H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 16 Desember 2024

Charitable Opportunities

 *Wealth For Charitable Opportunities*

[Kekayaan Untuk Kesempatan Berkebajikan]


*1 Timotius 6:17,* _"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati"._ 


Dari 1 Timotius 6:11-21 memberikan kontras terhadap kesalahan serta godaan yang ditunjukkan oleh guru-guru palsu. Kemudian Paulus menyampaikan perintah yang kuat dan tidak salah lagi kepada Timotius: pertahankan kesaksianmu, pertahankan imanmu, perjuangkan apa yang benar dan adil. Timotius sebagai seorang pemimpin gereja, senjata utamanya adalah melawan doktrin palsu dan dosa adalah menjaga dirinya tetap di jalan Tuhan serta menolak untuk goyah dalam instruksinya kepada sesama anggota gereja. Di saat yang sama, Paulus juga memperingatkan Timotius agar tidak terganggu oleh perdebatan pseudo-intelektual yang melibatkan beberapa guru palsu. Maka bagian ini melengkapi instruksi Paulus yang sangat praktis kepada teman dan muridnya, Timotius. Dan fokus utama dari bagian ini merupakan perilaku Kristen yang tepat, serta menghindari kejahatan. Lalu Paulus memberikan beberapa kelemahan karakter yang umum pada mereka yang mengajarkan doktrin palsu. Dan ia juga memberikan peringatan keras tentang bahaya keserakahan dan materialisme. Mereka yang terobsesi dengan kekayaan membuka diri mereka terhadap hampir semua dosa lain yang dapat dibayangkan. Timotius diberi mandat yang jelas untuk menegakkan iman dan kesaksiannya, bersama dengan berkat dan dorongan dari Paulus. Dari ayat yang ada dimana, setelah memuji Tuhan dalam dua ayat sebelumnya, Paulus secara singkat beralih dari perintah yang secara khusus ditujukan kepada Timotius, lalu bagaimana Timotius harus mengajar orang Kristen yang kaya. 


Maka orang percaya yang kaya harus diingatkan untuk tidak terlalu sombong maupun angkuh. Mereka juga harus diajar untuk tidak menaruh kepercayaannya pada _"ketidakpastian kekayaan"._ Namun sebaliknya, mereka harus mengarahkan fokusnya kepada Tuhan, sebagai Pribadi yang menyediakan semua yang kita miliki. Dan yang menarik adanya, Paulus mencatat bahwa Tuhan _"memberikan kepada kita segala sesuatu dengan limpahnya"._ Maka sikapnya terhadap kekayaan mencerminkan Pengkhotbah 5:19: _"Tetapi setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta milik dan kuasa untuk menikmatinya, dan untuk menikmati bagiannya dan bersukacita dalam jerih payahnya, itu juga adalah pemberian Allah"._ Hal ini merupakan pesan Alkitab yang konsisten: kekayaan bukanlah hal yang buruk, dan dapat menjadi pemberian dari Tuhan. Akan tetapi, kekayaan harus digunakan untuk menghormati Tuhan serta bukan untuk membuat seseorang sombong. Jelas bahwa kitab 1 Timotius penuh dengan nasihat yang sangat praktis, dari mentor Timotius, yakni rasul Paulus.  Kitab 1 Timotius adalah salah satu dari tiga '_'Surat Pastoral''_ Paulus. Surat-surat Paulus lainnya, seperti Roma, Efesus, dan Kolose, ditujukan untuk khalayak yang lebih luas. 1 Timotius, 2 Timotius, dan Titus ditulis untuk orang-orang tertentu yang diberi nasihat oleh Paulus tentang cara terbaik memimpin gereja lokalnya. Maka ketiga surat ini menyajikan pandangan yang lebih dekat pada bentuk serta fungsi kepemimpinan gereja. Surat 1 Timotius, seperti 2 Timotius dan Titus, nampaknya kurang formal dan sistematis, dan lebih personal adanya. Surat ini memberikan wawasan yang mendalam tentang cara pendeta, diaken, dan penatua harus memprioritaskan waktu serta energi mereka. 


Pada sisi lainnya, kekayaan merupakan dambaan sebagian besar orang. Dan banyak orang rela bekerja dengan keras supaya lekas menjadi kaya, sebab dianggap kekayaan menjanjikan kenyamanan dan banyak kesenangan. Lalu kekayaan menjamin tercukupinya kebutuhan hidup. Serta kekayaan membuat seseorang mandiri secara finansial, tidak merepotkan orang lain. Memiliki banyak harta memudahkan seseorang dalam berbagi dan menolong orang lain, benar? Atau menjadi kaya juga membuat seseorang lebih dihormati di tengah masyarakat, benar? Walaupun dianggap banyak mendatangkan sukacita, sebaliknya kekayaan dapat juga dengan mudah membuat seseorang terperangkap pada dosa kesombongan. Merasa sehingga tidak lagi membutuhkan bantuan orang lain. Merasa diri paling unggul, bahkan merasa tidak memerlukan Tuhan. Padahal, harta dunia datangnya dari Tuhan dan sifatnya pun mudah sekali lenyap, atau tidak ada yang lebih tidak menentu dari kekayaan dunia. Oleh sebab itu, jangan menaruh pengharapan pada kekayaan karena hanya akan berujung pada kekecewaan. Jelas mengandalkan kekayaan dunia semata patut diwaspadai, dibutuhkan hikmat untuk dapat memahami bahwa kekayaan materi yang Tuhan percayakan harus dicermati sebaik-baiknya. Ingatlah bahwa Tuhan memberi kekayaan supaya kita memiliki kesempatan untuk melakukan banyak kebaikan dengan memberi dan berbagi. Tuhan rindu kita menjadi _"manusia Allah"_ yang kaya dalam kebajikan, agar supaya pekerjaan Tuhan atas kita terlaksana dan kita dimungkinkan memperoleh _"kekayaan sejati"_ untuk dinikmati. Dalam suatu quotes dinyatakan, _"Jika kita memilih untuk menempatkan kasih Tuhan dan kehendak-Nya maka kebahagiaan akan datang"._


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*








2 komentar:

  1. Dalam suatu quotes dinyatakan, _"Jika kita memilih untuk menempatkan kasih Tuhan dan kehendak-Nya maka kebahagiaan akan datang".

    BalasHapus
  2. *1 Timotius 6:17,* _"Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati"

    BalasHapus