H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 26 September 2014

HIPERKOLESTEROLEMIA




Ancaman Hiperkolesterolemia Tidak Pandang Bulu


H
iperkolesterolemia merupakan salah satu faktor resiko penyakit jantung koroner. Istilah ini sebenarnya merujuk pada kondisi tubuh saat kadar kolesterol melebihi 200 miligram/desiliter. Namun, hiperkolesterolemia juga sebutan ketika kolesterol jahat atau low density lipoprotein (LDL) dalam tubuh melebihi kadar 150 miligram/desiliter.

      Saat seseorang mengalami hiperkolesterolemia, tubuh akan menjadi lebih rentan terhadap serangan sejumlah penyakit. Penyakit jantung koroner akibat penyumbatan pembuluh darah yang disebabkan penumpukan plak kolesterol bukanlah satu-satunya. Hiperkolesterolemia juga merupakan faktor resiko stroke.

    Sebenarnya, tubuh manusia memproduksi kolesterol secara alami. Di dalam organ hati, sekitar 70-80 persen kolesterol dibentuk. Selebihnya, 20-30 persen, kolesterol didapat dari kandungan dalam asupan makanan. Sayangnya, pola makan buruk seperti terlalu banyak mengonsumsi jeroan, gorengan, fast food, dan seafood membuat kadar kolesterol melonjak.

   Namun, kadar kolesterol yang tinggi juga bisa dipicu oleh faktor keturunan. Jadi jika orangtua atau riwayat keluarga mengalami hiperkolesterolemia, bisa jadi seseorang juga mempunyai kecenderungan angka kolesterol yang tinggi. Jika ini terjadi, pengaturan pola makan perlu dijaga dengan ketat dan gaya hidup yang buruk dan faktor keturunan.

  Baik perempuan maupun laki-laki pun bisa mengalami hiperkolesterolemia. Kadar kolesterolemia yang tinggi juga tidak hanya ditemukan pada orang yang berusia lanjut. Gaya hidup yang buruk seperti pola makan buruk dan minim aktivitas fisik juga menyebabkan hiperkolesterolemia ditemukan pada orang-orang yang berusia lebih muda, bahkan pada rentang usia 20-an sekalipun.

  Lebih-lebih indikasi hiperkolesterolemia sukar dikenali. Pemeriksaan kesehatan khusus diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol dalam darah. Idealnya, pemeriksaan kadar kolesterol dilakukan 1-2 tahun sekali. Namun, beda halnya jika seseorang ternyata telah mengalami hiperkolesterolemia. Ia perlu memeriksa kadar kolesterol lebih rutin dan melakukan diet.

SEHAT MULAI SEKARANG
  Ingin terhindar dari hiperkolesterolemia dan resiko yang disebabkannya ? kuncinya sederhana, ubahlah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat. Cermatilah jenis dan jumlah makanan yang Anda konsumsi setiap hari. Utamakan asupan serat terutama dari sayuran dan buah-buahan. Jika tidak sempat meluangkan waktu untuk olahraga, pastikan aktivitas fisik Anda cukup banyak. Misalnya, mulai hal yang sederhana seperti naik turun tangga di kantor, membersihkan rumah sendiri tanpa bantuan pembantu dan membiasakan berjalan kaki untuk mencapai lokasi-lokasi yang kurang dari tiga kilometer.

  Gaya hidup sehat memang merupakan suatu keharusan. Namun langkah lain sebagai alternatif atau pelengkap untuk membantu menangani kolesterol jahat yang meningkat juga bisa dijajal. Misalnya, mengonsumsi minuman dengan kandungan Plant Stanol Ester. Kandungan ini terdapat dalam minuman seperti Nutrive Benecol dari Kalbe Nutrionals.

    Plant Stanol Ester sebenarnya merupakan senyawa alami dalam tumbuh-tumbuhan yang strukturnya mirip dengan kolesterol dalam tubuh manusia. Uniknya, karena struktur yang mirip dengan kolesterol, Plant Stanol Ester dapat “Menggantikan” posisi kolesterol yang masuk bersama makanan ketika akan diikat di usus kecil, sehingga berkurang karena dihambat. Karena tidak diikat, kolesterol yang tidak terpakai tadi akan dikeluarkan dari dalam tubuh.
 
Mari hidup Sehat........

          Sumber : Koran Kompas