MENDENGAR SUARA-NYA
1 Raja-Raja 19:9-18 , 5 September 2023
Seorang pemuda yang baru saja kehilangan pekerjaan datang kerumah seorang pendeta tua. Sang pemuda bersahabat baik dengan pendeta tua tersebut. Pemuda itu berteriak-teriak memanggil pendeta sambil mengeluh mengenai masalah yang menimpanya. “Pendeta...Pendeta... aku banyak mengalami masalah dalam hidupku dan sekarang aku kehilangan pekerjaan. Mengapa bisa begini ?” Karena pendeta itu sedang belajar di dalam ruangan, ia tidak mendengar teriakan pemuda itu sehingga si pemuda menjadi histeris. Ia mengepalkan tinjunya sambil berteriak, “Pendeta bilang Tuhan akan selalu menolong, tetapi mengapa aku seperti ini ?”
Mendengar ada suara ribut-ribut diluar, pendeta tua pun berjalan keluar. Ia mengucapkan sesuatu dan menanti tanggapan si pemuda. Tetapi si pemuda itu tidak mendengar apa yang dikatakan oleh pendeta tua. Masih diam di tempatnya, si pemuda bertanya, “Pendeta bilang apa ?” Sambil duduk di sebuah bangku kayu, pendeta itu mengucapkan sesuatu, tetapi si pemuda masih belum bisa mendengar apa yang dikatakannya. Akhirnya ia pun mendekati pendeta dan duduk disampingnya. Pendeta menepuk pundaknya dengan lembut sembari berkata, “Anakku, didalam kekalutan karena masalah hidup , terkadang kita tidak bisa mendengar suara Tuhan. Seolah-olah Dia tidak peduli terhadap kita, tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Tuhan kadang berbisik sehingga kita perlu mendekatkan diri kepadaNya agar bisa mendengarkan suaraNya.” Pemuda itu tertegun mendengar kata-kata pendeta dan akhirnya ia pun mengerti.
Seperti pemuda di atas, kita pun seringkali kalut dengan banyaknya kesulitan hidup. Kita berteriak dan protes kepada Tuhan mengapa Ia membiarkan kita. Kita menginginkan jawaban berupa jalan keluar secepat mungkin. Tetapi ketika kita tidak mendapatkan jawaban itu, kita berpikir bahwa Tuhan tidak mendengar atau Ia sedang menghukum kita.
Tahukah kita bahwa seringkali Tuhan diam atau kadang berbicara dengan suara yang sangat lembut bahkan berbisik. Tujuan Tuhan melakukan hal itu adalah supaya kita dapat mengambil waktu untuk datang dan mendekat kepadaNya, berdiam di dalam hadiratNya. Disaat seperti itulah kita dapat mendengarkan suaraNya dengan jelas dan mengerti apa yang menjadi kehendakNya bagi hidup kita. (MI)
“Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya, Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya : “Ya bapa, bukankah bapa memanggil aku ?” Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu (1 Samuel 3:8)”
Tuhan ingin kita mengambil waktu untuk mendekat padaNya, berdiam dalam hadiratNya
Tujuan Tuhan melakukan hal itu adalah supaya kita dapat mengambil waktu untuk datang dan mendekat kepadaNya,
BalasHapus