H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 19 Februari 2026

Renungan Pembalasan Bukan Hakmu

 Santapan Harian

Pembalasan Bukan Hakmu 

Yosua 10 


Dibohongi orang sangatlah menyakitkan. Maka, melakukan pembalasan bisa menjadi respons yang dipilih oleh orang yang dibohongi ketika si pembohong datang meminta pertolongannya.


Berbeda dengan respons Yosua ketika orang Gibeon memohon pertolongan karena kepungan raja-raja orang Amori yang bersatu (5-6). Walau Yosua dan orang Israel pernah dibohongi soal perjanjian yang mereka buat dengan orang Gibeon (lih. Yos.9), Yosua justru bergegas maju bersama seluruh tentaranya, membela orang Gibeon (7). Dalam respons yang ia berikan, Alkitab mencatat tentang penegasan penyertaan TUHAN dan janji kemenangan atas raja-raja orang Amori (8).


Sangat memungkinkan bagi Yosua merespons secara berbeda seruan minta tolong orang Gibeon. Namun, di sini terlihat integritas Yosua tidak diragukan terhadap perjanjian yang sudah ia buat dengan orang Gibeon. Ia percaya bahwa Allah pasti akan menolong. Ia percaya bahwa Allahlah yang berperang untuk orang Israel. Hal ini terlihat jelas dari pernyataan yang ia serukan untuk meneguhkan orang Israel yang pergi berperang bersama dengan dia (25) bahwa Tuhan akan menyerahkan setiap musuh yang mereka perangi (30, 32, 42). Dengan pertolongan Tuhan, Israel memenangkan setiap peperangan.


Tidak mudah untuk memberikan respons yang tepat sebagai anak-anak Tuhan ketika kita pernah disakiti dengan dibohongi. Apalagi jika pelaku berada dalam keadaan yang membutuhkan pertolongan. Akan tetapi, kita perlu belajar dari Yosua yang mampu merespons secara tepat dan tidak menahan atau menunda pertolongan yang bisa ia berikan.


Kita perlu belajar dari Yosua yang dapat melihat penyertaan dan berkat yang Allah berikan kepada bangsanya ketika mereka menaklukkan raja-raja orang Amori. Kita, umat Tuhan masa kini, harus bisa melihat penyertaan dan campur tangan Tuhan dalam hidup umat-Nya. Hendaklah kita dapat menjadi perpanjangan tangan Tuhan. Biarlah kita bersedia dipakai Tuhan untuk menjadi berkat bagi orang-orang yang berseru minta tolong. [PMS]











Tidak ada komentar:

Posting Komentar