H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 14 Februari 2026

Renungan Allah, Bukan Kamu

 Santapan Harian

Allah, Bukan Kamu 

Yosua 6 


Bangsa Israel mendapat kemenangan dan berhasil merobohkan tembok Yerikho karena iman dan ketaatan mereka kepada Allah dan perintah-Nya. Banyak pelajaran bisa kita dapatkan dari kisah ini, antara lain soal kedalaman iman, kemurnian hati, dan hubungan spiritual yang intens dengan Allah dan relasi dengan sesama.


Allah sudah menjanjikan kemenangan kepada Yosua (2). Janji yang diberikan kepada Yosua sangat terkait dengan karya keselamatan Allah atas kerajaan-Nya, Israel. Allah yang berkuasa akan mewujudkan kehendak-Nya atas umat-Nya. Memang, penulis pada bagian ini menunjukkan adanya ketaatan umat-Nya atas perintah Allah, ketaatan yang membuat mereka memenangkan perang (3-5).


Sekalipun di dalam kisah ini ketaatan dilihat penting, ternyata unsur ini bukanlah penentu dari mukjizat kemenangan yang Allah nyatakan. Karenanya, dalam teks ini Allah tidak meminta Israel melakukan hal-hal yang sulit, seperti menyerang, berperang, atau merobohkan tembok Yerikho dengan kekuatan tentara mereka (13-16).


Dengan memakai ketaatan sederhana Israel, Allah mau menunjukkan bahwa Dialah yang berperang serta memberi kemenangan bagi Israel. Allah sama sekali tidak membutuhkan pertolongan manusia. Meski begitu, ternyata Allah juga tetap mengundang umat-Nya yang terbatas untuk berpartisipasi di dalam karya-Nya. Allah menghendaki umat-Nya dapat menyaksikan karya-Nya yang dahsyat, dan belajar untuk percaya penuh kepada-Nya. Allah tidak ingin umat-Nya memiliki keyakinan yang keliru bahwa "perbuatan mereka dapat membuat Allah menjawab doa-doa mereka".


Mari kita belajar melihat bahwa segala ketaatan kita adalah hal yang penting, tetapi bukanlah kunci untuk membuka pintu keajaiban Tuhan dalam hidup kita. Segala hal yang terjadi bergantung sepenuhnya pada kedaulatan Tuhan, Sang Empunya Kehidupan dan segala isinya. Ketaatan kita merupakan bukti cinta kita kepada Tuhan dan juga bukti kebergantungan kita, manusia yang terbatas, pada Tuhan yang tak terbatas. [JHN]



Baca Gali Alkitab 7


Yosua 6


Yosua 6 mengajarkan bahwa kemenangan dalam kehidupan rohani tidak selalu bergantung pada kekuatan manusia, melainkan pada ketaatan kepada TUHAN. Bangsa Israel menghadapi tembok Yerikho yang tampak mustahil untuk ditembus, tetapi TUHAN memberikan strategi yang berbeda dari logika manusia: mengelilingi kota selama tujuh hari dan bersorak pada hari ketujuh. Ketika mereka taat, tembok itu pun runtuh.


Hal itu membuktikan bahwa iman dan ketaatan kepada Allah membawa kemenangan. Jemaat dapat belajar bahwa dalam menghadapi tantangan hidup, mereka harus tetap percaya dan mengikuti tuntunan Allah, meskipun terkadang cara-Nya tampak tidak masuk akal.


Apa saja yang Anda baca?

1. Bagaimana kondisi Yerikho? Apa yang TUHAN janjikan? (1-2)

2. Bagaimana strategi yang TUHAN perintahkan kepada Yosua untuk merebut kota Yerikho? (3-5)

3. Bagaimana Yosua mempersiapkan bangsa Israel untuk melaksanakan perintah TUHAN? (6-7)

4. Bagaimana bangsa Israel menjalankan perintah TUHAN? (8-19)

5. Apa yang terjadi setelah bangsa Israel bersorak? (20-27)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Bagaimana janji Allah kepada Rahab menunjukkan kasih dan keselamatan bagi mereka yang percaya?

2. Apa yang dapat Anda teladani dari Rahab dalam hal percaya kepada Allah dan menerima keselamatan?


Apa respons Anda?

1. Doa seperti apa yang akan Anda naikkan agar Tuhan membentuk karakter Anda seperti Yosua: setia dan beriman?

2. Dalam hal apa Anda perlu mengakui bahwa Anda belum sepenuhnya mengandalkan Tuhan sebagai sumber kemenangan?


Pokok Doa:

Memohon agar gereja tetap bersatu dan dipimpin oleh Tuhan serta menjalankan panggilannya dengan ketaatan penuh.












2 komentar:

  1. Memohon agar gereja tetap bersatu dan dipimpin oleh Tuhan serta menjalankan panggilannya dengan ketaatan penuh.

    BalasHapus
  2. Hal itu membuktikan bahwa iman dan ketaatan kepada Allah membawa kemenangan.

    BalasHapus