H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 01 Februari 2026

Renungan Pilihan antara Kehidupan atau Kematian

 Santapan Harian

Pilihan antara Kehidupan atau Kematian 

Ulangan 30 


Pilihan yang Allah berikan kepada umat-Nya hanya ada dua: mengasihi-Nya dan hidup, atau berpaling dari-Nya dan mati. Itu yang Allah tawarkan kepada umat dalam nas hari ini.


Dalam pasal sebelumnya, Musa sudah menasihatkan umat untuk hidup setia kepada TUHAN. Namun, jika ternyata mereka tidak setia, dan TUHAN menghalau mereka (1), maka masih ada kesempatan bagi mereka untuk bertobat. Jika mereka mau berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka TUHAN akan memulihkan dan mengumpulkan mereka (2-3) dan akan mengembalikan mereka ke Tanah Perjanjian serta memberkati mereka lebih dari nenek moyang mereka (5). TUHAN akan menyunat hati mereka sehingga mereka dapat mengasihi-Nya dengan segenap hati dan taat kepada perintah-Nya (6). Mereka diperhadapkan pada kehidupan dan kesejahteraan, kematian dan kecelakaan (15).


Umat diperintahkan untuk mengasihi Allah dan tidak menyembah ilah-ilah lain (17). Dengan demikian, kita seharusnya mengerti bahwa ini bukan hanya masalah kehidupan atau kematian di bumi, tetapi tentang kehidupan atau kematian kekal.


Apakah ini relevan dengan kita umat Kristen? Tentu saja! Sama seperti umat Perjanjian Lama, kita diperhadapkan pada pilihan mengasihi Allah atau ilah lain. Ini soal iman dan menyangkut keselamatan kekal. Tak semua orang Kristen akan selamat karena tidak semua orang Kristen memiliki iman yang sejati. Sebagian bisa murtad (bdk. Mat 13:20-21) dan ada yang Tuhan Yesus katakan bahwa Ia tidak pernah mengenal walaupun mereka menyebut Yesus sebagai Tuhan (bdk. Mat 7:21-23).


Mengasihi Allah dengan segenap hati berarti bukan hanya mengatakan mengasihi di mulut, tetapi hidup menurut jalan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya (16, lih. Yoh 14:15). Apakah kita telah hidup dengan menaati perintah-Nya? Jika kita masih hidup menurut kehendak kita semata, maka firman Allah hari ini perlu kita tanggapi dengan serius. Mari kita memilih kehidupan dan kesejahteraan selama hari masih siang dan kesempatan masih ada. [INT]














Happy Sunday



2 komentar:

  1. Mengasihi Allah dengan segenap hati berarti bukan hanya mengatakan mengasihi di mulut, tetapi hidup menurut jalan-Nya dan berpegang pada perintah-Nya (16, lih. Yoh 14:15).

    BalasHapus