H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Senin, 05 Januari 2026

Renungan Progresivitas Iman

 Santapan Harian

Progresivitas Iman 

Yohanes 4:46-54 


Iman harus progresif, artinya terus bertumbuh, terus meningkat, makin sempurna.


Kita akan melihat tiga tahap pertumbuhan iman dari seorang pegawai istana yang datang kepada Tuhan Yesus.


Pertama, tahap iman yang digerakkan oleh karena berkat atau mukjizat. Pegawai istana tersebut datang kepada Yesus karena dia sedang mengalami masalah, yakni anaknya sakit (47). Dia tergerak untuk datang kepada Tuhan Yesus karena pernah melihat mukjizat yang dilakukan oleh Yesus (48).


Kedua, tahap percaya bahwa Yesus sungguh dapat menyembuhkan. Pegawai istana itu percaya, kedatangan Yesus ke rumahnya pasti dapat menyembuhkan anaknya. Jika Yesus tidak datang, anaknya akan mati (49). Pegawai istana itu percaya bahwa Yesus tidak datang untuk sekadar coba-coba atau dengan anggapan 'siapa tahu' sembuh. Dia percaya, jika Tuhan memang mau datang dan menyembuhkan, anaknya pasti sembuh.


Ketiga, tahap percaya sepenuhnya dan memberitakan Injil. Ketika pegawai istana ini pulang, dia didatangi oleh hamba-hambanya dan diberi tahu bahwa anaknya hidup (51). Lalu, dia mencocokkan apa yang terjadi dengan saat perjumpaannya dengan Yesus. Setelah itu, dia mengambil kesimpulan bahwa kesembuhan anaknya disebabkan oleh kuasa Yesus.


Menariknya, pegawai tersebut tidak hanya menyimpan dalam hatinya. Dia menjadi seorang yang bersaksi dan memberitakan Injil kepada keluarganya. Dikatakan bahwa seisi rumahnya menjadi percaya kepada Tuhan Yesus. Bentuk kepercayaan paling tinggi diwujudkan dalam aksi. Dalam hal ini adalah aksi bersaksi dan memberitakan Injil kepada orang lain. Pegawai istana datang dengan iman yang kecil, namun diakhiri dengan iman yang besar. Imannya telah mengalami pertumbuhan.


Iman seorang anak Tuhan adalah seperti benih kecil yang ditanam dalam tanah-ia harus terus berakar, bertumbuh, dan berbuah. Oleh karena itu, seorang anak Tuhan harus terus memelihara iman dengan firman Tuhan, doa, dan persekutuan agar tidak stagnan, kerdil, apalagi menjadi mati! [YGM]













2 komentar:

  1. Iman seorang anak Tuhan adalah seperti benih kecil yang ditanam dalam tanah-ia harus terus berakar, bertumbuh, dan berbuah.

    BalasHapus
  2. Oleh karena itu, seorang anak Tuhan harus terus memelihara iman dengan firman Tuhan, doa, dan persekutuan agar tidak stagnan, kerdil, apalagi menjadi mati!

    BalasHapus