Santapan Harian
Kemenangan dalam Kematian
Yohanes 11:1-44
Kisah hari ini menunjukkan hubungan yang erat antara Maria, Marta, dan Lazarus dengan Yesus (3, 5; bdk. Luk 10:38-42). Dalam kisah ini, Maria dan Marta berkirim kabar kepada Yesus mengenai Lazarus, saudara mereka yang dikasihi Yesus, yang sedang sakit (1-3). Respons Yesus terhadap kabar tersebut adalah berencana melakukan perjalanan kembali ke Yudea (7), tempat di mana Lazarus tinggal, tempat di mana orang-orang Yahudi berencana untuk membunuh Dia (4-16).
Kemudian, Yesus tiba di Betania dan mendapati Lazarus telah terbaring di dalam kubur (17-18), Dia bertemu dengan Marta dan menguatkannya (19-32). Yesus pun bertemu Maria, dan bersama dengan orang-orang, Ia pergi ke kubur Lazarus untuk membangkitkannya (33-44). Itulah bukti kuasa-Nya atas kehidupan dan kematian.
Ada lima pelajaran penting yang dapat kita renungkan dari kisah ini:
Pertama, ketika kita berada dalam penderitaan atau pergumulan, tugas kita adalah berserah kepada Tuhan karena pertolongan-Nya terjadi sesuai dengan kehendak-Nya, bukan berdasarkan desakan kita.
Kedua, reaksi Marta dan Maria, yang diliputi kesedihan adalah reaksi manusiawi. Namun, Yesus memberikan kepastian mengenai kebangkitan, menguatkan iman mereka. Yesus adalah kebangkitan itu sendiri. Orang yang percaya kepada-Nya akan melihat Yesus sebagai Mesias yang membawa keselamatan dan kehidupan kekal.
Ketiga, dalam dukacita atau pergumulan, Tuhan tahu dan peduli; Ia menginginkan kita untuk tetap percaya karena Ia pasti akan menolong.
Keempat, tidak ada masalah yang terlalu sulit bagi Tuhan untuk diatasi, sebab Ia berkuasa atas kehidupan dan kematian.
Kelima, kebangkitan Lazarus melalui panggilan Yesus dari luar kubur menunjukkan kuasa firman-Nya.
Lalu, bagaimana dengan kita yang masih hidup di dunia ini ketika mendengar suara Tuhan melalui pemberitaan firman dan panggilan ibadah? Bagaimana kita akan menanggapi panggilan Tuhan? Janganlah kita mengeraskan hati. Janganlah memberontak. Berbaliklah dan bertobatlah! [ANM]


Lalu, bagaimana dengan kita yang masih hidup di dunia ini ketika mendengar suara Tuhan melalui pemberitaan firman dan panggilan ibadah?
BalasHapusAmen
BalasHapus