Santapan Harian
Memberikan yang Terbaik untuk Tuhan
Yohanes 12:1-8
Setiap orang memiliki cara untuk mengekspresikan perasaan cinta dan penghargaan kepada orang lain. Ada yang rela mengorbankan waktu, tenaga, bahkan materi untuk menunjukkan perasaan tersebut. Meski kadang terlihat berlebihan, tindakan-tindakan tersebut mencerminkan kedalaman hati masing-masing.
Maria, saudara Marta dan Lazarus, membuat banyak orang tercengang atas perbuatannya selama perjamuan. Sementara Marta sibuk melayani dan Lazarus makan bersama Yesus, Maria mengambil setengah liter minyak narwastu murni yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus (1-3). Tindakannya memicu reaksi dari Yudas, yang menganggap itu sebagai tindakan pemborosan. Menurutnya, lebih baik minyak itu dijual dan uangnya diberikan kepada orang miskin. Namun, apa yang dikatakan Yudas tidak tulus karena ia seorang bendahara yang tidak jujur (4-6).
Dari Maria, kita belajar memberikan yang terbaik kepada Yesus. Minyak narwastu yang digunakan Maria sangat mahal, seharga 300 dinar. Jika upah seorang pekerja pada masa itu adalah 1 dinar sehari, maka diperlukan 300 hari untuk mengumpulkan uang untuk membeli minyak tersebut.
Maria tidak memikirkan nilai materialnya; ia menunjukkan pengabdian luar biasa. Darinya, kita diingatkan untuk memberi yang terbaik bagi Yesus-waktu, tenaga, reputasi, bakat, dan harta-sebagai tanda kasih, pengabdian, dan syukur.
Yesus mengingatkan Yudas bahwa orang miskin akan selalu ada bersama dia, tetapi apa yang dilakukan oleh Maria adalah untuk mengingat hari penguburan Yesus. Tidak lama lagi, Yesus akan mengalami penderitaan bahkan kematian sebagai penebusan bagi kehidupan kita. Dari hal itu, jangan kita berfokus pada hal-hal duniawi yang sementara. Sebaliknya, arahkanlah diri kita kepada hal-hal yang kekal.
Berikan yang terbaik bagi Tuhan karena kita sudah menerima anugerah keselamatan. Jangan ragu mempersembahkan hal paling berharga dalam hidup sebagai tanda kasih dan syukur. Dengan pengabdian sepenuh hati, kita menunjukkan iman dan penghormatan pada-Nya. [ANM]
Baca Gali Alkitab 5
Yohanes 12:1-8
Yohanes 12:1-8 menggambarkan peristiwa pengurapan Yesus oleh Maria di Betania, enam hari sebelum Paskah. Maria mengambil minyak narwastu yang mahal dan meminyaki kaki Yesus, lalu menyekanya dengan rambutnya. Tindakan ini menunjukkan kasih dan penghormatan yang mendalam kepada Yesus, serta menjadi simbol persiapan bagi penguburan-Nya.
Yudas Iskariot mempertanyakan tindakan Maria, menganggapnya sebagai pemborosan, tetapi Yesus menegaskan bahwa pengurapan itu memiliki makna rohani yang lebih besar. Peristiwa ini mengajarkan bahwa penyembahan sejati melibatkan pengorbanan dan kasih yang tulus kepada Kristus.
Apa saja yang Anda baca?
1. Di mana Yesus berada enam hari sebelum Paskah dan apa yang sedang terjadi? (1-2)
2. Apa saja yang dilakukan oleh Maria? (3)
3. Siapa yang mempertanyakan tindakan Maria dan apa alasannya? (4-6)
4. Bagaimana Yesus menanggapi tindakan Maria? (7-8)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Mengapa Maria mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu yang mahal dan menyekanya dengan rambutnya?
2. Mengapa Anda harus berhati-hati terhadap sikap seperti Yudas yang tampak peduli tetapi memiliki motivasi tersembunyi?
3. Apa yang bisa Anda ambil sebagai teladan dari cara Yesus menanggapi kritik terhadap tindakan Maria?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan mengakui bahwa terkadang Anda memiliki sikap seperti Yudas, yang lebih berfokus pada nilai materi daripada makna rohani?
2. Apa langkah konkret yang bisa Anda ambil untuk lebih menghormati Yesus dan menunjukkan kasih kepada-Nya?
Pokok Doa:
Hendaknya jemaat memiliki hati yang tulus dalam menyembah Yesus, tanpa terhalang oleh pandangan duniawi.


Hendaknya jemaat memiliki hati yang tulus dalam menyembah Yesus, tanpa terhalang oleh pandangan duniawi.
BalasHapusBagaimana Anda akan mengakui bahwa terkadang Anda memiliki sikap seperti Yudas, yang lebih berfokus pada nilai materi daripada makna rohani?
BalasHapus