H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 04 Januari 2026

Renungan Sikap Menyambut Yesus

 Santapan Harian

Sikap Menyambut Yesus 

Yohanes 4:43-45 


Dalam perikop sebelumnya, kita mengetahui bahwa Yesus sedang berada di Samaria. Dalam perikop ini, Tuhan Yesus melanjutkan perjalanan ke Galilea. Dalam perikop ini, kita akan melihat sebuah ironi, yakni mengenai dua hal yang kontras dalam hal menyambut Yesus.


Perbedaan tersebut datang dari orang Samaria dan orang Galilea (yang merupakan bagian dari kampung halaman Tuhan Yesus). Tuhan Yesus mengatakan: "seorang nabi tidak dihormati di kampung halamannya sendiri" (44). Perkataan ini adalah sindiran kepada orang Galilea. Mengapa? Alasannya, mereka menyambut Tuhan Yesus karena mereka telah melihat mukjizat yang dilakukan-Nya (45), bukan karena memercayai Tuhan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan Allah. Sedangkan orang Samaria tidak demikian. Meskipun orang Samaria, musuh orang Yahudi, mereka percaya kepada Tuhan Yesus karena perkataan-Nya benar. Jadi, landasan kepercayaan orang Samaria adalah landasan yang benar dan kokoh.


Beberapa hal penting dapat kita pelajari di sini. Pertama, kemungkinan, pihak yang paling sulit menerima kebenaran justru adalah orang-orang yang dekat dengan kita, bahkan di dalam gereja. Mereka menolak kebenaran Injil bisa jadi karena mereka belum benar-benar percaya kepada kebenaran itu. Mereka ke gereja hanya karena dilahirkan dari orang tua Kristen.


Kedua, dasar kepercayaan kepada Tuhan hendaknya tidak diletakkan pada hal yang bersifat sekunder, seperti mukjizat, berkat, dan lain-lain. Jika hal sekunder itu tidak terjadi, bisa saja iman goyah.


Ketiga, dasar kebenaran yang sejati adalah pribadi Yesus Kristus, bukan berkat-Nya atau mukjizat-Nya. Kita percaya kepada-Nya karena Dia memang adalah Kebenaran.


Dengan demikian, kita harus wawas diri. Apakah kita sama seperti orang yang sekampung halaman dengan Yesus, yang begitu dekat, namun justru menolak kebenaran Kristus? Tentukan sikap, undanglah Dia masuk ke dalam hidup kita! Dia sedang berdiri di depan pintu dan mengetuk (bdk. Why 3:20). Jangan biarkan kita menjadi bagian dari orang yang menolak Yesus Kristus! [YGM]









Family Time





Office Time



2 komentar:

  1. Kita percaya kepada-Nya karena Dia memang adalah Kebenaran.

    Amen

    BalasHapus
  2. Dasar kepercayaan kepada Tuhan hendaknya tidak diletakkan pada hal yang bersifat sekunder, seperti mukjizat, berkat, dan lain-lain.

    BalasHapus