*“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”*
— *Matius 11:28*
Seorang pria bernama Feri (nama samaran) dikenal sebagai pribadi yang bertanggung jawab. Ia bekerja keras, aktif dalam banyak kegiatan, dan selalu terlihat kuat. Namun sedikit orang tahu bahwa di balik kesibukannya, ia menyimpan kelelahan yang dalam. Setiap hari dijalani dengan pola yang sama: bangun pagi, bekerja, menyelesaikan kewajiban, lalu tidur dengan tubuh lelah dan hati kosong.
Suatu malam, setelah pulang terlambat, Feri duduk di dalam mobilnya yang terparkir dan tidak langsung turun. Ia berkata lirih, “Aku capek, tapi aku tidak tahu harus berhenti di mana.”
Di saat itu, sebuah ayat yang pernah ia dengar terlintas di benaknya: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat…” Ia sadar, selama ini ia terus bergerak, tetapi tidak pernah benar-benar datang untuk dipulihkan. Malam itu menjadi titik balik kecil: ia mulai memberi ruang untuk berhenti sejenak, berdoa dengan jujur, dan belajar menyerahkan beban yang selama ini dipikul sendiri.
Tidak semua kelelahan disebabkan oleh dosa atau kesalahan. Banyak kelelahan lahir dari hidup yang terus berjalan tanpa jeda rohani. Kita bisa sangat aktif, produktif, dan terlihat kuat, tetapi jiwa kita tertidur karena terlalu lama menahan beban sendiri.
Wake Up Call bukan hanya panggilan untuk bangun dan bergerak, tetapi juga undangan untuk berhenti sejenak dan datang kepada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus tidak berkata, “Datanglah setelah kamu kuat,” melainkan, “Datanglah ketika kamu lelah.”
Sering kali kita berpikir kebangkitan rohani berarti menambah aktivitas rohani. Padahal yang Tuhan inginkan adalah pemulihan hubungan.
Datang kepada Tuhan berarti:
▪️mengakui keterbatasan,
▪️berhenti berpura-pura kuat dan
▪️membiarkan Tuhan mengangkat beban yang tidak pernah dimaksudkan untuk kita pikul sendirian.
Kelelahan yang tidak diserahkan akan membuat hati tumpul dan iman redup. Tetapi kelelahan yang dibawa kepada Tuhan justru menjadi pintu pemulihan. Saat kita berhenti sejenak di hadapan Tuhan, Roh Kudus membangunkan kembali jiwa yang letih dan memberi kekuatan yang baru.
Wake Up Call hari ini bukan teriakan untuk berlari lebih cepat, melainkan panggilan lembut: “Bangunlah… dan datanglah kepada-Ku.”
✝️ *Kebangunan rohani dimulai ketika kita berani berhenti dan datang kepada Tuhan dengan jujur.*
✅ *WAKE UP CALL — BANGUN DARI KELELAHAN ROHANI*
![]() |
| Selamat Tahun Baru 2026 |


Wake Up Call hari ini bukan teriakan untuk berlari lebih cepat, melainkan panggilan lembut: “Bangunlah… dan datanglah kepada-Ku.”
BalasHapus*Kebangunan rohani dimulai ketika kita berani berhenti dan datang kepada Tuhan dengan jujur.*
BalasHapus