainkan untuk kepentingan bersama. Firman Allah menegaskan hal ini, mengingat sifat dasar kita manusia sombong dan serakah yang sering di dalam hati egois dan mementingkan diri sendiri. Allah mau kita terus belajar seperti Dia, memberikan diri dengan karunia berbeda-beda itu untuk saling melengkapi satu dengan yang lain demi kepentingan perwujudan kerajaanNya di tengah-tengah dunia ini. Jadi telah jelas bahwa Roh Allah yang sama memberikan karunia yang berbeda pada kita, supaya kita pun satu sama lain memiliki tujuan yang sama, hanya demi kemuliaan Allah bukan kemuliaan manusia.

KiraNya Allah sumber segala karunia surgawi, berkenan memberikan kepekaan rohani bagi kita untuk menyadari dan mengerjakan karunia apa yang telah Dia berikan bagi kita. Hidup kita yang singkat, agar dipimpinNya ke arah mana kita dapat lebih berguna menggunakan karunia itu. Sehingga tidak sia-sia waktu kita yang masih tersisa, keseluruhan hidup kita semakin dapat menyaksikan dan memuliakan namaNya saja.
Terpujilah nama Tuhan. AMIN.

#erbs290620

Sebentar

*SEBENTAR*

Yakobus 4:14  "Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu?
Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap."

Hidup ini hanya SEBENTAR...

Untuk itu..

Mintalah *kesabaran...*
Ketika sedang susah hati.
Mintalah *kekuatan..*
Ketika sedang lemah diri..
Mintalah *keadilan* ketika di hina, di ejek.  dicurangi dan difitnah.
Mintalah *hati yang memaafkan*
 ketika dilukai..

Milikilah *semangat*
 ketika sedang berjuang.
Milikilah *ketenangan hati* ketika menghadapi kegalauan..
Milikilah  *pengharapan*
 di tengah gelombang hidup.
Milikilah *sukacita..*
Dalam segala situasi...

Ucapkanlah *Syukur..*
Walau apapun yang terjadi.

*Musuh* yang terbesar adalah ego diri..
*Kekuatan terbesar* adalah keyakinan..
Dalam diri..

*Sahabat sejati* adalah..
Siapa yg menghargai setiap perjuangan kita..
Mendukung kita dihadapan semua orang..
Menutupi kesalahan kita,  menasehati dan mengingatkan kita dengan kasih.

Perjalanan hidup ini adalah *lukisan...*
Dengan berbagai goresan dan warna..
Warisankanlah lukisan yg baik dan indah..
Bagi anak - cucu kita.

Tidak perlu bertanya *akhir perjalanan...*
Tapi tanyakan pada diri..
apa yang sudah dilakukan selama diperjalanan..

Yang *beruntung* belum tentu yang berumur panjang..
Tetapi yang berjalan bersama dengan yang *pasti.*

 "Kata *Yesus* kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku"
( Yoh 14:6 ).
πŸ™πŸ™πŸ™
@MATA

Berbeda tetapi Satu

BANYAK DAN BERBEDA TETAPI SATU

Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
1 Korintus 12:27 (TB) 

Yesus Kristus, Tuhan telah turun dari tahtaNya di surga, merendahkan diriNya dan taat sampai mati di kayu salib demi menyelamatkan kita manusia berdosa. Tubuhnya telah tercabik-cabik demi kehidupan kekal anak-anakNya, bagj yang mau menyerahkan diri untuk percaya kepadaNya dan hidup melakukan kehendakNya. Dan ternyata tubuh Kristus itu adalah kita, milik kepunyaanNya yang telah dibeli dan dibayar lunas dari keadilan Allah sendiri yaitu dari hukuman maut. TubuhNya yang terdiri dari banyak anggota namun kita adalah satu di dalam Kristus.

Pernahkah kita merasakan sakit di jari kelingking kita ketika terjepit pintu atau ketika tertusuk duri yang dalam? Apakah kita bisa tenang atau terganggu dan berusaha menyembuhkan sakit itu? Apakah pentingnya jari kelingking dibandingkan dengan organ otak kita?  Ternyata sama pentingnya bukan, saling ketergantungan dengan yang lain. Ketika jari kita sakit, semua tubuh kita akan terganggu mekanisme kerjanya, otomatis akan terfokus untuk penyembuhannya.

 Otak di bagian paling atas yang akan mengatur perintah apa yang harus dilakukan organ/bagian tubuh yang lain demi penyembuhan si jari atau bagaimana anggota tubuh yang lain bisa tetap bekerja dengan kondisi ketimpangan yang ada akibat si jari sakit. Demikian juga kita umat kepunyaan Kristus. Yesus Kristus adalah kepala kita, tubuh Kristus. Yesus Kristus pusat segala sesuatuNya. Kita umatNya bisa berbeda-beda latar belakang gereja, adat budaya, bahasa dan tradisi, sosial ekonomi, paham politik dan ideologi, dll nya tetapi kita adalah tetap satu di dalam Kristus. Allah mengizinkan perbedaan itu ada bukan untuk saling menjatuhkan dan menjelekkan, namun untuk saling melengkapi dan mendukung satu dengan yang lain demi kemuliaan namaNya saja.

Namun kita sering menganggap bagian kita adalah yang terbaik dari yang lainnya. Sering kita mendengar dan membaca gereja yang satu merasa lebih baik dari yang lain, marga yang satu merasa lebih hebat dari marga yang lain, negara yang satu merasa lebih maju dari negara yang lain. Atau diri kita sendiri merasa lebih banyak kelebihan dari pada orang lain yang kita anggap rendah karena tidak punya banyak kelebihan seperti kita. Pemikiran seperti ini ternyata malah akan menimbulkan masalah di kemudian hari, seperti yang sudah banyak terjadi dalam sejarah. Latar belakang terjadinya perang antar negara, pertikaian gereja-gereja, konflik-konflik dalam masyarakat, semua terjadi karena merasa diri lebih baik dan tidak membutuhkan pihak lain. Padahal tidak ada satupun bagian kehidupan manusia yang tidak membutuhkan satu dengan yang lain. Allah sudah mengatur dunia ini menjadi satu kesatuan dan saling tergantung satu dengan yang lainnya, dan Kristus sebagai pusatnya.

Lebih jelasnya lagi contoh kecil kita lihat, seorang dokter spesialis jantung tetap membutuhkan jasa seorang tukang pangkas. Seorang presiden tetap membutuhkan jasa seorang tukang masak yang khusus mengatur menunya setiap hari. Seorang dokter tetap membutuhkan perawat yang memudahkan setiap pekerjaannya. Jangan ada yang memegahkan diri, Allah telah mengatur sedemikian rupa keberadaan kita anggota tubuh Kristus dari bagian terkecil sampai terbesar untuk bersinergi mengerjakan pekerjaan baik mewujudkan kerajaanNya di tengah-tengah dunia ini.

Mari kita turut dan taat dalam rencana agungNya. Jangan melawan kehendakNya hanya demi memajukan diri, bagian, komunitas kita sendiri, karena pasti akibatnya adalah kekacauan dan segala masalah. Seperti firmanNya, mari menganggap yang lain adalah lebih penting dari diri sendiri, berlomba-lomba memberikan pelayanan bagi yang lain. Dan Allah memerintahkan yang terbesar malah harus menjadi pelayan bagi yang yang lainnya. INDAH, bukan?
Terpujilah Nama Tuhan. Amin.

#erbs300620

Siapa mencintai uang ?

Berbagi renungan dari bhn Santapan Harian (Scripture Union Indonesia) Pengkhotbah 5: 7-6: 12

Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Ini pun sia-sia. (Ay. 7).

Apa yg dikatakan FT ini?

1) org yg mencintai uang & kekayaan adalah org yg berdukacita. Org yg mencintai uang & harta ini tidak akan pernah puas dgn yg dia miliki (7-16).

Dgn bertambahnya harta & uangnya, mk semakin banyak jg org yg menghabiskannya, ttp dia sendiri tdk menikmatinya, bahkan dia tetap tdk puas.

Dan org yg tdk pernah puas, biasanya tdk akan berbahagia dlm kehidupannya, sdh mempunyai 1 ini, pingin 2, pingin 3 dst. Pd hal Tuhan ingin agar dia puas & bangga dgn anugrah Tuhan yg ada padanya.

Sampai sekarang, banyak sekali kita yg tdk pernah puas dgn harta & kekayaan yg kita miliki. Kita selalu merasa kurang, pd hal harta & kekayaannya sdh melimpah.

Karena itu kita menjadi org yg berdukacita dlm hidup kita, pd hal seharusnya kita bersukacita & bisa menikmati keberadaan kita di dlm Tuhan, shg mempermuliakan Tuhan & memberkati banyak orang.

2) org yg bersukacita itu adalah org yg bersyukur & menikmati kemurahan Tuhan yg ada padanya (17-19).

Dari dahulu sampai sekarang ada juga org yg spt itu. Org itu bersyukur dgn apa yg ada padanya, shg bisa menikmatinya dan dia berbahagia dgn keberadaannya itu, bagaimanapun itu.

Kita yg sdh percaya & beriman kpd Yesus, seharusnya bersyukur sekali dgn apa yg kita miliki yg mestinya kita yakini sebagai berkat Tuhan. Dgn kita bersyukur, mk kita bisa menikmati apa yg ada pd kita, shg kita bersukacita dan nama Tuhan dipermuliakan & umat Tuhan diberkati melalui kita.

3) org yg malang itu adalah org yg kaya raya ttp tdk menikmati kekayaannya. Org yg menikmati kekayaan & hartanya adalah org lain (6: 1-12).

Salomo melihat org kaya raya, ttp tdk bisa menikmati kekayaan & hartanya yg spt ini adalah org yg lebih malang dari anak yg gugur.

Pada zaman inipun banyak kita demikian. Harta dan kekayaan kita melimpah, namun kita tdk bisa menikmatinya, ttp justru harta dan kekayaan kita menjadi malapetaka bagi anak cucu kita. Harta dan kekayaan yg banyak yg akan kita tinggalkan itu membuat mrk berkelahi satu dgn yg lain.

Harta yg kita cari dgn berlelah-lelah, bukan hanya tdk bisa kita nikmati, ttp justru menjadi malapetaka bagi anak cucu kita. Dgn begitu kemalangan yg kita alami adalah kemalangan beruntun, pd hal seharusnya tidak demikian, bila kita bersyukur dgn apa yg kita miliki. Tuhan ingin apa yg kita miliki itu mempermuliakan nama-Nya & memberkati umat-Nya.

Tekad & doa kita.

Kita harus bertekad utk selalu bersyukur dgn harta & kekayaan kita miliki, shg harta & kekayaan kita itu mempermuliakan Tuhan & memberkati umat Tuhan.

Semoga kita diberi hikmat & kekuatan oleh Tuhan. Amin.

Selamat pagi, selamat berkegiatan dlm kondisi pandemik covid 19. TQ & GBus. (PB).

Jangan lekas marah

Pengkhotbah 7:8-14 (TB)  Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati.
Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh. 
Janganlah mengatakan: "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Karena bukannya berdasarkan hikmat engkau menanyakan hal itu.
Hikmat adalah sama baiknya dengan warisan dan merupakan suatu keuntungan bagi orang-orang yang melihat matahari.
Karena perlindungan hikmat adalah seperti perlindungan uang. Dan beruntunglah yang mengetahui bahwa hikmat memelihara hidup pemilik-pemiliknya.
Perhatikanlah pekerjaan Allah! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?
Pada hari mujur bergembiralah, tetapi pada hari malang ingatlah, bahwa hari malang ini pun dijadikan Allah seperti juga hari mujur, supaya manusia tidak dapat menemukan sesuatu mengenai masa depannya.

https://alkitab.app/v/ec218a5d2d0b

Hari Tua

*Perjalanan Terakhir Yang Mengesankan di Hari Tua*

Pagi itu aku membawa mobilku menuju sebuah rumah bercat hijau. Kubunyikan klakson sebagai tanda bahwa taksi yang dipesan telah siap di depan rumahnya. Aku menunggu beberapa menit.   Namun tidak ada tanda-tanda seseorang akan keluar dari rumah itu.
Tadinya aku mau membunyikan klason lagi tapi perasaanku mengatakan aku harus keluar dan mengetuk pintu rumah itu saja.

Aku membuka pintu mobil, berjalan melalui taman di depan rumahnya.
“Taman yang cukup terawat”, pikirku.  Aku mulai mengetuk pintu rumahnya.
Terdengar sebuah suara : “Tunggu sebentar ya”.
Suaranya lemah, sepertinya sudah berusia senja.
Lalu aku dengar langkah kaki dan sesuatu yang diseret menuju ke pintu tempat aku berdiri. 
Tak lama pintu terbuka.
Seorang wanita tua berdiri di depanku.  Dia mengenakan baju berwarna ungu  dan kerudung berwarna senada yang dipakai diatas kepalanya.
Aku menebak umurnya mungkin sekitar 70 an tahun.

Di sampingnya terdapat sebuah koper kecil yang tadi terdengar diseret.  Tidak ada orang lain di rumah itu, bahkan aku perhatikan semua perabotan disana sudah kosong,  terlihat beberapa dus bekas dan meja kecil yang ditutup koran.
Sepertinya pemiliknya akan meninggalkan rumah itu dalam jangka waktu lama atau bahkan tidak ingin kembali kesana.

“Apakah Anda bisa membawa koper saya ke mobil? " dia bertanya.
Aku mengangguk lalu mengambil koper dan memasukannya dalam bagasi  taksi,  kemudian kembali untuk membantu wanita itu.
Dia memegang lenganku dan kami berjalan perlahan menuju tepi jalan tempat aku memarkirkan kendaraanku.
Wanita tua itu berterima kasih kepadaku karena mau memegangnya saat menuju taksi tadi.
 "Tidak mengapa Bu..., itu sudah seharusnya saya lakukan.”
Saya jadi teringat Ibu saya sendiri.  Saya senang jika Ibu saya diperlakukan dengan baik oleh orang lain.
Jadi sudah seharusnya saya juga melakukan hal yang sama pada Ibu. “Oh, Anda sepertinya anak yang baik ya”, katanya.   Aku hanya tersenyum.
Ketika kami sampai di dalam taksi, wanita itu memberi aku sebuah alamat dan kemudian bertanya, "Bisakah Anda berkendara melalui pusat kota?"
"Pusat kota..? Bukankah itu malah menjadi lebih jauh kalau mau ke alamat ini Bu?" jawabku cepat.
“ Oh ya, sy mengerti, tp saya tidak terburu-buru, saya sedang dalam perjalanan ke panti jompo Nak”.
Aku melihat di kaca spion. Matanya berkilauan sepertinya dia menahan tangis.  Terlihat jelas ada kesedihan terpendam di wajahnya.
"Saya tidak punya keluarga lagi Nak..," lanjutnya dengan suara lembut.
“Suami saya sudah meninggal, saya tidak punya anak.  Dokter mengatakan saya punya penyakit serius.
Jika sendirian di rumah,  dokter khawatir terjadi apa-apa dengan saya, jadi dokter menyarankan agar sisa hidup saya ini dihabiskan di panti jompo saja Nak. "

Aku diam-diam mengulurkan tangan dan mematikan argometer.
“ Ibu ingin lewat jalan apa?
Biar saya antar jalan-jalan dengan taksi saya ini”.

Ibu itu pun lalu memintaku untuk melewati jalan di kota yang cukup ramai.
Beliau menunjukkan gedung tempat dia pernah bekerja sebagai seorang sekretaris.
Kami melaju melalui sebuah perumahan,  di mana ia dan suaminya pernah tinggal ketika masih pengantin baru.
Lalu beliau juga memintaku untuk berhenti di depan sebuah gudang mebel yang pernah menjadi ballroom gedung kesenian tempat di mana dia menjadi penari saat masih gadis.
Kadang-kadang dia memintaku untuk memperlambat di depan sebuah bangunan tertentu atau berhenti di sebuah sudut jalan, kemudian dia keluar dari mobil.   Dia  duduk di situ, menatap ke sekeliling, terkadang dia menyentuh tembok, atau benda yang ada disana.  Pandangannya menunjukkan rona kesedihan, namun tidak mengatakan apa-apa.
Tanpa terasa matahari sudah mulai meninggalkan cakrawala. Hari sudah berganti gelap.  Dia tiba-tiba berkata, "Aku lelah.., ayo pergi sekarang".
Kami melaju dalam keheningan ke alamat yang telah dia berikan padaku.
Sesampainya disana, aku melihat Itu adalah sebuah bangunan, seperti rumah peristirahatan kecil.
Sekelilingnya penuh dengan tanaman hias aneka warna.
Suasananya sejuk, sangat cocok untuk menenangkan diri.   Ada kolam ikan di dekat jalan menuju pintu masuk.
Beberapa kandang burung juga ada disana.
Menambah semarak suasana sekitar rumah tersebut. 
Ada dua orang perempuan berbaju perawat yang keluar dari rumah kecil itu.
Mereka membawa sebuah kursi roda.  Terihat garis kecemasan di wajah perawat itu.  Mungkin mereka sudah mengharapan wanita tersebut dari sejak siang tadi.
Aku membuka bagasi, mengambil koper kecil dan membawanya menuju pintu masuk.  Wanita itu sudah duduk di kursi roda.
“Berapa yang harus saya bayar untuk ongkos taksinya nak...? “
(Dia bertanya sambil merogoh tasnya.)
"Gak usah Bu," kataku.
"Wah gak boleh begitu, Anda kan mencari nafkah", jawabnya.
“gak papa bu..., nnt kan ada penumpang yg lain ".
Aku menjawab yakin.
Tanpa berpikir panjang, aku membungkuk dan memeluknya di kursi roda.
Dia balas memelukku dan memegang erat-erat tanganku.
"Nak... Anda sudah memberikan kpd seorang wanita tua ini sebuah kegembiraan yang tiada tara".  Anda sudah memberikan Perjalanan terakhir yang menyenangkan untuk saya kenang.
Terima kasih untuk semua kebaikanmu ya Nak”.
Aku meremas tangannya, dan kemudian berjalan ke dalam cahaya malam yang redup.
Di belakangku terdengar pintu menutup.
Rasanya pilu, dingin dan menyeramkan.  Seperti tertutupnya sebuah harapan dalam kehidupan.

Aku tidak mengambil lagi penumpang di jalan meski ada beberapa yang meminta taksiku berhenti.   Aku pergi tanpa tujuan, melamun.
Selama sisa hari itu, aku hampir tidak bisa bicara.
Pikiranku melayang saat pertama kali bertemu dengan wanita tua itu.  Bagaimana jika bukan aku sopir taksi yang menjemputnya.  Bagaimana jika sopir taksi yang menjemputnya itu tidak keluar dari mobil dan hanya marah-marah sambil klakson berkali-kali untuk memberitahu bahwa taksi sudah datang..?
Bagaimana jika sopir taksi itu tidak mau mengantarnya jalan-jalan seharian?
Padahal di jalan banyak penumpang yang akan memakai jasa taksinya. 
Aku akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan, bahwa aku telah melakukan sesuatu yang benar, selain mencari uang di jalanan dengan taksiku ini. 

Bukankah hidup bagaikan roda yang berputar?
Bagaimana jika wanita tua itu adalah Ibuku sendiri?
Bagaimana jika wanita tua itu adalah istriku sendiri?
Bagaimana jika wanita tua itu adalah anakku sendiri.
Atau bahkan diriku sendiri.

________________

Pesan :
Sebuah tindakan kecil bisa jadi merupakan sebuah hal besar untuk orang lain. Anda mungkin tidak akan mengingat apa yang telah Anda lakukan untuk orang lain. Namun orang lain akan selalu mengingat apa yang telah Anda perbuat sehingga membuat hidupnya menjadi lebih berarti. Maka teruslah memberi manfaat untuk orang lain dan lakukan dengan sepenuh hati.
Sebab hati tidak pernah berbohong.   Dia tahu mana yang harus Anda lakukan atau Anda tinggalkan.
Semoga kita juga, bisa memaknai Hidup kita & Bermanfaat bagi orang Lain.
Aamiin...πŸ€²πŸ™