H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 02 Agustus 2025

Renungan 2 Petrus 3 : 9

 *God Wants That No One Should Perish*

[Allah Menghendaki Supaya Tidak Ada Yang Binasa]

*2 Petrus 3:9,* _"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat"._


Surat 2 Petrus ditulis oleh Rasul Petrus untuk menghadapi tantangan yang dihadapi oleh gereja-gereja awal, termasuk penundaan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. Petrus ingin meyakinkan pembaca bahwa Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, dan bahwa kesabaran Tuhan adalah kesempatan bagi orang-orang untuk bertobat dan diselamatkan. Adapun tujuan dari surat 2 Petrus yakni: untuk meyakinkan pembaca bahwa Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, dan bahwa kesabaran Tuhan sebagai kesempatan bagi orang-orang untuk bertobat dan diselamatkan. Dan gereja-gereja awal diperhadapkan dengan tantangan, termasuk di dalamnya penundaan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali. Dalam bahasa aslinya, ada kata "sabar" diterjemahkan dari kata Yunani "makrothymē" yang berarti "kesabaran" atau "ketelatenan". Sebagai penerapannya yakni: kita harus mengerti bahwa kesabaran Tuhan bukanlah kelemahan, namin sebagai kesempatan bagi kita untuk bertobat dan diselamatkan. Kemudian seseorang harus menggunakan kesempatan ini untuk bertobat dan berbalik kepada Tuhan, serta meninggalkan dosa-dosanya serta hidup sesuai dengan kehendak-Nya. 


Lalu kita harus menyadari bahwa kehendak Tuhan agar supaya tidak ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat. Serta kita harus menghargai kesabaran Tuhan dan tidak menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi sebagai suatu kesempatan untuk bertobat dan diselamatkan. Dengan memahami konteks, arti, dan penerapan dari 2 Petrus 3:9, kita dapat meningkatkan iman kita dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, serta menghargai kesabaran Tuhan sebagai kesempatan untuk bertobat dan diselamatkan. Pada sisi lainnya, kita memiliki perasaan berutang. Dan jelas, kita berutang untuk hidup menurut Roh, yaitu hidup yang melakukan kehendak Allah, lalu segala sesuatu yang kita lakukan senantiasa sejalan dengan pikiran dan perasaan Allah, atau selaras dengan Roh. Kemudian setelah menyadarinya bahwa kita berutang untuk hidup menurut Roh, kita juga berutang untuk menyampaikan keselamatan kepada setiap orang yang kita temui dalam hidup. Walaupun tidak semua orang akan menerima keselamatan, sebab selalu ada yang menolak, minimal dari pihak orang percaya sudah ada langkah konkret maupun tindakan nyata yang membuat mereka tidak memiliki alasan untuk menyalahkan. Dan inilah yang dimaksud dengan hidup menurut Roh: berjalan seiring dengan Roh (Yunaninya: pneumati kai stoikhōmen). Jikalau seseorang menjalaninya dengan sungguh, membuat perilaku kita akan menjadi indah dan terpuji, sebab pikiran atau perasaan Roh selaras dan perasaan Bapa di surga. 


Apabila kita hidup seperti yang dijalani oleh Yesus, pasti kita memiliki beban dan belas kasihan seperti Allah, sebagaimana tertulis (2 Petrus 3:9). Selayaknya, bukan sekadar menyelesaikan masalah ekonomi, kesehatan, atau keberhasilan anak-anak dalam studi dan karier, kita ada tanggung jawab untuk menuntun sesama menuju Langit Baru dan Bumi Baru. Maka jika tidak sepenanggungan dengan-Nya, ia tidak akan memiliki beban terhadap keselamatan orang lain. Sehingga ciri orang yang belum benar-benar diselamatkan adalah orang yang tidak memiliki beban terhadap keselamatan sesama. Sebaliknya, orang yang sudah hidup menurut Roh akan membangun kehidupan yang suci, tidak terikat dunia, merindukan Kerajaan Surga, serta seperasaan dengan Tuhan, akan pasti memiliki beban tersebut. Ingatlah bahwa satu jiwa manusia lebih berharga dari seluruh kekayaan dunia ini. Allah Menghendaki Supaya Tidak Ada Yang Binasa, namun ironisnya banyak orang gagal dalam hal ini. Oswald Chambers menyatakan, _"Jika roh Allah yang Maha Kuasa bekerja, jangan pernah berkata, 'Aku tak bisa'"._


*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*






2 komentar:

  1. "Jika roh Allah yang Maha Kuasa bekerja, jangan pernah berkata, 'Aku tak bisa'.

    BalasHapus
  2. *2 Petrus 3:9,* _"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat".

    BalasHapus