H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 18 Januari 2026

Renungan Pembela Kebenaran

 Santapan Harian

Pembela Kebenaran 

Yohanes 7:45-52 


Menjadi pembela kebenaran tentu bukan perkara mudah, apalagi jika kita sudah tahu bahwa itu berisiko. Karena itu, tidak heran jika ada banyak orang termasuk anak-anak Tuhan yang sering kali jika diperhadapkan pada situasi seperti itu memilih untuk bungkam dengan alasan demi keselamatan diri.


Perikop yang kita baca saat ini menceritakan kisah tentang Nikodemus, seorang murid Yesus yang sedang berjuang menjadi pembela kebenaran. Apa itu pembela kebenaran dan apa yang ia bela? Nikodemus membela kebenaran tentang Yesus. Ketika imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mencari-cari kesalahan Yesus, Nikodemus dengan berani membela. Katanya, "Apakah Hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dilakukan-Nya?" (51). Nikodemus tentu sadar bahwa apa yang dilakukannya ini sangatlah berisiko. Ia bisa saja menjadi bahan perundungan orang Farisi, dihina, bahkan dicari untuk dibunuh seperti Yesus.


Dari mana keberanian Nikodemus berasal? Nikodemus adalah seorang yang pernah diceritakan di pasal 3 sebelum perikop ini. Ia pernah datang bercakap-cakap dengan Yesus. Percakapan-Nya dengan Yesus telah membuat kerohanian dan pengertiannya bertumbuh. Ia tidak lagi memandang Yesus dari sudut pandang para pemimpin Yahudi, namun setelah dilahirkan kembali, ia berani membela Yesus yang diperlakukan secara tidak adil.


Di sini kita belajar bahwa orang yang sudah bertemu Yesus secara pribadi akan memiliki pengertian dan cara pandang yang berbeda terhadap sesuatu hal. Ketika dunia hanya mampu menilai secara negatif, anak Tuhan akan selalu mencoba untuk tidak cepat menghakimi/berprasangka buruk sebelum melakukan klarifikasi terlebih dahulu. Ia akan selalu menjalankan pedoman hukum sesuai dengan prosesnya. Jika ia tahu kebenaran, ia akan berjuang untuk membela. Ia tak peduli, apakah yang dibelanya orang kecil atau bukan karena baginya kebenaran mutlak diperjuangkan. Berani karena benar, namun tentu takut jika salah. [WWO]








Tidak ada komentar:

Posting Komentar