MEMULIAKAN ALLAH ADALAH TUJUAN KITA DICIPTAKAN
Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
Efesus 1:5-6 (TB)
Kepada jemaat di Efesus, dinyatakan oleh Rasul Paulus bahwa segala sesuatunya adalah kekayaaan kasih karunia Allah. Orang-orang yang telah dipilih dari semula, sebelum dunia dijadikan untuk menjadi anak-anak Allah dengan satu-satunya tujuan supaya nama Allah dan kasihNya dinyatakan lalu pada akhirnya dimuliakan di tengah-tengah dunia.
Kasih Allah lah yang menghidupkan dunia, alam semesta dan segala isinya. DipeliharaNya segala sesuatunya dengan begitun ajaibnya, tak terpikirkan oleh kita sama sekali bagaimana kejadiannya dan segala proses keberlangsungannya hingga saat ini. Apalagi kita sebagai manusia, bahkan yang menjadi anak-anak Allah diciptakan dan dipelihara secara luar biasa di dalam kasih Allah. Bukan hanya di dunia yang sementara ini saja, bahkan Dia telah menyediakan bagi anak-anakNya tempat yang indah dalam kehidupan yang kekal di surga nanti bersama-sama dengan Dia.
Seandainya kita bisa selalu menyadari hal ini, betapa mulia tujuan kita diciptakanNya. Yaitu supaya kita bisa dipakaiNya juga untuk memuliakan namaNya. Bayangkan, kita anak-anakNya telah dipilihNya sejak sebelum dunia diciptakan. Telah ditentukanNya hidup kita akan dipakaiNya menyatakan kemuliaanNya di dunia ciptaanNya. Suatu hal yang sangat luar biasa ya, kita dalam kejadian kita yang berlumur dosa ditentukanNya untuk mengalami kasihNya bahkan menjadi alat bagi kemuliaanNya, Sang Pemilik kehidupan. Adakah kita mensyukurinya? Atau kita terus berkutat dengan hal-hal sementara yang standar keagungannya terhitung minus dibanding tujuan kekal Allah menciptakan kita.
Mari mengingat selalu tujuan keberadaan kita di muka bumi ini, yaitu supaya nama Allah dimuliakan, tiada lain lagi. Bukan supaya hidup kita bahagia atau kaya raya, supaya anak-anak kita sukses sekolahnya setinggi-tingginy, bukan supaya nama kita dikenang sepanjang masa, bukan supaya keberadaan kita diakui dunia, bukan! Hanya demi kemuliaan namaNya saja. Semoga kita selalu menyadari betapa mulianya tujuan hidup kita ini, tujuan hidup yang memang mutlak, dipatokkan oleh Allah, Pencipta kita.
Pastikan bahwa segala sesuatu dalam hidup kita, yang kita belok-belokkan dari tujuan utama ini akan membenturkan diri kita sendiri, pada akhirnya akan menemui kebinasaannya. Kita pakai otak kita yang kecil ini membangun tujuan demi tujuan yang kita ukir dengan begitu indahnya, kita lupa Allah tinggal menjentikkan jarinya maka hancur dan lenyaplah semuanya. Sebaliknya, jika kita menyerahkan diri kita, hidup bagi kemuliaan namaNya saja betapa mengagumkannya hidup kita, kita akan menyaksikan mulianya karya Allah dari waktu ke waktu.
Oh, mari takutlah akan Allah, selalu berserah padaNya. Bagi yang masih ragu akan statusnya, anak Allah kah aku? Datang bergegas padaNya, sujud minta ampun dan mohon belas kasihanNya agar dimampukan percaya dan menghidupi kasih dan firmanNya dalam Yesus Kristus Tuhan dan Juru Selamat. Bagi yang sudah yakin sebagai anak Allah, bergegas memantapkan haluan dan langkah untuk memuliakan Allah dalam segala perkara kehidupan kita, membuang tujuan memuliakan diri yang kita tahu pada akhirnya pun akan membawa kehancuran diri. Kiranya Allah berkenan dan berbelas kasihan pada kita yang lemah ini. Amin.
#erbs030720
mari gabung bersama kami di Aj0QQ*co
BalasHapusBONUS CASHBACK 0.3% setiap senin
BONUS REFERAL 20% seumur hidup.