YANG MENARIK PERHATIAN YESUS
Matius 24:32-51 , 31 Maret 2025
Dalam perikop “Orang Lumpuh Disembuhkan” (Markus 2:1-12), kita melihat pelayanan dari empat orang yang tidak dikenal, yang membawa seorang lumpuh untuk disembuhkan oleh Yesus. Saat itu Yesus berada di sebuah rumah di Kapernaum. Banyak orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat kosong, dan Yesus sedang memberitakan Firman. Tiba-tiba, terjadi peristiwa yang menghentikan Yesus saat Ia sedang mengajar, yaitu ketika orang lumpuh itu diturunkan dari atap kehadapanNya. “Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu : “Hai anakKu, dosamu sudah diampuni ! (Markus 2:5)”.
Yesus melihat iman mereka, artinya yang Yesus lihat adalah iman keempat orang yang membawa orang lumpuh tersebut, bukan hanya iman orang lumpuh yang sedang membutuhkan kesembuhan. Ada peran besar dari keempat orang yang tidak disebutkan namanya ini, yang mengajarkan kita banyak hal dalam kehidupan kekristenan.
Pertama, Tuhan selalu tertarik pada iman seseorang yang digunakan untuk melayani sesama, bukan hanya untuk dirinya sendiri. Yang menarik perhatian Yesus justru adalah ketika empat orang tersebut rela melakukan sesuatu bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang sakit yang rindu disembuhkan. Iman mereka itulah yang membuat Yesus berhenti dan menyembuhkan orang lumpuh tersebut. Iman itu untuk Anda, namun ketika Anda gunakan untuk orang lain, maka itulah yang menarik perhatian Yesus.
Kedua, melayani tidak butuh dikenal manusia, tetapi akan diingat oleh Tuhan. Iman keempat orang itu adalah iman yang mengubahkan situasi bagi orang lumpuh tersebut. Yesus tertarik dengan iman mereka, tetapi mereka tidak pernah disebutkan namanya. Bahkan, Alkitab tidak membahas lebih lanjut tentang mereka. Jangan memiliki motivasi lain saat melayani selain untuk Tuhan, karena cukup Tuhan saja yang tahu apa yang kita lakukan saat melayani jiwa-jiwa. Pujian dari kekaguman manusia justru akan membuat Anda jatuh ke dalam berbagai pencobaan. Jangan punya agenda lain saat Anda datang kepada Tuhan.
Ketiga, Membawa diri dalam pelayanan berarti membawa diri untuk berjumpa dengan Tuhan setiap waktu. Keempat orang tersebut menurunkan silumpuh dari Atap, yang berarti mereka sendiri tidak turun ke dalam ruangan. Namun, mereka justru mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Yesus, Sang Juru Selamat.
Kisah ini mengajarkan bahwa iman yang sejati bukan hanya tentang diri sendiri, tetapi juga tentang bagaimana kita menggunakannya untuk mendorong orang lain. Tuhan lebih tertarik pada iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata bagi sesama. Selain itu, ketika kita melayani dengan tulus tanpa mencari pengakuan, Tuhan yang akan mengingat dan membalasnya. Dan yang terpenting, setiap pelayanan yang kita lakukan membawa kita semakin dekat dalam perjumpaan dengan Yesus. (AU)
Questions :
1. Apakah selama ini iman kita sudah kita wujudkan dalam tindakan nyata untuk menolong dan melayani sesama ?
2. Sudahkah motivasi kita dalam melayani Tuhan murni untuk kemuliaanNya ? Diskusikan !
Values :
Melayani bukan soal dikenal manusia, tetapi soal diingat oleh Tuhan.
“Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah ia kepada orang lumpuh itu : “Hai anakKu, dosamu sudah diampuni ! (Markus 2:5)”
Ketika kita membawa orang lain kepada Tuhan, sesungguhnya kita juga sedang membawa diri kita lebih dekat kepadaNya.
![]() |
Olahraga Sedikit Di Taman Tepi Laut Gonggong Tanjungpinang |