H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 17 Februari 2025

The Word Source of Life

 *The Word of the Source of Life*

[Firman Sumber Kehidupan]


*Matius 4:4,* _"Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah"._


Sesuai konteksnya, dimana setelah Yesus berpuasa selama 40 hari di padang gurun, lali Dia merasa lapar. _"Puasa"_ bisa saja tidak mengharuskan seseorang tidak makan sama sekali selama masa puasa. Dia Alkitab dinyatakan Dia tidak makan dan minum. Akan tetapi mengingat Yesus berada di padang gurun, para ahli berspekulasi bahwa Dia mungkin tidak makan sama sekali dan hanya minum air. Dan tubuhnya pasti sangat ingin makan sesuatu. Maka godaan pertama Setan kepada Yesus dirancang untuk mengeksploitasi nafsu makan-Nya yang bersifat manusiawi dan fisik semata. Ia menantang Yesus untuk mengubah batu menjadi roti jika Dia adalah Anak Allah. Sebenarnya setan ta'u bahwa Yesus adalah Anak Allah, dan begitu pula Yesus ta'u tentang ia. Jadi inti dari godaan tersebut,dan pernyataan tersebut adalah untuk mendorong Yesus agar bertindak secara _independen_ dari Allah Bapa. Tujuan Setan adalah menyebabkan Yesus berdosa dengan menjalankan kehendak-Nya sendiri, bukan kehendak Bapa. 


Yesus sangat memahami dengan jelas bahwa Bapa menghendaki-Nya untuk menanggung godaan dalam kondisi fisik-Nya yang lemah. Maka Yesus menolak setiap godaan sambil mengutip dari Kitab Ulangan, menghubungkan pengalaman-Nya sendiri selama 40 hari di padang gurun dengan pengalaman Israel selama 40 tahun setelah mereka melarikan diri dari Mesir. Di sini, Yesus mengutip dari Ulangan 8. Dimana dalam bagian itu, Musa berbicara kepada orang Israel tepat saat mereka bersiap untuk memasuki Tanah Perjanjian Israel (Ulangan 8:2–3). Yesus memberi tahu Setan dengan tegas bahwa Dia akan hidup dengan menaati firman Bapa sebelum menuruti keinginannya untuk makan. Bukankah Tuhan Yesus berkuasa? 


Jelas pencobaan ini mengisi kebutuhan pokok manusia, yakni _“makan,”_ jika kebutuhan pokok ini tidak terpenuhi, maka hidup manusia akan kacau. Realitanya manusia dapat menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Bahkan jikalau telah terpenuhi sampai berlimpah-limpah, nyatanya tetap saja masih kurang dan terus merasa lapar dan lapar. Namun bagaimana sikap Tuhan Yesus ? Dia menjelaskan, bahwa hidup itu bukan tergantung dari memenuhi kebutuhan pokok. Terlebih lagi harus memenuhi kebutuhan pokok dengan menghalalkan segala cara. Mak tidak ada orang yang makan roti dari batu; sekalipun ada mujizat ! Sudah tentu, mujizat dilakukan juga bukan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Sehingga Tuhan Yesus menolak cara Iblis, yang menghalakkan segala cara. _Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari Firman Allah yang keluar dari mulut Allah !_ Intinya, yang memberi hidup bukan roti, bukan kebutuhan pokok manusia, melainkan Firman Allah. Terbukti Iblis tidak mampu memberi hidup malah membinasakan hidup (Yohanes 10:10). Demikian juga siapapun yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidup, tidak akan puas, bahkan apa yang di dapat akan bisa membinasakan dirinya sendiri. Untuk itu, mari kita kembali pada kebenaran Firman Tuhan. Dan jika kita ingin hidup kekal, hidup yang sejati, hanya dari Firman Allah. Dalam suatu pernyataan dinyatakan, _"Firman Tuhan yang terdapat dalam Alkitab, mengandung hikmah dan pengajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita sehari-hari"._


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*







2 komentar:

  1. Firman Tuhan yang terdapat dalam Alkitab, mengandung hikmah dan pengajaran yang sangat berharga bagi kehidupan kita sehari-hari.

    BalasHapus
  2. Matius 4:4,* _"Tetapi Yesus menjawab: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah".

    BalasHapus