Santapan Harian
Allah Menghargai Hamba-Nya yang Setia
Yosua 19
Tentara generasi pertama yang keluar dari Mesir Allah hukum untuk berkelana dan mati di padang gurun karena mereka tidak mau berperang dengan Kanaan. Dari keseluruhan tentara, hanya Yosua dan Kaleb yang setia yang diizinkan Allah masuk ke Kanaan.
Nas kita menceritakan tentang pembagian tanah untuk enam suku yang masih tertinggal, yaitu Simeon, Zebulon, Isakhar, Asyer, Naftali, dan Dan (1-48). Namun, ternyata ada sesuatu yang dicatat setelah itu, yaitu milik pusaka yang diberikan kepada Yosua. Setelah orang Israel selesai membagikan negeri itu menjadi milik pusaka mereka menurut wilayah-wilayahnya, mereka memberikan kepada Yosua bin Nun milik pusaka di antara mereka (49). Karena Yosua adalah dari suku Efraim, sesuai dengan titah TUHAN, mereka memberikan kepadanya kota yang dimintanya, yakni Timnat-Serah di Pegunungan Efraim. Ia membangun kota itu dan menetap di sana (50).
Jika kita melihat pembagian tanah Kanaan, yang dibagi untuk 9, 5 suku (karena 2, 5 suku sudah mendapat tanah di timur Sungai Yordan), maka catatan pembagian tanah Kanaan dimulai dengan tanah yang diberikan kepada Kaleb (lih. Yos 14:6-15), dan berakhir dengan tanah yang diberikan kepada Yosua (49-50). Hanya dua orang inilah yang secara pribadi disebutkan mendapat milik pusaka mereka. Pembagian tanah lainnya hanya disebutkan batasan-batasan daerahnya dan kota-kota yang ada dalam wilayah tersebut.
Ini berarti Allah memberikan perhatian khusus kepada kedua hamba-Nya yang setia. Hal itu menunjukkan betapa Allah menghargai kesetiaan mereka, meskipun sebenarnya kesetiaan adalah kewajiban setiap hamba-Nya. Kita seharusnya setia kepada Allah tanpa mengharapkan imbalan karena kesetiaan kita adalah hasil dari anugerah-Nya yang melimpah. Namun, nas hari ini menunjukkan bahwa ternyata Allah sangat menghargai ketika kita melakukan kewajiban kita untuk setia dan taat kepada-Nya.
Bersyukurlah karena kita memiliki Allah yang sangat menghargai hamba-hamba-Nya yang setia. [INT]
![]() |
| God bless |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar