H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Rabu, 31 Desember 2025

Yohanes 15 : 8



Yohanes 15:8 (TB)  

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."














Akhir Tahun In My Room


Terpujilah Tuhan

 24 Jam Lagi Sebelum Kita Memasuki Tahun Baru 2026

     .............

Terpujilah TUHAN yg Mempertahankan Nafas Hidup Kita, yg Menyertai Perjalanan Hidup kita mulai detik pertama awal tahun 2025 sampai pada penghujung tahun hari ini 31 Desember 2025.

Bagaimana Sikap & Hati kita utk Menyongsong, Memasuki Detik pertama tahun 2026 ?

Jawabannya adalah Mari Kita Bersyukur & Menyerahkan Perjalanan selanjutnya Hidup ini kedalam Tangan Pengasihan & Perlindungan Tuhan.


     Satu Ayat Firman Tuhan yang begitu penting Kita pegang ada seperti tertulis dibawah ini :

  1 Yohannes 2 : 15 -17

Janganlah Mengasihi Dunia ini dan apa yg di dalamnya.

Jika orang Mengasihi Dunia,

Maka Kasih Bapa tidak ada di dalam orang itu.

Sebab semua yg ada dlm Dunia, yaitu 

Keinginan daging

dan Keinginan mata

serta Keangkuhan hidup 

Bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari Dunia.

Dan Dunia ini sedang LENYAP dgn Keinginan nya,

Tetapi orang yg Melakukan Kehendak Allah tetap Hidup selama lamanya.

 

Semoga Saudara diberkati dgn Firman Tuhan ini.

      Haleluya !






Renungan Sadarilah Bahwa Semua Itu Anugerah Allah

 _renungan akhir tahun 2025_


Shalom, selamat pagi Saudaraku 🙏 😊 


*SADARILAH BAHWA SEMUA ITU ANUGERAH ALLAH*


_*1 Tawarikh 17:16 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?*_


Nats ini adalah perkataan Raja Daud di dalam Tenda tempat keberadaan Tabut Perjanjian, sewaktu dia berkeinginan untuk membangun Rumah Tuhan, dan Allah mengatakan kepada Daud melalui nabi Natan demikian, _*1 Tawarikh 17:7-8 Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku akan membuat namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi.*_


Daud menyadari bahwa apa yang dia peroleh saat itu, yakni: kedudukan sebagai Raja Israel, harta benda yang dia miliki, isteri dan anak yang ada padanya, *semuanya itu adalah pemberian dan anugerah Allah,* Daud menyadari bahwa semasa mudanya dia adalah seorang gembala kambing domba, anak paling kecil (bungsu) yang tidak diperhitungkan dalam keluarga dan masyarakat pada zaman itu, namun kemudian TUHAN mengangkat dia menjadi Raja atas Israel.


Kita tahu bahwa proses pemilihan dan pengangkatan Daud sebagai Raja Israel penuh dengan tantangan dan pergumulan, mulai sejak dia mengalahkan Goliat, kemudian diangkat menjadi Tentara Israel bahkan menjadi Panglima Perang dibawah kepemimpinan Raja Saul, kemudian beberapa kali mengalami pencobaan pembunuhan dan dikejar² oleh Raja Saul, sampai kemudian Raja Saul mati dalam peperangan melawan orang Filistin, barulah Daud diangkat menjadi Raja atas Israel menggantikan Saul.


Dalam perjalanan hidup dan karirnya, Daud selalu melibatkan TUHAN, beribadah, mempersembahkan korban Bakaran, sampai kemudian memikirkan untuk mendirikan "Rumah" bagi TUHAN Allah Israel, dia tidak mau nyaman untuk diri sendiri dan keluarganya.

 

Sekalipun dia seorang Raja, dia tetap rendah hati, tidak menjadikan kedudukan sebagai Raja menjadi suatu keangkuhan dan kesombongan menjaga harga diri, seperti:

*1* Mau menari² (sampai isterinya Mikhael merendahkannya) sewaktu membawa Tabut TUHAN dari rumah Obed Edom ke Kemah Suci di Yerusalem _*1 Tawarikh 15:29 Ketika tabut perjanjian TUHAN itu sampai ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud melompat-lompat dan menari-nari. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya*_

*2* Mau ditegur oleh Nabi Natan dengan tersungkur bersujud dan berpuasa, ketika Daud jatuh dalam dosa perzinahan dengan Betsyeba bahkan sampai membunuh suaminya, Uria _*2 Samuel 12:13,16 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah.*_


Saudaraku, Bapa kita dalam Tuhan Yesus Kristus telah memberkati kita sepanjang hidup, khususnya sepanjang tahun 2025, Dia beri kita nafas hidup, kesehatan, keluarga dan lain sebagainya, mari kita naikkan syukur dengan berkata, _*Mazmur 107:1 Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.*_

Mari kita evaluasi diri, mau ditegur dan bertobat dari perbuatan jahat, dosa, mudah tersinggung, marah dan sebagainya, sebaliknya mari kita menghasilkan Buah Roh _*Galatia 5:22-23 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.*_


Mari kita sambut tahun 2026 dengan iman berkata, _*Mazmur 121:1-2 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku? Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.*_


Terima kasih 

Tuhan Yesus memberkati






Grup Baca Alkitab 2026

 *REMINDER BAGI YANG INGIN IKUT GRUP BACA ALKITAB 2026 & BELUM DAFTAR*


Shalom. 


Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara(i) yang dikasihi Tuhan untuk ikut dalam grup baca Alkitab yang akan dimulai 1 Februari 2026. 


Masing-masing membaca sendiri 5 pasal per hari mulai dari Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu. Setiap selesai membaca 5 pasal silakan dilaporkan ke grup WhatsApp setiap hari. Jadi kita akan membaca selama 238 hari (hampir 8 bulan). Mulai 1 Feb 2026 - 26 September 2026.


Bpk. Pdt. Jack Kawira (hamba Tuhan GRII) akan menjawab pertanyaan dari Bapak/Ibu/Saudara(i) tetapi tidak ada pertanyaan lain di luar topik pembacaan. Kumpulan pertanyaan dari seluruh anggota grup dan jawaban hamba Tuhan akan dikirim ke setiap grup per kitab dalam bentuk pdf. 


Koordinator tiap grup akan mengabsen setiap hari & setiap 10 hari saya akan mengirimkan jadwal pembacaan ke grup kemudian koordinator grup akan melanjutkan ke setiap anggota.


Setiap memulai 1 kitab, saya akan mengirimkan ringkasan singkat dan pengantar dari kitab yang akan dibaca sehingga kita mendapat gambaran singkat isi kitab tersebut.


Bagi Bapak/Ibu/Saudara(i) yang ingin bergabung & berkomitmen, silakan daftar lewat link https://forms.gle/K3YiQARuN34zyLWx6 atau menghubungi WA +41 78 619 67 94 (Cynthia Kaluntas Lebet), ajak keluarga, teman-teman dan siapapun yang bisa membaca karena setiap orang membutuhkan Kristus yang tercatat dalam Firman.


Amsal 3:5-8 (TB) Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 

Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 

Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; 

itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. 



LAUS DEO






Roma 11 : 33

 Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.

*Bukanlah hak manusia untuk meminta pertanggung-jawaban dari Allah*


*31 Desember*


*Providensi yang Tak Terselidiki*


*“O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”* Roma 11:33


Jangan menyelidiki providensi yang tersembunyi dengan *keingin-tahuan yang berlebihan,* atau dengan pongah menilai dan mengecam rancangan providensi dengan daya nalar anda yang dangkal. 


*Ada yang sulit dipahami dalam karya-karya Allah,* sebagaimana kesulitan-kesulitan dalam naskah firman Allah. 


Hal ini seharusnya menjadikan kita bersikap hormat. Di sinilah Kitab Suci menetapkan *batas-batas untuk keingin-tahuan kita, yang mustahil*, atau yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun. 


*Bukanlah hak manusia untuk meminta pertanggung-jawaban dari Allah.* 


Hikmat-Nya dikatakan sebagai *‘tak terselidiki’*, dengan demikian pikiran manusia tidak perlu bersusah-payah dan berjerih lelah dalam kesia-siaan, dan juga tanpa perlu menghadapi bahaya terbesar, dalam menyelidiki Allah. 


*Manusia mudah terkilir jika memaksa diri secara berlebihan demi meraih sesuatu.* 


Asaf sangat ingin membongkar rahasia penderitaan orang benar, dan kemujuran orang fasik, yang malah *melahirkan rasa cemburu dan kemurungan di dalam dirinya* (Mzm. 73). 


Dan inilah kesia-siaan yang diperolehnya ketika *mempertanyakan providensi dalam keterbatasan daya nalar manusia*. 


*Ayub yang kudus juga keliru dalam hal ini* (Ayub 42:3). 


Nalar sehat mustahil keberatan terhadap firman atau karya Allah. 


Namun ada hal-hal yang bertentangan di dalam kedua nalar, antara nalar duniawi dan yang melampaui nalar yang benar. 


Oleh karena itu sangatlah tidak masuk akal bagi ratio mempertanyakan hal-hal itu sampai ke batasnya yang melampaui dunia atau bidang dan kemampuannya. 


Banyak kekacauan terjadi sebagai akibat dari praktek ini. Kita terseret ke dalam kecurigaan dan ketidak-percayaan yang tidak perlu terhadap kesetiaan Allah di dalam janji-janji-Nya. 


Cara penalaran ini mengakibatkan *kemurungan dalam pikiran dan kelesuan hati* di bawah providensi yang menyesakkan. 


Akal tidak mampu membedakan buah baik yang dihasilkan, sehingga tangan kita menjadi lunglai dalam keputus-asaan yang berdosa, sambil mengatakan, *‘segala sesuatu melawan kita!’*


Dari ketidak-percayaan terhadap providensi ini mengalirlah godaan untuk membebaskan diri dengan cara-cara yang berdosa. 


Hati-hatilah untuk tidak bersandar secara berlebihan pada daya nalar anda sendiri. Tidak ada yang lebih masuk akal, tidak ada yang lebih berbahaya!


John Flavel (1627-1691), Works, Bab IV: hlm 435-436.




Allah yang Baik, Selamat Menyambut Tahun 2026







Prakiraan Cuaca Tanggal 31 Desember Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 31 Desember 2025 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau, termasuk wilayah Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berawan berpotensi terjadi hujan ringan pada siang hari.

     

🔖 *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi dan siang hari.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371

















Prakiraan Cuaca Tanggal 31 Desember 2025 Prov Kepulauan Riau



Renungan Mencari Kebenaran Sejati

 Santapan Harian

Mencari Kebenaran Sejati 

Yohanes 3:1-13 


Nikodemus adalah seorang pemimpin agama Yahudi dari golongan Farisi (1). Ia seorang terdidik dan pengajar agama (10). Ia menguasai Hukum Taurat dan tradisi agama. Namun, dialognya dengan Yesus menunjukkan bahwa ia masih belum memahami kebenaran yang ada dalam Yesus.


Mengingat posisinya dalam komunitas Yahudi, ia dengan hati-hati mencari kebenaran dalam Yesus karena menyadari bahwa Yesus adalah yang diutus oleh Allah (2). Namun, Yesus menantang pemahamannya dengan pernyataan, "Jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (3).


Dalam bahasa Yunani, istilah 'dilahirkan kembali' menggunakan kata anothen, yang dapat berarti 'kembali' atau 'dari atas' (lih. Yoh 19:11, 23). Artinya, kelahiran kembali adalah tindakan Allah, bukan hasil usaha manusia. Hanya karena tindakan Allah, seseorang memahami kebenaran secara utuh.


Nikodemus kebingungan dan bertanya bagaimana seseorang bisa dilahirkan kembali secara fisik (4). Namun, Yesus menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah transformasi rohani melalui Roh Kudus (5): penyucian dosa dan pembaruan spiritual. Transformasi ini adalah karya Allah yang memberikan hidup baru kepada orang beriman. Seperti angin yang tidak terlihat, tetapi terasa, pekerjaan Roh Kudus nyata dan mengubahkan hidup (8).


Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri! Yesus menyatakan bahwa hanya Dia yang turun dari surga yang dapat menyatakan kebenaran Allah (13). Kelahiran kembali terjadi hanya melalui iman kepada Yesus. Iman kepada Yesus adalah respons manusia terhadap anugerah Allah yang menyelamatkan. Iman yang bukan sekadar percaya kepada fakta tentang Yesus, tetapi juga memercayakan seluruh hidup kepada-Nya.


Jika kita dapat mengenal kebenaran dan mengalami keselamatan, itu adalah kasih karunia Tuhan. Bersyukurlah! Jika kita masih berupaya memahami kebenaran sejati dengan logika dan pengetahuan agama, bertobatlah! Sebab, itu adalah kesia-siaan. [JMH]








Akhir Tahun




Selasa, 30 Desember 2025

Tuhan Global

 “Kita harus menjadi orang Kristen global dengan visi global karena Tuhan kita adalah Tuhan global.” 

― John RW Stott



















































Keluarga Dari Bapak


Perbuat Dengan Segenap Hatimu

 *“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”*

📖 *Kolose 3:23*


Bu Lilis, seorang petugas kebersihan di sebuah rumah sakit daerah, sudah bekerja lebih dari lima belas tahun. Pekerjaannya sering dipandang rendah. Banyak orang melewatinya tanpa menyapa, bahkan ada yang mengeluh jika lantai masih basah atau tempat sampah belum sempat dibersihkan. Di akhir tahun ini, Bu Lilis sempat berpikir untuk berhenti. Tubuhnya lelah, penghasilannya pas-pasan, dan ia merasa hidupnya tidak pernah benar-benar “maju”.


Suatu pagi, ia membersihkan ruang rawat inap seorang pasien lansia yang sudah lama terbaring. Saat Bu Lilis hendak keluar, pasien itu memanggilnya pelan dan berkata,


“Bu, terima kasih ya. Setiap kali Ibu membersihkan ruangan ini, saya merasa dihargai. Cara Ibu bekerja bikin saya merasa tidak sendirian.”


Kalimat itu membuat Bu Lilis terdiam. Di ruang ganti, ia menangis. Ia menyadari bahwa selama ini Tuhan melihat setiap sapuan pel dan setiap ketulusan hatinya — meski tidak banyak orang yang memperhatikan.


Kolose 3:23 mengingatkan kita bahwa nilai hidup kita tidak ditentukan oleh jenis pekerjaan, melainkan oleh hati yang kita berikan kepada Tuhan di dalam pekerjaan itu. Sering kali kita sulit bersyukur karena membandingkan hidup kita dengan orang lain. Kita merasa peran kita kecil, hasil kita biasa, dan jerih lelah kita kurang dihargai. Namun firman Tuhan menegaskan: apa pun yang kita lakukan, jika dilakukan untuk Tuhan, tidak ada yang sia-sia.


Bu Lilis tidak melakukan pekerjaannya demi pujian manusia. Ia melakukannya dengan ketulusan, dan di sanalah Tuhan memakai hidupnya untuk menghadirkan kasih dan penghiburan bagi orang lain. Syukur lahir ketika kita menyadari bahwa Tuhan bekerja bukan hanya melalui mimbar, jabatan, atau panggung besar, tetapi melalui kesetiaan sehari-hari yang sederhana.


Menjelang akhir tahun, mungkin kita bertanya,

👉 “Apa yang sudah benar-benar berarti dari hidupku tahun ini?”

Renungan hari ini mengajak kita melihat kembali:

 • setiap tugas yang kita lakukan dengan setia,

 • setiap kebaikan kecil yang kita lakukan tanpa disorot,

 • setiap tanggung jawab yang kita jalani meski lelah, semuanya bernilai kekal di mata Tuhan.


Bersyukur berarti mengakui bahwa Tuhan hadir dan bekerja melalui hidup kita, bahkan saat kita merasa “biasa saja”. Syukur menolong kita berhenti meremehkan diri sendiri dan mulai melihat hidup dari sudut pandang Tuhan.


✝️ *Tidak ada pekerjaan yang terlalu kecil jika dilakukan dengan hati yang besar bagi Tuhan.*


✅ *BERSYUKUR DALAM KESETIAAN SEHARI-HARI*








Semangat Sore







Mengucap Syukur Senantiasa Efesus 5 : 20

 *Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita.*

📖 *Efesus 5:20*


Pak Johan, seorang pengusaha kecil di kota Bogor, menutup tahun ini dengan perasaan campur aduk. Usaha percetakan yang ia rintis belasan tahun harus tutup karena sepi pesanan. Mesin-mesin dijual, karyawan dilepas dengan berat hati. Suatu sore, ia duduk sendirian di ruang usahanya yang hampir kosong. Ia berkata dalam hati “Tuhan, aku gagal. Aku tidak punya apa-apa lagi untuk disyukuri.”


Beberapa hari kemudian, Pak Johan dihubungi salah satu mantan karyawannya. Dengan suara terharu, karyawan itu berkata,


“Pak, terima kasih. Waktu usaha Bapak masih berjalan, Bapak bukan hanya memberi pekerjaan, tapi juga mengajari kami jujur dan berdoa. Saya diterima kerja di tempat baru, dan semua yang Bapak ajarkan sangat menolong saya.”


Telepon itu membuat Pak Johan terdiam lama. Ia menyadari sesuatu yang selama ini luput ia lihat: usahanya memang berhenti, tetapi dampaknya tidak berhenti.


Efesus 5:20 tidak berkata, “Bersyukurlah untuk segala hal,” melainkan “bersyukurlah dalam segala hal.” Ada perbedaan besar di sana. Tuhan tidak meminta kita bersyukur atas penderitaan seolah-olah penderitaan itu baik. Tetapi Tuhan mengundang kita untuk menemukan alasan bersyukur di tengah keadaan yang tidak ideal.


Pak Johan tidak bersyukur karena usahanya tutup. Ia bersyukur karena Tuhan memakai hidupnya untuk memberkati orang lain melalui proses itu. Sering kali kita mengukur hidup dari apa yang kita miliki atau capai. Padahal Tuhan menilai hidup dari siapa yang kita sentuh dan bagaimana karakter Kristus dinyatakan melalui kita.


Ketika kita hanya melihat apa yang hilang, hati kita dipenuhi kepahitan. Namun ketika kita mulai melihat apa yang Tuhan kerjakan melalui kehilangan itu, hati kita dipulihkan. Syukur membuka mata rohani kita untuk melihat bahwa Tuhan tidak pernah berhenti bekerja — meski jalan-Nya berbeda dari rencana kita.


Menjelang akhir tahun, mungkin ada hal-hal yang harus kita lepaskan: pekerjaan, mimpi, relasi, atau harapan tertentu. Renungan hari ini mengajak kita bertanya:

👉 Apa yang Tuhan kerjakan di dalam diriku melalui semua ini?

👉 Karakter apa yang Ia bangun?

👉 Kesaksian apa yang lahir, meski hasilnya tidak seperti yang aku inginkan?


Bersyukur dalam segala hal adalah tanda iman yang matang — iman yang percaya bahwa Tuhan tetap baik, bahkan ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan.


✝️ *Syukur tidak mengubah masa lalu, tetapi syukur mengubah cara kita memandang karya Tuhan di balik setiap proses.*


✅ *HARI 4: BERSYUKUR DALAM SEGALA HAL*









Selamat Natal dan Tahun Baru 2026


Mazmur 52 : 9

 Slmt pg buat kita semua..


Mazmur 52:9 (TB) (52-11) Aku hendak bersyukur kepada-Mu selama-lamanya, sebab Engkaulah yang bertindak; karena nama-Mu baik, aku hendak memasyhurkannya di depan orang-orang yang Kaukasihi! 

🙏🙏🙏









Mau cek perbaikan laporan






Selamat Natal dan Tahun Baru 2026


Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Desember Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 30 Desember 2025 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau, termasuk wilayah Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berpotensi terjadi hujan ringan pada pagi dan siang hari yang dapat disertai petir.

     

🔖 *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi dan siang hari.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371




















Prakiraan Cuaca Tanggal 30 Desember 2025 Prov Kepulauan Riau


Bait Allah Yang Baru

 Santapan Harian

Bait Allah yang Baru 

Yohanes 2:13-25 


Bait Allah adalah tempat kehadiran Allah di tengah-tengah umat-Nya. Melalui peristiwa yang tertulis dalam bacaan ini, Yesus sedang menunjukkan apa arti Bait Allah.


Peristiwa ini terjadi saat perayaan Paskah Yahudi sudah dekat. Pada perayaan ini, banyak orang dari berbagai bangsa datang ke Yerusalem untuk beribadah di Bait Allah. Namun, suasana di halaman Bait Allah telah berubah menjadi pasar yang sibuk dengan aktivitas perdagangan. Para pedagang menjual lembu, domba, dan merpati untuk keperluan kurban persembahan, sementara para penukar uang melayani kebutuhan para peziarah yang datang dari berbagai wilayah dengan mata uang yang berbeda. Yesus marah dan mengusir mereka, "Jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan!" (14-16). Tujuan utama Bait Allah sebagai tempat beribadah kepada Allah dan rumah doa bagi segala bangsa (bdk. Yes 56:7) telah digantikan dengan aktivitas perdagangan.


Yesus memberi makna baru yang radikal akan Bait Allah. Keterhubungan manusia dengan Allah tidak lagi dibatasi oleh tempat fisik atau ritual agama, melainkan di dalam diri-Nya. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, tubuh-Nya menjadi Bait Allah yang baru (21). Di dalam kematian-Nya, Ia menghapus semua penghalang yang memisahkan manusia dari Allah, baik penghalang etnis, sosial, maupun budaya, sehingga semua orang dapat beribadah kepada Allah. Tak ada lagi dinding pemisah antara Allah dan manusia. Melalui kebangkitan-Nya, Yesus membuka jalan bagi semua orang untuk datang kepada Allah tanpa penghalang. Siapa pun yang percaya kepada-Nya dapat masuk ke dalam hadirat Allah.


Kita dapat beribadah kepada Allah karena Yesus mati di atas kayu salib dan bangkit pada hari ketiga. Seperti Yesus membuka jalan bagi semua bangsa, kita juga dipanggil untuk membuka gereja dan komunitas bagi siapa pun yang mencari kebenaran dan kasih Allah. Gereja dan komunitas Kristen harus menjadi saksi Kristus yang terbuka, tidak eksklusif agar semua orang mengalami karya penebusan Yesus. [JMH]










Tugu Pertobatan Di Mentawai





Pajak dan STNK 5 Tahunan si Merah



Senin, 29 Desember 2025

Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Desember Prov Kepulauan Riau


*Selamat pagi dan selamat beraktivitas*


*Dengan hormat, Berikut kami sampaikan prakiraan cuaca Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan tanggal 29 Desember 2025 yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB.*


Terpantau terdapat pola belokan angin (Shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau, termasuk wilayah Pulau Bintan yang menyebabkan perlambatan massa udara sehingga dapat mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif penghasil hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya. Secara umum kondisi cuaca hari ini di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan diprakirakan berpotensi terjadi hujan ringan pada pagi, siang dan malam hari yang dapat disertai petir.

     

🔖 *Peringatan Dini:* 

⚠️ Waspada potensi pembentukan awan Cumulonimbus (CB) yang dapat menyebabkan hujan dengan intensitas ringan yang dapat disertai petir dan angin kencang pada pagi, siang dan malam hari.


☔ *Prakirawan Stasiun Meteorologi Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang*

📞 0811 7786 091

🧾 https://www.bmkg.go.id/cuaca/prakiraan-cuaca.bmkg?kab=Tanjung_Pinang&Prov=Kep_Riau&AreaID=501371


















Prakiraan Cuaca Tanggal 29 Desember 2025 Prov Kepulauan Riau


Renungan Berkat dan Sukacita Mesianik

 Santapan Harian

Berkat dan Sukacita Mesianik 

Yohanes 2:1-12 


Dalam tradisi Yahudi, anggur adalah simbol sukacita, kelimpahan, dan berkat Allah. Mazmur 104:15 dan Amsal 3:10 menyebutkan bahwa anggur adalah pemberian Allah yang menyukakan manusia. Bahkan, dalam tradisi Yahudi, pesta pernikahan tanpa anggur dianggap memalukan. Oleh karena itu, situasi kehabisan anggur pada pesta perkawinan di Kana sangat genting.


Maria, ibu Yesus, meminta Yesus untuk bertindak dengan keyakinan bahwa Dia dapat menyelesaikan masalah itu. Yesus kemudian memerintahkan para pelayan mengisi enam tempayan dengan air, yang berubah menjadi anggur terbaik (7-10). Tempayan-tempayan itu menampung sekitar 460 hingga 720 liter air. Peristiwa itu bukan sekadar mukjizat, tetapi tanda bahwa Yesus adalah Mesias dan Anak Allah. Hanya Allah Pencipta yang mampu melakukan perubahan ajaib seperti ini (bdk. Mzm 77:7).


Peristiwa di Kana juga memiliki makna eskatologis. Nabi Yesaya menubuatkan perjamuan besar di Gunung Sion pada masa Mesianik, di mana Allah akan membawa pemulihan universal bagi segala bangsa (bdk. Yes 25:6-9; Yer 31:2; Yl 3:18). Anggur dalam nubuat itu melambangkan sukacita dan kelimpahan yang akan diberikan Allah pada masa itu. Mukjizat Yesus menunjukkan bahwa masa Mesianik telah tiba melalui diri-Nya.


Narasi ini menegaskan Yesus memulihkan kehormatan tuan rumah, dan menjadi sumber berkat dan sukacita. Ia tidak saja bersedia menyelesaikan masalah, tetapi juga sedang menyatakan diri Nya kepada manusia di dalam dan melalui masalah tersebut.


Jika tahun ini kita kehilangan sukacita dan harapan, datanglah kepada Yesus. Di kala masalah tak kunjung selesai, hidup terasa lelah, perasaan diliputi kekecewaan, dan air mata membanjiri tempat tidur, datanglah kepada Yesus. Ia rindu memulihkan hidup kita.


Percayalah bahwa Yesus adalah sumber sukacita yang tidak tergoyahkan oleh keadaan. Kuasa-Nya melampaui penderitaan, mengatasi keputusasaan, dan memberikan harapan di tengah kegelapan. Dia pasti membuat semuanya menjadi baik! [JMH]











Acara Pemberangkatan Kel.ito Jupri Lumbantoruan



Minggu, 28 Desember 2025

Evaluasi

 Lima September tahun lalu, saya mengajukan surat pengunduran diri sebagai ASN sekaligus sebagai direktur, itu adalah percobaan kedua setelah 2 tahun sebelumnya tidak mendapatkan persetujuan atasan langsung. Permohonan tersebut disambut baik atasan langsung saya yang baru dengan menandatangani persetujuan pengunduran diri saya.

.

Hari itu saya lega, selama hampir 20 tahun bekerja sebagai ASN rasanya sudah cukup melelahkan. 

.

Eh, sepuluh hari kemudian, pimpinan tertinggi memanggil saya, dan dengan nada cukup keras menolak mentah-mentah surat pengunduran diri saya. Jika saya tetap mundur, artinya saya dianggap mangkir dan dilakukan pemberhentian dengan tidak hormat.

.

Saya ingin keluar dengan baik-baik sebagaimana masuk PNS dulu dengan baik-baik, karena begitulah etika profesional. Akhirnya, atas bujukan dan permintaan pribadi seseorang yang sangat saya hormati, saya memilih untuk membatalkan atau menunda rencana tersebut dan setuju dipindahkan ke unit yang tingkat kesibukan dan risikonya lebih rendah sambil fokus kuliah estiga. 

.

Jika boleh jujur, saya sering merasa tidak cocok menjadi pejabat di pemerintah. Aneh saja rasanya harus berulang kali mengikuti kegiatan seremoni yang banyak diantaranya menurut pendapat pribadi saya tidak bermanfaat. Saya tidak mahir senyum formal sambil mengangguk-angguk di depan banyak orang, apalagi mendapat privelege yang memang menyenangkan tapi tidak dibutuhkan.

.

Tapi bukan itu yang membuat saya memutuskan mengajukan resign tahun lalu. Murni karena jenuh saja. Meski jenuh, karena sekarang saya masih di birokrasi, tak sedikitpun saya berniat menurunkan kinerja saya untuk memberikan yang terbaik di tempat saya bekerja. Lha, kita dibayar untuk itu.

.

Risiko menjadi pejabat pemerintah itu sama besarnya dengan profesi pembalap. Banyak nge-gas bisa mati, kebanyakan rem tanpa kontrol bisa celaka. Salah atau benar lajur yang dipilih, tetap akan di-bully. Benar tak pernah dipuji, salah dicaci maki. Orang-orang bilang itu konsekuensi. Terima saja.

.

Gaji seorang direktur dengan risiko menengah hingga tinggi di pemerintahan (mayoritas kementerian/lembaga) itu hanya setara gaji asisten manajer di sebuah pabrik otomotif. Buat saya lebih dari cukup, tapi tak pernah cukup bagi orang yang serakah.

.

Jika banyak pakar hukum menilai bahwa persoalan korupsi di pemerintahan itu semata karena mental korup dan serakah, menurut saya sebagian pernyataan itu benar. Mungkin setengahnya saja yang benar. Sisanya, adalah karena sistem pertanggungjawaban keuangan dan pengadaan di birokrasi yang penuh jebakan, model tahun anggaran yang memaksa birokrat 'ugal-ugalan' di akhir tahun, politik birokrasi, dan inkompetensi.

.

Faktor terakhir tadi (inkompetensi) baik dari birokrat karir maupun birokrat politisi menyumbang kerusakan terbesar di birokrasi. Bukan karena birokrat yang ditempatkan tidak pintar atau cerdas, bukan juga karena jahat, tapi penempatan yang tidak sesuai kompetensi dan kapasitas, pengabaian meritrokasi, mengakibatkan mesin birokrasi sering ngadat, jalan ditempat, bahkan bisa keluar jalur. Bayangkan kereta api yang disetir oleh seorang kusir.

.

Faktor eksternal yang tak kalah mengerikan adalah criminal justice system (CJS) kita yang acakadut. Siapapun yang dibidik bersalah, peluang lepasnya nyaris nol. Mempidanakan birokrat adalah tropi untuk jenjang karir penegak hukum. Semakin tinggi jabatan birokrat yang dipidanakan, semakin tinggi nilai tropi yang dimenangkan. 

.

Tom Lembong pernah menuliskannya, bahwa ada persoalan fundamental atas CJS kita. Ia menulis setelah pengalamannya berada di tahanan dan bertemu para narapidana lain yang sebetulnya tak layak dipidana. 

.

Reformasi total sistem di birokrasi bukan lagi sebuah urgensi, tapi emergensi. Sama prioritasnya dengan mereformasi CJS kita. 

.

Saya kadang berpikir, jangan-jangan kita lebih senang melihat birokrat yang diproses hukum tanpa peduli akar masalahnya? 

.

Jika iya, kegagalan sistemik dalam pengelolaan negara akan terus terjadi. Birokrasi hanya akan terus diisi politisi dan birokrat tak kompeten, lalu terjerembab permasalahan hukum, lalu diganti birokrat dan politisi lainnya, lalu terjerembab lagi, dan seterusnya sampai beneran terjadi lebaran monyet.


-Teguh Arifiyadi-

https://www.facebook.com/share/1JsaGyiaf6/






Providensi

 Selamat pagi semua saudara dalam Kristus.

*Apabila providensi menunda pewujudan belas kasihan yang sudah lama anda doakan, janganlah patah semangat dan kuatir dalam menanti Allah*. 


28 Desember


*Providensi yang Menyesakkan*


*“Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? Berapa lama lagi Kausembunyikan wajah-Mu terhadap aku?”* Mazmur 13:2


Umat Tuhan memiliki paling sedikit alasan dari semua manusia untuk *tidak puas* dengan providensi Allah yang seperti apapun, tetapi merekalah yang paling sering ditemukan dalam sikap tidak puas itu. 


Pertimbangkanlah *kemurahan dan hak istimewa anda yang telah diinvestasikan oleh Tuhan Yesus di dalam anda,* tatkala anda ingin menyampaikan keluhan! 


Satu saja dari kemurahan-kemurahan ini *telah memadai* untuk membuat manis semua kesulitan-kesulitan di dalam dunia ini (Ef. 1:3). 


*Oh, bagaimana mungkin orang yang melihat warisan demikian terjamin di dalam Kristus, bisa membuka mulutnya untuk mengeluhkan bagian providensi yang ditentukan baginya!*


Pertimbangkanlah dosa-dosa anda, dan *hal itu akan mengakibatkan anda puas* dengan bagian anda. 


Kita layak atas kehancuran kekal dari Allah! Neraka menjadi upah dari pemikiran sia-sia sekecil apapun! 


Kebobrokan anda menjadikan anda *layak atas semua salib* dan kesulitan-kesulitan yang menimpa anda. 


Lagipula setelah semua pukulan yang anda terima, *tidakkah hati anda masih congkak, sia-sia, dan bersifat kedagingan?*


*Berapa banyak minuman pahit yang diperlukan untuk merontokkan sikap hati yang alot dan menular ini!*


Pertimbangkanlah betapa dekatnya anda dengan perubahan situasi anda. 


Sedikit *bersabarlah*, dan segala sesuatu akan membaik selaras dengan hasrat hati anda. 


*Dunia ini adalah tempat terburuk yang tidak akan anda diami lagi*. Jika seorang musafir kehabisan semua uangnya, hal itu tidak akan terlalu mengganggunya jika ia menyadari rumahnya sudah dekat. 


Jika kehabisan lilin di rumah, kita akan sedikit kuatir hanyalah jika kita yakin fajar segera menyingsing. 


Apabila providensi menunda pewujudan belas kasihan yang sudah lama anda doakan, *janganlah patah semangat dan kuatir dalam menanti Allah.* 


Seringkali Allah disukakan dengan umat-Nya yang mencoba menerapkan cara ini, dan membuat mereka berseru, *‘Berapa lama lagi, Tuhan, berapa lama?’* 


Penundaan ini sering terjadi, dan ketika hal itu menimpa kita, kecenderungan kita adalah mengartikannya sebagai Tuhan mengabaikan kita, dan kita jatuh ke dalam dosa kemurungan atau patah semangat. 


Tuhan bermaksud mewujudkan belas kasihan yang kita dambakan, namun pada umumnya *Ia akan melatih kesabaran kita dalam menunggu*.


John Flavel 1627-1691), Works, Bab IV: hlm 432-433.