H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 13 Februari 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 13 Februari Prov Kepulauan Riau


Selamat pagi dan selamat beraktivitas


Dengan hormat, berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan tanggal 13 Februari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.


Diprakirakan masih terdapat pola belokan angin (shearline) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, serta nilai kelembapan udara terpantau relatif basah. Namun demikian, masih kuatnya tiupan angin di lapisan atas berpotensi menghambat pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum, kondisi cuaca hari ini diprakirakan cerah hingga berawan.


๐Ÿ”– Peringatan Dini:

Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman didukung oleh kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.

Waspadai potensi pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat memicu cuaca hujan sedang-lebat disertai kilat/petir, angin kencang. Masyarakat diimbau untuk memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi InfoBMKG, media sosial resmi BMKG Tanjungpinang, atau laman https://www.cuaca.bmkg.go.id.


☔ Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.72

 (Kota Tanjungpinang)

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca/21.01

 (Kab. Bintan)

















Prakiraan Cuaca Tanggal 13 Februari 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Pemeliharaan Tuhan itu Pasti !

 Santapan Harian

Pemeliharaan Tuhan Itu Pasti! 

Yosua 5 


Sering kali orang merasa khawatir tentang bagaimana ia bisa menjalani hidup saat ini dan di masa yang akan datang. Perasaan itu bisa membuat orang menjadi gelisah, tidak tenteram, dan tidak bahagia. Bahkan, ada orang-orang yang kemudian sakit-sakitan karena dikuasai oleh perasaan khawatir.


Pertanyaannya, "Mengapa orang khawatir?" Padahal kekhawatiran tidak akan bisa menambah sehasta saja pun pada jalan hidup kita (bdk. Mat 6:27). Salah satu sebab orang merasa khawatir adalah karena ia tidak percaya kepada Tuhan dan pemeliharaan-Nya yang ajaib dalam hidup manusia.


Kisah dalam Kitab Yosua 5 menuturkan bagaimana TUHAN memelihara umat-Nya dengan cara-cara yang ajaib. Pada saat umat TUHAN berada dalam perjalanan di padang gurun selama empat puluh tahun, TUHAN memelihara hidup mereka dengan memberikan manna sebagai makanan mereka. Dan tatkala umat sudah sampai di tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madunya TUHAN memelihara hidup umat-Nya dengan hasil bumi dari negeri itu (11). Pada saat itu manna tidak lagi turun dari langit. Tak ada lagi manna bagi orang Israel (12).


Dari pengalaman umat Israel tersebut kita belajar bahwa pemeliharaan TUHAN itu pasti. Ia tak akan pernah meninggalkan umat-Nya. Ia senantiasa memelihara umat-Nya dengan berbagai cara sesuai dengan kondisi umat. Ketika ada di padang gurun, umat diberi makan manna yang turun dari langit sebab umat belum bisa bercocok tanam dan menjalani pola hidup nomaden.


Namun, setelah umat menetap di tanah Kanaan, mereka dikaruniai makanan dari hasil bumi negeri Kanaan, dan untuk selanjutnya umat dapat bercocok tanam dan memulai hidup yang baru di tanah yang baru. Dari situ kita dapat melihat bagaimana TUHAN mengatur segalanya agar umat tidak pernah lapar.


Dari penyertaan Allah yang luar biasa itu, mari kita bersyukur dan tidak khawatir sebab Allah sudah, sedang, dan akan terus memelihara hidup kita. Mari kita terus berusaha mengenali karya-karya pemeliharaan-Nya sehingga hidup kita penuh syukur. [MTH]












Kamis, 12 Februari 2026

Yakobus 3 : 2

 Slmt pg buat kita semua.


Yakobus 3:2 (TB) Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™












Semangat


Filemon 1 : 6


‎_Filemon 1:6 (TB)_

‎_Dan aku berdoa, agar persekutuanmu di dalam iman turut mengerjakan pengetahuan akan yang baik di antara kita untuk Kristus._







Prakiraan Cuaca Tanggal 12 Februari Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 12 Februari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan adanya pola daerah belokan angin (shearline) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, namun masih kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum prakiraan kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan dan terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan bersifat lokal/ tidak merata pada siang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2.1 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Bintan dan sekitarnya;

Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 12 Februari 2026 Prov Kepulauan Riau


Renungan Batu Peringatan

 Santapan Harian

Batu Peringatan 

Yosua 4 


Orang mendirikan batu-batu peringatan sebagai penanda akan adanya suatu peristiwa yang ingin dikenang dan diperingati. Ada batu peresmian sebuah bangunan dan ada pula batu nisan. Semua batu itu dibuat dengan tujuan untuk menjadi tonggak sejarah dari sebuah proses, peristiwa, atau kisah hidup seseorang.


Batu peringatan seperti itulah yang TUHAN mau dan perintahkan kepada umat Israel untuk dibuat setelah mereka keluar dari Sungai Yordan dan memasuki Tanah Kanaan yang TUHAN janjikan kepada mereka.


Batu-batu peringatan itu dibuat dari batu-batu yang diambil dari tengah Sungai Yordan, dari tempat para imam berpijak, dan kemudian ditegakkan oleh Yosua di Gilgal (di batas timur Yerikho). Melalui batu-batu peringatan tersebut Allah menghendaki agar umat Israel tidak lupa akan karya TUHAN yang ajaib, yaitu bahwa Ia telah membuat Sungai Yordan tersibak menjadi daratan yang bisa dilalui umat Israel sehingga mereka bisa masuk ke tanah Kanaan. Melalui batu-batu peringatan itu umat bisa bercerita kepada anak cucu mereka tentang karya TUHAN yang dahsyat. Dengan begitu, bangsa Israel dan anak cucu mereka bisa diteguhkan imannya melalui ingatan akan karya-karya TUHAN yang ajaib. Dengan cara seperti itu pula iman bisa diturunkan kepada generasi-generasi berikutnya.


Melalui kisah Alkitab ini, kita bersyukur bahwa ada sarana yang bisa dipakai untuk membantu kita dalam mengingat karya-karya Tuhan dalam hidup kita. Ada sarana untuk bercerita kepada anak cucu, atau siapa pun yang mau mendapatkan manfaat dari batu-batu peringatan itu. Namun, sudahkah kita membangun atau mempunyai 'batu-batu peringatan' semacam itu di dalam hidup kita?


Jika belum, mari kita buat 'batu-batu peringatan' untuk setiap hal luar biasa atau istimewa yang Tuhan anugerahkan kepada kita. Dari situ mari kita ceritakan kepada anak cucu dan siapa pun agar mereka memiliki iman yang kuat dan semakin percaya bahwa tak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dengan segala kebaikan-Nya, Allah akan selalu menyatakan kasih dan kuasa-Nya. [MTH]










Happy Morning From Tanjung pinang Kepri


Rabu, 11 Februari 2026

Renungan PanggilanNya Pasti Diteguhkan

 Santapan Harian

Panggilan-Nya Pasti Diteguhkan 

Yosua 3 


Setiap orang dianugerahi Tuhan panggilan hidup yang berbeda-beda. Atas panggilan tersebut biasanya orang ingin mendapatkan peneguhan bahwa Tuhan sungguh memanggil. Kebutuhan akan peneguhan tersebut biasanya muncul terutama pada saat-saat yang tidak mudah atau pada saat krisis, ataupun di saat-saat biasa. Tentang hal itu, kita tidak akan bisa meragukan karya-karya Tuhan yang jadi penanda bahwa Ia sedang meneguhkan panggilan-Nya dalam hidup kita. Itulah yang dialami oleh Yosua.


Sebagaimana Allah telah meneguhkan panggilan Musa melalui peristiwa umat bisa berjalan di tengah Laut Teberau saat keluar dari tanah Mesir, demikian pula Allah berkenan meneguhkan panggilan-Nya kepada Yosua. Di dalam perikop ini dituturkan bahwa TUHAN meneguhkan panggilan-Nya kepada Yosua melalui peristiwa mereka berjalan di tengah Sungai Yordan yang kering. Sungai Yordan yang terkenal dengan arusnya yang sangat deras, tersibak di bagian tengahnya dan menjadi kering sehingga bangsa Israel bisa lewat tanpa basah (16-17).


Peristiwa itu adalah mukjizat luar biasa yang meneguhkan panggilan TUHAN atas Yosua di hadapan seluruh orang Israel (7). TUHAN yang memanggil Yosua untuk memimpin umat Israel, TUHAN pula yang meneguhkan panggilan itu.


Melalui perenungan kisah Alkitab saat ini, mari kita renungkan dan rasakan peneguhan apa, atau seperti apa yang Ia hendak atau sudah nyatakan dalam hidup kita? Jika belum menemukan, mari kita mencoba untuk melihat lembar-lembar hidup kita, bagaimana Tuhan telah berkarya di dalamnya. Bisa jadi peneguhan tersebut tidak dalam bentuk yang luar biasa atau spektakuler, tetapi dalam bentuk yang sederhana.


Hal yang jelas, Ia sudah dan akan terus meneguhkan panggilan-Nya dalam hidup kita karena kita diciptakan oleh-Nya dengan maksud yang baik dan mulia. Ada kehendak Tuhan yang akan dinyatakan dalam hidup kita. Oleh sebab itu, jangan berkecil hati, tetaplah percaya kepada-Nya, hayati panggilan Tuhan atas hidup kita dan mari kita hidup dengan penuh syukur. [MTH]









Oiii Gloriaaa


Yohanes 10 : 16

 Selamat pg buat kita semua..


Yohanes 10:16 (TB) Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™









Kebun mini




Semoga lancar wirausaha siappudan


Renungan Ditempa Kesulitan

 Ditempa Kesulitan


Dalam beberapa bulan terakhir, hampir setiap pagi aku sudah tiba di kantor pukul 06.30 dan baru kembali ke rumah paling cepat pukul 24.00. Hari-hari panjang itu kujalani untuk satu tujuan: mempersiapkan banyak hal penting yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan kami. Bukan sekadar pekerjaan, tapi tanggung jawab-kepada usaha yang sedang dibangun, kepada orang-orang yang bergantung padanya, dan kepada masa depan yang sedang diperjuangkan.


Pagi ini tubuh terasa sangat lelah. Namun kelelahan itu belum sempat reda ketika sore harinya partnerku mengabarkan kondisi di tempat tujuan: suhu sekitar 2 derajat Celsius. Musim dingin. Aku diminta membawa pakaian yang cukup agar bisa bertahan di suhu ekstrem itu.

 

Di situlah aku tersadar- aku lupa bahwa di sana sekarang bukan seperti di Indonesia.


 Terburu-buru aku mencari pakaian musim dingin, namun sayangnya toko-toko sudah berganti etalase. Produk non-musim dingin mendominasi. Lagi-lagi, ini pengingat kecil bahwa dunia tidak selalu menunggu kesiapan kita.


Dalam perjalanan menuju bandara, aku menyetir sendiri dari rumah ke area parkir inap. Lagu-lagu Batak mengalun di dalam mobil- tentang kampung halaman, tentang rindu orang tua, tentang cinta dan kehilangan. Ada rasa hangat yang muncul, bercampur dengan perenungan. Betapa nyamannya hidup di Indonesia. Alam ramah. Cuaca bersahabat. Tantangan seolah tidak memaksa. 


Sangat berbeda dengan negara empat musim yang malam ini akan kudatangi-di sana, orang harus benar-benar mempersiapkan sandang dan pangan dengan matang. Dingin, gelap, atau salju bukan alasan untuk berhenti bekerja. Alam tidak memberi toleransi.


Aku teringat lagu lama yang menyebut negeri ini sebagai kolam susu. Mungkin benar. Tapi di sanalah pertanyaan itu muncul: jangan-jangan karena terlalu dimanjakan, kita menjadi kurang terlatih menghadapi tekanan? 


Jangan-jangan daya juang kita melemah bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena kita jarang dipaksa untuk bertahan?


Padahal dunia hari ini tidak lagi mengenal batas negara yang nyaman. Globalisme menghadirkan persaingan yang nyata, keras, dan tanpa kompromi. Kita bersaing bukan hanya dengan sesama anak bangsa, tetapi dengan manusia-manusia terbaik dari berbagai belahan dunia-yang ditempa cuaca ekstrem, disiplin tinggi, dan budaya kerja yang tidak mengenal alasan.


Di tengah arus global ini, Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan kekayaan alam atau keramahan budaya. Kita harus membangun daya saing. Daya saing lahir dari perjuangan. Dari jam-jam panjang yang sunyi. 

Dari keputusan-keputusan sulit. Dari kesiapan menghadapi ketidaknyamanan. Dari kemauan belajar, beradaptasi, dan bekerja lebih keras dari yang diminta.


Kesulitan bukan kutukan. Ia adalah alat tempa. Seperti besi yang menjadi baja karena panas dan tekanan, manusia dan bangsa pun menjadi kuat karena tantangan. Jika kita ingin berdiri sejajar di panggung dunia, kita harus berani keluar dari zona nyaman, berani menerima dingin, berani menyiapkan diri lebih matang, dan berani bekerja dengan standar global—tanpa kehilangan jati diri.


Malam ini aku terbang meninggalkan tanah yang hangat, membawa rindu, lelah, dan harapan. Bukan untuk mengeluh, tetapi untuk belajar. 


Karena hanya bangsa yang mau ditempa yang akan bertahan. Dan hanya mereka yang mau berjuang yang akan menang.


Soetta 09.02.2026 (ditulis sambil menunggu boarding)






Filipi 3 : 7

 *Apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.*

๐Ÿ“– *Filipi 3:7*


Bertahun-tahun lalu, ketika Rumania masih di bawah kendali komunisme, Bela Karolyi adalah pelatih senam. Dengan keahliannya, ia mengembangkan bakat para bintang, misalnya atlet peraih medali emas, Nadia Comaneci. Atas keberhasilannya melatih para atlet yang membawa kemasyhuran bagi negara Tirai Besinya, Bela dihadiahi mobil mewah dan banyak hadiah lain. Namun, Bela mendamba kebebasan. Maka suatu hari, dengan tekad kuat dan hanya sebuah kopor kecil, ia meninggalkan Rumania menuju kebebasan, meski tanpa uang sepeser pun. 


Ada harga yang harus dibayar untuk mengikut Yesus dan mengalami kebebasan yang diberikan-Nya. Ketika dua nelayan, Petrus dan Andreas, mendengar panggilan Yesus, "Ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia," mereka pun "segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia" (Mat. 4:19,20). 


Begitu juga Yakobus dan Yohanes meninggalkan ayah serta mata pencarian mereka untuk memulai hidup yang tidak pasti sebagai murid. Mereka tahu harganya dan memilih untuk mengikut Yesus, serta meninggalkan semuanya (ay. 21,22). 


Sungguh teladan agung bagi kita semua yang mengaku sebagai murid-murid Yesus! Dia berkata, "Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku" (Luk. 14:27). Bersediakah kita berkorban, besar maupun kecil, untuk Tuhan kita? Marilah kita menanggapi undangan Sang Juru Selamat, "Ikutlah Aku," tidak hanya dengan kata-kata, tetapi juga dengan tindakan.


Saat Yesus memanggil -- tentu aku menyahut, Dan mengikuti Dia hari ini juga; Saat suara-Nya memohon dengan lembut, Bagaimana bisa aku menunda-nunda? 


✝️ *APABILA KITA MENGIKUTI YESUS SELURUH HIDUP KITA BERUBAH ARAH*


✅ *DIBAYAR DENGAN APA?*






Lukas 18 : 7

 Lukas 18:7 (TB) Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?


https://alkitab.app/v/28b78a86c8aa










Yosua 1 : 9

 Slmt pg buat kita semua..


Yosua 1:9 (TB) Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi." 

๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™










Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Februari Prov Kepulauan Riau

 

*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 11 Februari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan terdapat pola daerah belokan angin (shearline) di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, dan masih kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Secara umum prakiraan kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan danterdapat potensi hujan dengan intensitas ringan namun bersifat lokal/ tidak merata pada siang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 11 Februari 2026 Prov Kepulauan Riau


Kitab Keluaran, 11 Februari 2026

 KELUARAN


Kitab Keluaran adalah Kitab kedua dari Kitab Taurat. Kitab ini di tulis oleh Musa. 


Kitab ini menunjukkan bagaimana Tuhan menggunakan kekuatan-Nya untuk menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan.


Bangsa Israel di dalam perbudakan 400 tahun.

Setelah Yusuf meninggal dan telah berganti raja yang tidak mengenal Yusuf, mulailah orang Israel di tindas. Bangsa Israel yang sampai di Lembah Gosyen 66 orang + Yusuf & keluarga, total 70 orang.


Bangsa Israel bertumbuh pesat sehingga orang Mesir mulai takut dan akhirnya mulai menindas mereka. Waktu Musa lahir, anak-anak laki-laki Israel di bunuh tapi Musa selamat, dan diangkat anak oleh putri Firaun dan dibesarkan dalam istana. Musa lari dari Mesir umur 40 tahun, kembali ke Mesir 40 tahun kemudian (umur 80) dan membawa bangsa Israel selama 40 tahun.


Tuhan mengirimkan 10 tulah bagi bangsa Mesir. Tuhan memaksa Firaun membiarkan orang Israel ke luar dari Mesir. Tuhan memberikan kepada orang Israel 10 hukum juga hukum-hukum yang lain, yang harus dijalankan bangsa Israel.


Amanat kitab ini terutama menguraikan apa yang dilakukan Tuhan pada waktu Ia membebaskan umat-Nya yang diperbudak, lalu membimbing mereka menjadi suatu bangsa yang mempunyai harapan bagi masa depan.


Kita dapat mempelajari dalam kitab ini bagaimana Tuhan menggunakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan yang tidak berdaya. Dia mengharapkan umat-Nya berjalan dalam keadilan dan kebenaran sepanjang hidupnya.


Tokoh utama dalam kitab ini adalah Musa, orang yang dipilih Tuhan untuk memimpin umat-Nya keluar dari Mesir. Juga Harun, kakak dari Musa.


Bangsa Israel meninggalkan Mesir sekitar 1446 SM. Hukum diberikan di gunung Sinai 1 tahun setelah itu. 


Bagian yang paling terkenal dari buku ini ialah daftar Sepuluh Perintah Allah.


12 pasal pertama terjadi di Mesir setelah itu sebagian besar di gunung Sinai.











Selasa, 10 Februari 2026

Prakiraan Cuaca Tanggal 10 Februari Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 10 Februari 2026 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Diprakirakan tidak terdapat pola angin yang signifikan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya, dan masih kuatnya tiupan angin di lapisan atas dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan - awan konvektif penghasil hujan untuk di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan menjadi. Secara umum prakiraan kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan cerah berawan hingga berawan tebal sepanjang hari.

     

๐Ÿ”– *Peringatan Dini:* 

- Waspada potensi ketinggian gelombang yang dapat mencapai hingga 2.4 meter (kategori sedang) di wilayah Perairan Bintan dan sekitarnya;

- Waspada potensi terjadinya kebakaran lahan/hutan/pemukiman akibat udara yang relatif kering dan kuatnya tiupan angin di sekitar wilayah Pulau Bintan.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

๐Ÿ“ž 0811 7786 091

๐Ÿงพ https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371



















Prakiraan Cuaca Tanggal 10 Februari 2026 Prov Kepulauan Riau


Kisah Para Rasul 27 : 25

 *Aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku.*

๐Ÿ“– *KPR 27:25*


Seorang guru Sekolah Minggu memberi setiap anak laki-laki dalam kelasnya sebuah Alkitab Perjanjian Baru dan mendorong mereka masing- masing untuk menuliskan namanya di sebelah dalam sampul depan. 


Beberapa minggu kemudian, setelah berulang kali mengajak mereka menerima Kristus sebagai Juruselamat, ia meminta mereka yang telah menerima Kristus untuk menuliskan kalimat berikut di bawah namanya: “Saya menerima Yesus”. Seorang anak menulis kalimat berbeda, “Saya mengharapkan Yesus.” 


Ketika bercakap-cakap dengannya, sang guru menyadari bahwa si anak paham betul yang ditulisnya. Ia tidak hanya percaya kepada Tuhan untuk menerima keselamatan, tetapi juga mengharapkan Dia untuk menyertainya sepanjang waktu dan untuk menggenapi semua janji-Nya. 


Pernyataan anak lelaki itu menghadirkan sebuah tafsiran sederhana, namun luar biasa tentang arti iman yang sejati. 


Dalam Kisah Para Rasul 27, kita melihat iman pengharapan Rasul Paulus. Ia sedang menjadi tahanan yang dibawa dengan kapal menuju Roma ketika sebuah badai dahsyat menerpa dan mengancam menghancurkan kapal besar itu. 


Sepanjang malam, malaikat Tuhan memberi tahu Paulus bahwa mereka semua akan selamat (ayat 23,24). Ia tahu sabda Tuhan dapat dipercaya. Maka di tengah badai, ia berkata, “Aku percaya kepada Allah, bahwa semuanya pasti terjadi sama seperti yang dinyatakan kepadaku” (ayat 25). Dan begitulah yang terjadi. 


Seharusnya tidak mengherankan bila Allah menepati janji-Nya. Perkataan-Nya memang patut diharapkan!


✝️ *COBALAH MELAKUKAN SEGALA PERKARA YANG BESAR BAGI ALLAH HARAPKAN SEGALA PERKARA YANG BESAR DARI ALLAH*


✅ *MENGHARAPKAN YESUS*




Langit Nan Indah







Renungan Sembada Iman

 Santapan Harian

Sembada Iman 

Yosua 2 


Dalam masyarakat Jawa ada istilah 'sembada' yang bermakna mampu menjalankan tugas dan sanggup menanggung akibat.


Dalam perikop ini kita melihat bagaimana Rahab mengambil keputusan berani dengan melindungi para pengintai yang diutus Yosua dari orang-orang utusan raja Yerikho. Rahab dengan sengaja menyembunyikan para pengintai tersebut di rumahnya sebab ia tahu bahwa mereka itu adalah orang-orang yang kepada mereka Allah berpihak. Rahab selama ini telah mendengar kisah-kisah menakjubkan tentang umat Israel. Ia yakin bahwa kemenangan akan ada pada mereka karena ada kuasa Allah yang menyertai mereka. Maka, kepada para pengintai itu ia memohon keselamatan bagi keluarganya jika suatu saat kemenangan ada di antara umat Israel (12-13).


Keyakinan kepada Allah yang benar dan pengharapan akan hal yang terbaik bagi keluarganya telah membuat Rahab bersikap sembada iman. Ia mewujudkan imannya kepada Allah Israel dengan melakukan tindakan nyata. Meski Rahab bukan umat Israel, ia mempunyai kepekaan untuk melihat karya dan kehendak Allah yang terbaik bagi umat-Nya. Dari apa yang ia dengar, ia tahu bahwa Allah akan memihak kepada umat Israel dan memberikan kemenangan kepada mereka. Ia pun dengan saksama mengatur perjalanan para pengintai sehingga mereka kembali kepada Yosua dengan selamat (23).


Dari kisah ini, kita melihat teladan Rahab yang menunjukkan keberanian untuk mengambil keputusan yang berisiko demi keyakinannya kepada Allah. Rahab tidak hanya mengakui kebesaran Allah, tetapi ia juga melakukan langkah konkret dengan melindungi para pengintai. Atas tindakannya, Rahab dihargai dalam sejarah iman Israel.


Sikap Rahab dapat menjadi inspirasi bagi kita dalam menumbuhkan iman yang benar, yaitu iman yang tidak pasif, tetapi diwujudkan dalam perbuatan nyata. Kita diajak untuk tetap teguh dalam prinsip dan iman kita kepada ajaran firman Allah, dan berani bertindak, meskipun menghadapi tantangan. [MTH]













Senin, 09 Februari 2026

Sehat dan Pemeliharaan Tuhan

 Selamat pagi Abang, Kakak dan teman-teman.

Dalam keadaan sehat dan pemeliharaan Tuhan.


Selamat Hari Senin

Selamat Beraktivitas.


Tuhan memberkati ๐Ÿ˜‡๐Ÿ™









Amen haleluya














Rajin bekerja










Semangat beraktivitas amen










Selamat hari senin buat kita semua