*Rabu, 18 Juni - 2025*
*HIDUP BERSAMA DALAM KASIH KRISTUS*
*Bacaan: (Filipi 2: 1-11 )*
*Filipi 2:5*
*Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,*
Memahami kalimat hidup bersama, berarti hidup bersama diantara beberapa personal atau anggota dalam suatu wadah tertentu seperti dalam satu keluarga, organisasi, persekutuan gerejawi, kumpulan marga dan dalam bentuk komunitas lainnya, yang saling melakukan interaksi. Dalam kehidupan bersama ada kegiatan-2 yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Namun dalam perjalanan hidup bersama selalu diperhadapkan dengan adanya ancaman disharmonisasi yang berdampak terjadinya perpecahan dan bubar jalan. Sumber perpecahan sangat dipengaruhi oleh karakter daripada anggota-2 individu yang berada dalam komunitas tersebut. Dalam suatu keluarga terjadinya perpecahan hingga terjadinya perceraian suami istri karena adanya karakter negatip diantara mereka, seperti saling menyalahkan dan mengangap dirinya masing-2 paling benar. Demikian juga dalam komunitas lainnya seperti organisasi politik bahkan dilingkungan gereja sekalipun terjadi perpecahan karena adanya karakter-2 negatip diantara para anggota dalam melaksanakan interaksi, mencari kepentingan sendiri, mengangap diri dan kelompoknya paling benar bahkan cenderung bersifat otoriter, sehingga dalam kehidupan bersama yang bersifat harmonis tidak dapat terwujud bahkan terjadi perpecahan, disaharmonisasi, terjadi kubu-kubuan diantara jemaat. Mengutip Flp.2:5, Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus. Ayat ini berisikan perintah agar dalam menjalani kehidupan bersama, kita harus menghadiri karakter Kristus Yesus yaitu semua anggota-2 yang ada dalam komunitas tersebut harus memiliki karakter Yesus. Yesus memiliki sifat keilahian atau kekudusan, kasih, kesabaran, kelemah lembutan, rendah hati, mengampuni, menerima kekurangan orang lain, tidak mementingkan diri sendiri murah hati, dll. Jika kita secara pribadi masing-2 sudah memiliki karakter Yesus, maka kita dapat mewujudkan hidup bersama dalam suatu kumpulan tertentu yang penuh kedamaian, penuh sukacita, mudah mengampuni jika terjadi perselisihan, tidak mementingkan diri sendiri saling menghormati dengan mewujudkan sikap rendah hati, memliki kesabaran dalam relasi kehidupan bersama yang paling penting mampu menerima kelebihan dan kekurangan orang lain. Dengan menghadirkan karakter Yesus dalam hidup bersama maka sangat kecil terjadi perpecahan dalam kehidupan rumah tangga, persekutuan kerohanian, kelompok marga, kelompok sosial bahkan dalam gereja sekalipun. *Flp.2:2, “karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan”.* *_Amin, TYM_*
_*(Author: ropang)*_
> _Selamat pagi dan selamat beraktifitas bagi kita semua sepajang hari ini, dalam penyertaan Tuhan kita Yesus Kristus, amin. Do the best in Jesus Christ and GBU_ _all._

*Flp.2:2, “karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan”.*
BalasHapusJika kita secara pribadi masing-2 sudah memiliki karakter Yesus, maka kita dapat mewujudkan hidup bersama dalam suatu kumpulan tertentu yang penuh kedamaian, penuh sukacita, mudah mengampuni jika terjadi perselisihan, tidak mementingkan diri sendiri saling menghormati dengan mewujudkan sikap rendah hati, memliki kesabaran dalam relasi kehidupan bersama yang paling penting mampu menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.
BalasHapus