DAFTAR TERMINOLOGI TEKNIS UNSUR
DAN SUB UNSUR
KEGIATAN PENGENDALIAN EKOSISTEM
HUTAN
1. Advokasi adalah aksi strategis yang ditujukan untuk
menciptakan kebijakan publik yang bermanfaat bagi masyarakat atau mencegah
munculnya kebijakan yang diperkirakan merugikan masyarakat.
2. Analisa data hutan adalah proses analisa suatu wilayah
hutan berdasarkan data hasil inventarisasi sumber daya hutan secara berkala.
3. Arboretum adalah tempat atau wilayah untuk menanam
pohon baik yang tumbuh di darat (terestrial) maupun di lahan basah atau berair
(aquatik) yang ditujukan sebagai koleksi dan konservasi tumbuhan, terutama
tumbuhan langka.
4. Areal model adalah suatu prototype kegiatan dalam suatu areal kajian teknis di lapangan
sesuai dengan fungsi lahan/wilayah sasaran rehabilitasi hutan dan lahan (RHL).
Luas areal model didasarkan kepada fungsi dan tujuan kajian model.
5. Areal Sumber Daya Genetik (ASDG) adalah areal yang
dikelola untuk mempertahankan keberadaan dan kemanfaatan sumberdaya genetik
dari suatu jenis tanaman hutan dalam bentuk tegakan konservasi genetik,
arboretum, bank gen atau bank klon.
6. Audio visual adalah alat peraga yang bersifat dapat
didengar dan dilihat; contoh: film.
7. Benih adalah bahan tanaman yang berupa bahan generatif
(biji) atau bahan vegetatif yang dipergunakan untuk mengembangbiakkan tanaman
hutan
8. Berita Acara Tata Batas (BATB) Kawasan Hutan adalah
berita acara tentang hasil penataan batas kawasan hutan.
9. Bibit adalah tumbuhan muda hasil pengembangbiakan
secara generatif atau secara vegetatif.
10. Bimbingan teknis adalah pemberian arahan dan tuntunan
pemanfatan teknologi terapan dan manajemen beserta penerapannya kepada
aparat/masyarakat/kelompok tani dalam pelaksanaan kegiatan kehutanan.
11. Bina Cinta Alam adalah suatu pelaksanaan kegiatan
penyebarluasan dan pemberian informasi tentang konservasi sumberdaya alam
hayati dan ekosistemnya kepada masyarakat pada umumnya, generasi muda, Kader
Konservasi, Kelompok Pecinta Alam, Kelompok Swadaya Masyarakat/Kelompok Profesi
guna menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif masyarakat
terhadap Konservasi Sumbedaya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAH & E).
12. Buklet adalah terbitan tidak berkala yang dapat
terdiri dari satu hingga sejumlah kecil halaman, tidak terkait dengan terbitan
lain, dan selesai dalam sekali terbit
13. Buku pedoman adalah buku yang berisikan informasi
(keterangan) yang dipakai sebagai panduan dalam suatu kegiatan.
14. Buletin adalah publikasi (oleh organisasi) yang
mengangkat perkembangan suatu topik atau aspek tertentu dan diterbitkan/
dipublikasikan secara berkala (teratur) dalam waktu yang relatif singkat
(harian hingga bulanan).
15. Citra satelit adalah gambaran kenampakan permukaan
bumi yang diperoleh dari perangkat pengindera berupa satelit yang kemudian
direkam dalam media analog atau media digital; contoh: Citra Landsat, Citra
SPOT.
16. Curah hujan adalah ketinggian air hujan yang
terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak
mengalir.
17. Dampak adalah pengaruh dari suatu unsur atau
kegiatan terhadap suatu sistem alam atau lingkungan sehingga terjadi
gangguan/perubahan keseimbangan dalam ekosistem atau lingkungan tersebut.
18. Data non spasial adalah data atribut dalam bentuk
angka dan deskripsi (keterangan) dari data spasial; misalnya data luas
masing-masing fungsi kawasan dari peta kawasan hutan.
19. Data primer adalah data (dan informasi) yang
langsung diperoleh dari suatu obyek/sumber yang diamati.
20. Data sekunder adalah data (dan informasi) yang
telah dioleh dan diperoleh dari penelitian, jurnal, buku dan lain-lain.
21. Debit adalah banyaknya air yang mengalir pada
suatu penampang sungai selama kurun waktu tertentu dinyatakan dalam m3/detik.
22. Demplot adalah lahan yang digunakan sebagai tempat
uji coba dan percontohan bagi pengembangan tanaman berikutnya
23. Desinfeksi adalah kegiatan pencegahan penyakit
ulat sutera dengan campuran bahan-bahan desinfektan (contoh: formalin dan
kaporit) dengan cara menaburkan ke tubuh ulat atau penyemprotan ruangan dan
alat pemeliharaan.
24. Digitasi peta adalah proses penggambaran peta
secara digital.
25. Diseminasi adalah kegiatan penyampaian informasi
kepada masyarakat/ instansi terkait dengan media tertentu dan metode
panyampaian informasinya mensyaratkan terjadi komunikasi antara pihak yang
mnyampaikan dengan yang menerima komunikasi.
26. Eksplorasi benih adalah kegiatan
pengunduhan/pengumpulan/koleksi buah dan atau benih dari pohon induk terpilih
yang akan dikembangkan atau di tanam.
27. Ekstraksi adalah kegiatan memisahkan dan/atau
membersihkan benih dari bagian-bagian lain yang tidak dibutuhkan seperti daging
buah, tangkai, dan kulit. Ektraksi terdiri dari ekstrasi kering : dilakukan
terhadap buah berbentuk polong dan jenis yang memiliki daging buah yang kering,
ekstraksi basah : dilakukan terhadap jenis-jenis yang meiliki daging buah yang
basah. 28. Enumerasi TSP/PSP adalah kegiatan pengumpulan data pada klaster plot
baik pada TSP maupun PSP
29. Evakuasi/pengungsian satwa adalah pemindahan satwa
dari zona yang terancam atau berbahaya ke zona aman.
30. Evaluasi adalah proses pengukuran/penilaian dengan
cara membandingkan antara rencana dan hasil pelaksanaan.
31. Fasilitasi adalah kegiatan memberikan fasilitas
agar suatu kegiatan dapat berjalan lancar.
32. Fisiologis benih adalah sifat yeng menunjukkan
kondisi viabilitas, vigor, daya simpan dan kesehatan benih.
33. Fungsi ekologi hutan adalah fungsi hutan sebagai
penyangga sietem kehidupan berbagai spesies asli dan ekosistem di dalam unit
manajemen.
34. Fungsi produksi hutan adalah fungsi hutan sebagai
penghasil hasil hutan baik kayu maupun non kayu dalam kerangka pengelolaan
hutan produksi lestari.
35. Fungsi sosial hutan adalah fungsi hutan sebagai
penyedia atau sumber kehidupan bagi masyarakat setempat yang hidupnya tergntung
kepada hutan, baik langsung maupun tidak langsung secara lintas generasi.
36. Gladi/simulasi/penanggulangan adalah salah satu
bentuk/cara pembinaan operasional terhadap personil yang dilakukan baik di
ruangan atau di lapangan dengan skenario seolah-olah mendekati kejadian
sesungguhnya. Dalam hal ini terdapat dua cara yakni simulasi kering (penekanan
pada pemahaman jalur komando) dan simulasi basah (mendekati realitas).
37. Gelar kehormatan akademis adalah gelar yang
diberikan kepada seseorang karena dianggap memiliki kontribusi pada satu bidang
akademik atau bidang studi tertentu dari suatu perguruan tinggi.
38. Gelar kehormatan lainnya adalah penghargaan yang
diberikan kepada seseorang diluar gelar akademik karena dianggap memiliki
kontribusi pada satu bidang tertentu.
39. Gelar kesarjanaan adalah gelar yang diberikan
kepada lulusan pendidikan akademik bidang studi tertentu dari suatu perguruan
tinggi.
40. Global Positioning System (GPS) adalah alat yang digunakan
untuk memperoleh nilai posisi koordinat berdasarkan referensi dari beberapa
satelit.
41. Guide adalah seseorang yang menemani, memberikan informasi
dan bimbingan serta saran kepada wisatawan dalam melakukan aktivitas wisata.
42. Habitat adalah lingkungan tempat organisme hidup
dan berkembang secara alami.
43. Hakitate adalah proses awal kegiatan pemeliharaan
ulat sutera yang ditandai dengan pemberian makan pertama pada ulat sutera yang
baru menetas.
44. Hasil hutan adalah benda-benda hayati, non hayati
dan turunannya, serta jasa yang berasal dari hutan. 45. Hasil hutan kayu adalah
hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan
budidaya kecuali kayu yang berasal dari hutan.
46. Hasil hutan non kayu adalah semua jenis hasil
hutan kecuali kayu.
47. Herbarium/spesimen adalah individu tumbuhan dan
satwa liar baik dalam keadaan hidup atau mati atau bagian-bagian atau
turunan-turunan dan padanya yang secara visual maupun dengan teknik yang ada
masih dikenali, serta produk yang ada di dalam label atau kemasannya dinyatakan
mengandung bagian-bagian tertentu spesimen tumbuhan dan atau satwa liar.
48. Hutan adalah suatu kesatuan ekosistem berupa
hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam
persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat
dipisahkan.
49. Hutan Desa adalah hutan negara yang belum dibebani
izin/hak , yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa
50. Hutan Kemasyarakatan (HKm) adalah hutan negara
yang pemanfaatan utamanya ditujukan untuk memberdayakan masyarakat
51. Hutan Tanaman Rakyat (HTR) adalah hutan tanaman
pada hutan produksi yang dibangun oleh kelompok masyarakat untuk meningkatkan
potensi dan kualitas hutan produksi dengan menerapkan silvikultur dalam rangka
menjamin kelestarian sumber daya hutan.
52. Identifikasi potensi sumber daya hutan/produk
hasil hutan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui secara umum potensi
sumber daya hutan/produk hasil hutan meliputi keanekaragaman jenis tumbuhan dan
atau satwa beserta ekosistem dan hasil ikutan lainnya dari suatu kawasan hutan.
53. Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan
Alam (IUPHHK-HA) adalah izin usaha yang diberikan untuk memanfaatkan hasil
hutan berupa kayu dan/atau bukan kayu dalam hutan alam pada hutan produksi
melalui kegiatan pemanenan atau penebangan, pengayaan, pemeliharaan dan
pemasaran.
54. Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan
Tanaman (IUPHHK-HT) adalah suatu kegiatan usaha di dalam kawasan hutan
produksi, baik tanaman murni atau campuran, untuk menghasilkan produk utama berupa
kayu, yang kegiatannya terdiri dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman,
pemeliharaan, pengamanan, pemanenan atau penebangan, pengolahan danpemasaran.
55. Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan
Tanaman Rakyat (IUPHHK-HTR) adalah izin usaha untuk memanfaatkan hasil hutan
berupa kayu dan hasil hutan ikutannya pada hutan produksi yang diberikan kepada
perorangan atau koperasi untuk meningkatkan potensi dan kualitas hutan produksi
dengan menerapkan silvikultur yang sesuai untuk menjamin kelestarian sumber
daya hutan.
56. Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada
Restorasi Ekosistem (IUPHHK-RE) dalam hutan alam adalah izin usaha yang
diberikan untuk membangun kawasan dalam hutan alam pada hutan produksi yang
memiliki ekosistem penting sehingga dapat dipertahankan fungsi dan keterwakilannya
melalui kegiatan pemeliharaan, perlindungan dan pemulihan ekosistem hutan
termasuk penanaman, pengayaan, penjarangan, penangkaran satwa, pelepasliaran
flora dan fauna untuk mengembalikan unsur hayati (flora dan fauna) serta unsur
non hayati (tanah, iklim dan topografi) pada suatu kawasan kepada jenis yang
asli, sehingga tercapai keseimbangan hayati dan ekosistemnya.
57. Interpretasi pariwisata alam adalah suatu seni
dalam menjelaskan obyek sumber daya alam (flora, fauna, proses geologis, proses
biotik dan abiotik) pada pengunjung sehingga dapat memberikan inovasi dan
menggugah pemikiran untuk mengetahui, menyadari dan menarik minat.
58. Interpreter adalah orang yang mempunyai kemampuan
dan keahlian dalam melakukan interpretasi pariwisata alam.
59. Inventarisasi Fauna adalah rangkaian kegiatan
pengumpulan data untuk mengetahui keadaan dan potensi sumber daya hutan berupa
fauna serta lingkungannya secara lengkap dengan menggunakan metoda yang secara
ilmiah berlaku.
60. Inventarisasi Flora adalah rangkaian kegiatan
pengumpulan data untuk mengetahui keadaan dan potensi sumberdaya hutan berupa
flora serta lingkungannya secara lengkap dengan menggunakan metoda yang secara
ilmiah berlaku.
61. Inventarisasi non terestris adalah pengumpulan
data sumber daya hutan yang dilakukan tanpa menyentuh obyek secara langsung
(misalnya melalui interpretasi potret udara, citra satelit, dsb).
62. Inventarisasi Sosial Ekonomi dan Budaya adalah
rangkaian kegiatan pengumpulan data informasi mengenai sosial ekonomi dan
budaya masyarakat yang tinggal di dalam atau di sekitar hutan.
63. Inventarisasi terestris adalah kegiatan
pengumpulan berbagai data hutan dan kebutuhan yang dilaksanakan secara langsung
di lapangan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif mengenai luas dan
potensi, tegakan hutan, penyebaran potensi jenis-jenis pohon, keadaan fisik
lapangan, keadaan sosial ekonomi dan lain sebagainya dengan menggunakan metoda
yang secara ilmiah berlaku.
64. Jasa lingkungan adalah suatu produk yang dapat
atau tidak dapat diukur secara langsung berupa jasa wisata alam/rekreasi,
perlindungan sistem hidrologi, kesuburan tanah, pengendalian erosi dan banjir,
keindahan, keunikan dan kenyamanan.
65. Kader Konservasi adalah seseorang/sekelompok orang
yang telah dididik atau ditetapkan oleh instansi pemerintah atau lembaga non
pemerintah yang secara sukarela berperan sebagai penerus upaya konservasi
sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan
pesan-pesan konservasi kepada masyarakat.
66. Kampanye adalah sebuah tindakan yang dilakukan
untuk mendapatkan pencapaian dukungan, yang biasanya dilakukan oleh perorangan
atau sekelompok orang yang terorganisir untuk melakukan pencapaian suatu proses
pengambilan keputusan di dalam suatu kelompok. 67. Kartu tenaga teknis PHPL
adalah kartu yang diterbitkan oleh Kepala Balai atas nama Direktur Jenderal
yang merupakan satu kesatuan dengan surat keputusan pengangkatan kepada
perorangan yang mempunyai kompetensi sebagai Tenaga Teknis PHPL (GANIS PHPL)
atau sebagai Pengawas Tenaga Teknis PHPL (WAS-GANIS PHPL) sesuai dengan
kualifikasinya.
68. Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan
diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah
dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika
keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
69. Karya Tulis adalah suatu karya yang disusun oleh
seseorang atau lebih yang membahas sesuatu pokok bahasan dengan menuangkan
gagasan secara sistematis menggunakan metodologi ilmiah melalui identifikasi,
deskripsi dan analisis permasalahan, kesimpulan dan saran-saran pemecahannya.
70. Kawasan hutan adalah wilayah tertentu yang
ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan
tetap.
71. Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman
makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya, daratan, lautan dan
ekosistem aquatik lainnya serta kompleks-kompleks ekologi yang merupakan bagian
dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies,
dan ekosistem.
72. Kelembagaan masyarakat atau pranata sosial adalah
sistem perilaku dan hubungan antar kegiatan untuk memenuhi kebutuhan khusus
dalam kehidupan masyarakat yang meliputi 3 (tiga) komponen:
a. organisasi atau wadah dari suatu kelembagaan,
b. fungsi dari kelembagaan dari masyarakat, dan
c. perangkat peraturan yang ditetapkan oleh sistem
kelembagaan dimaksud.
Kelembagaan sebagai institusi atau organisasi yang
melakukan kegiatan pengendalian sumber daya selalu berkaitan dengan aspek:
kepemilikan (property
right),
batas-batas kewenangan (jurisdiction boundaries), dan aturan keterwakilan (rule
of representative).
73. Kemitraan adalah suatu bentuk kerjasama interaktif
antara para pihak berdasarkan prinsip kesetaraan, keterbukaan, keadilan,
kebersamaan dan manfaat bersama.
74. Kemurnian benih adalah benih murni yang telah dipisahkan
dari benih lain dan kotoran. Benih murni meliputi benih utuh, busuk, terkena
penyakit, belum masak, berkecambah awal, benih rusak (ukurannya lebih dari
setengahnya).
75. Kendali mutu adalah proses kontrol kualitas dari
peta yang dibuat.
76. Komposisi peta penyajian peta dengan memperhatikan
unsur-unsur pemetaan yang meliputi judul, skala, arah mata angin (orientasi),
legenda, sejarah peta, sumber data, koordinat dan peta indeks yang disusun
secara proporsional.
77. Konsultasi adalah pertukaran pikiran dengan para
pihak (stakeholder) untuk mendapatkan kesimpulan
(informasi, saran, dsb) yang sebaik-baiknya.
78. Kunci penafsiran adalah unsur interpretasi citra
atau unsur diagnostik citra yang dideskripsikan untuk menentukan jenis suatu
obyek, yang meliputi rona, warna, bentuk, tekstur, ukuran, pola, bayangan,
situs, asosiasi dan konvergensi bentuk.
79. Kunjungan kerja adalah lawatan dinas untuk
menyaksikan secara langsung (kegiatan pembangunan, keadaan masyarakat, situasi
keamanan, dsb) dalam jangka waktu tertentu.
80. Labelisasi adalah pemberian label (keterangan
tertulis) pada benih/bibit yang telah diuji/ disertifikasi.
81. Labelling adalah proses pemberian label pada pembuatan peta
digital, misalnya identitas (ID) poligon berupa kelas penutupan lahan pada peta
penutupan lahan.
82. Lahan adalah semua sumber daya alam yang dapat
dimanfaatkan di bawah, pada, maupun di atas permukaan suatu bidang geografis.
83. Leaflet atau selebaran adalah lembaran kertas
berukuran kecil mengandung pesan tercetak untuk disebarkan kepada umum sebagai
informasi mengenai suatu hal atau peristiwa.
84. Lembaga konservasi adalah lembaga yang bergerak di
bidang konservasi tumbuhan dan atau satwa liar di luar habitatnya (ex
situ) baik berupa
lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah.
85. Library adalah kumpulan basis data spasial yang disusun secara
baik berdasarkan tile tertentu, biasanya memiliki tipe yang sama dan dapat
diakses oleh software
SIG dengan
mudah.
86. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk
membahas masalah tertentu dalam bidang kehutanan untuk memperoleh hasil
tertentu yang perlu ditindaklanjuti.
87. Lomba cinta alam adalah serangkaian kegiatan guna
menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran, kepedulian dan peran serta aktif
masyarakat terhadap Konservasi Sumbedaya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
88. Magang adalah proses pelatihan dalam rangka
melatih kemampuan dalam suatu kegiatan.
89. Makalah adalah tulisan resmi tentang suatu pokok
yang dimaksudkan untuk dibacakan di muka umum dalam suatu persidangan dan yang
sering disusun untuk diterbitkan.
90. Moderator adalah pemimpin sidang (rapat, diskusi)
yang menjadi pengarah pada acara pembicaraan atau pendiskusian masalah dalam
suatu pertemuan ilmiah, bukan sebagai orang yang memberikan penilaian akhir.
91. Mozaik citra adalah penggabungan data citra
satelit dengan resolusi spasial dan resolusi spektral yang sama dan sudah
dilakukan koreksi geometrik dan radiometrik untuk memperoleh gambaran suatu
wilayah secara utuh dan menyeluruh.
92. Mutu benih adalah kualitas benih.
93. Narasumber adalah orang yang memberi (mengetahui
secara jelas atau menjadi sumber) informasi.
94. Neraca sumber daya hutan adalah perimbangan atau
perbandingan antara potensi sumber daya dan potensi/kondisi sumberdaya setelah
adanya perlakuan/pengelolaan.
95. Nilai pembaharuan adalah taraf kesesuaian dan kecocokan nilai-nilai tertentu pada masa lampu dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang sesuai pada saat ini.
95. Nilai pembaharuan adalah taraf kesesuaian dan kecocokan nilai-nilai tertentu pada masa lampu dengan kebutuhan dan nilai-nilai yang sesuai pada saat ini.
96. Nilai penyempurnaan/perbaikan adalah taraf
kesesuaian nilai-nilai untuk mengoptimalkan potensi keberhasilan suatu kegiatan
tertentu.
97. Organisasi profesi adalah organisasi yang dalam
pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang
kehutanan dan etika profesi di bidang pengendalian ekosistem hutan
98. Pal batas adalah suatu tanda batas tetap dengan
ukuran tertentu yang terbuat dari bahan beton dengan rangka besi atau dari kayu
yang dipasang sepanjang trayek batas untuk menyatakan batas fisik di lapangan
dengan koordinat tertentu
99. Pelepas liaran satwa adalah kegiatan yang berupa
melepaskan satwa yang telah melalui proses reintroduksi dan atau rehabilitasi
ke habitat yang ditunjuk/ditetapkan, agar satwa tersebut dapat meneruskan
kehidupannya di alam bebas.
100. Pemanfaatan sumberdaya hutan adalah kegiatan
untuk memanfaatkan sumber daya hutan baik berupa hasil hutan kayu maupun bukan
kayu dengan tidak merusak lingkungan maupun fungsi pokoknya.
101. Pemantapan dan penatagunaan kawasan hutan adalah
pengaturan dan pembagian kawasan hutan kedalam fungsi konservasi, fungsi
lindung, fungsi produksi dalam rangka mengoptimalkan aneka fungsi hutan untuk
mencapai manfaat lingkungan, manfaat ekonomi dan manfaat sosial budaya yang
seimbang, lestari, dan progresif.
102. Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan
usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan
mendistribusikan barang dan jasa kehutanan.
103. Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan adalah
serangkaian proses perencanaan/penyusunan desain kawasan hutan yang didasarkan
atas fungsi pokok dan peruntukannya yang bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan
hutan yang efisien dan lestari.
104. Pembinaan dan pemberdayaan masyarakat adalah
proses, cara, perbuatan memberdayakan masyarakat dalam keikutsertaan pada
program kerja atau kegiatan yang dilaksanakan oleh setiap unit kerja yang
hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
105. Pembinaan habitat dan populasi satwa adalah
kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas yang berwenang dengan tujuan untuk
menjaga keberadaan populasi satwa tertentu dalam keadaan seimbang dengan daya
dukungnya, melalui kegiatan:
a. Pembinaan padang rumput untuk makanan satwa,
b. Pembuatan fasilitas air minum dan atau tempat
berkubang dan mandi satwa,
c. Penanaman dan pemeliharaan pohon-pohon pelindung
dan pohon-pohon sumber makanan satwa,
d. Penjarangan populasi satwa,
e. Penambahan tumbuhan/satwa asli,
f. Pemberantasan jenis tumbuhan dan satwa pengganggu.
106. Pemrasaran adalah orang yang memberikan prasaran
dalam suatu pertemuan seperti konferensi, muktamar dan dimaksudkan sebagai
bahan untuk menyusun hasil pertemuan
107. Penafsiran citra adalah penyarian (ekstraksi)
informasi melalui berbagia jenis citra dan metode analisis agar bermanfaat atau
bermakna bagi pengguna.
108. Penangkaran/budidaya adalah upaya perbanyakan
melalui pengembangbiakan satwa (captive breeding), pembesaran satwa (ranching) dan perbanyakan tumbuhan secara
buatan (artificial
propagation) dengan
tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.
109. Penataan batas kawasan hutan adalah kegiatan yang
meliputi pembuatan peta trayek batas, pemancangan batas sementara, pengumuman
hasil pemancangan batas sementara, inventarisasi, identifikasi dan penyelesaian
hak-hak pihak ketiga, pembuatan dan penandatanganan berita acara tata batas
sementara dan peta lampiran tata batas, pemasangan tanda batas dan pengukuran
batas, pemetaan hasil penataan batas, pembuatan dan penandatanganan berita
acara tata batas dan peta tata batas.
110. Penatagunaan kawasan atau zonasi/blok adalah
kegiatan dalam rangka penetapan suatu daerah menjadi kawasan berdasarkan
zona/blok sesuai dengan fungsinya.
111. Pendampingan adalah membantu masyarakat baik
individu maupun kelompok untuk menemukan kemampuan yang ada pada diri mereka.
112. Penelitian sebagai suatu proses investigasi yang
dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan,
menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta sehingga menghasilkan suatu
pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa, tingkah laku, teori,
dan hukum, serta membuka peluang bagi penerapan praktis dari pengetahuan
tersebut.
113. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) adalah
seluruh penerimaan pemerintah pusat yang tidak berasal dari penerimaan
perpajakan.
114. Penerjemahan adalah kegiatan yang dilakukan oleh
sesorang atau lebih untuk mengalihbahasakan naskah yang berasal dari tulisan
orang lain dari suatu bahasa ke bahasa lain.
115. Penetapan kawasan hutan adalah penetapan kawasan
hutan temu gelang yang memuat letak, batas, luas, fungsi tertentu dan
titik-titik koordinat batas kawasan hutan yang dituangkan dalam bentuk peta
kawasan hutan skala tertentu atau minimal skala 1 : 100.000.
116. Pengada dan pengedar benih/bibit terdaftar adalah
perorangan, BUMN, BUMD, BUMS dan koperasi yang bergerak di bidang usaha
benih/bibit yang memenuhi persyaratan dan ditetapkan oleh Dinas Kabupaten/Kota/
Provinsi.
117. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah
upaya dalam mengelola hubungan timbal balik antara sumber daya alam dengan
sumber daya manusia di dalam DAS dan segala aktivitasnya untuk mewujudkan
kemanfaatan sumber daya alam bagi kepentingan pembangunan dan kelestarian
ekosistem DAS serta kesejahteraan masyarakat.
118. Pengelolaan Hutan Produksi Lestari (PHPL) adalah
serangkaian strategi dan pelaksanaan kegiatan untuk memproduksi hasil hutan
yang menjamin keberlanjutan fungsi-fungsi produksi, ekologi dan sosial dari
hutan alam produksi.
119. Pengelolaan konservasi sumber daya hutan adalah
pengurusan atau penyelenggaraan segala sesuatu yang berkaitan dengan
keanekaragaman jenis tumbuhan/ satwa, tipe ekosistem dan sosek guna mewujudkan
kelestarian SDH serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung
upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan.
120. Pengembangan habitat adalah pengembangan dari
kegiatan pembinaan habitat yang telah dilakukan sesuai pedoman.
121. Pengendalian kebakaran adalah semua tindakan yang
dilakukan berkaitan dengan pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca kebakaran
hutan.
122. Pengepakan adalah salah satu kegiatan penting
dalam proses produksi benih, karena berfungsi untuk menjaga kualitas benih
terhadap keadaan lingkungan seperti suhu, kelembaban udara, hama dan lain-lain.
123. Pengeringan adalah kegiatan untuk menurunkan
kadar air benih sampai pada tingkat yang sesuai, agar memiliki daya simpan yang
lebih lama. tingkat kadar air untuk tiap jenis berbeda-beda.
124. Penggunaan kawasan hutan adalah penggunaan atas sebagian kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan tanpa mengubah fungsi dan peruntukan kawasan hutan tersebut.
125. Penghargaan/tanda jasa adalah penghargaan negara
yang diberikan Presiden kepada PNS atas darmabakti dan kesetiaan yang luar
biasa terhadap bangsa dan negara.
126. Pengkajian adalah kegiatan pengumpulan data
melalui metode survei maupun eksperimen yang hasilnya merupakan informasi
127. Pengukuran kawasan hutan adalah kegiatan untuk
mengetahui/menetapkan batas suatu daerah untuk ditetapkan menjadi kawasan
hutan.
128. Penjarangan adalah pengurangan jumlah batang pada
satuan luas untuk tujuan pemeliharaan disamping hasil antara sebelum panen.
129. Penunjukan kawasan hutan adalah penunjukan suatu
kawasan/ wilayah/areal tertentu baik secara parsial atau dalam wilayah provinsi
dengan Keputusan Menteri Kehutanan sebagai kawasan hutan dengan fungsi pokok
tertentu, luas perkiraan, dan titik-titik koordinat batas yang dituangkan dalam
bentuk peta kawasan hutan skala tertentu atau minimal skala 1 : 250.000 sebagai
dasar penataan batas untuk ditetapkan sebagai kawasan hutan.
130. Penyaduran adalah kegiatan yang dilakukan oleh
seseorang atau lebih guna menyusun naskah berdasarkan tulisan orang lain yang
diubah dan disesuaikan dengan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau
mengubah gagasan penulis asli.
131. Penyambungan tepi adalah proses penggabungan 2
(dua) peta digital dengan memperhatikan batas sambungan kedua peta tersebut.
132. Peragaan satwa liar yang dilindungi adalah
kegiatan memamerkan atau mempertontonkan spesimen satwa liar yang dilindungi
baik dengan atraksi maupun tidak di dalam maupun di luar areal pengelolaan
lembaga konservasi di dalam maupun di luar negeri.
133. Perburuan adalah segala sesuatu yang bersangkut
paut dengan kegiatan berburu.
134. Peredaran tumbuhan dan satwa liar adalah kegiatan
mengedarkan spesimen tumbuhan dan satwa liar berupa mengumpulkan, membawa,
mengangkut, atau memelihara spesimen tumbuhan dan satwa liar yang ditangkap
atau diambil dari habitat alam yang berasal dari hasil penangkaran termasuk
dari hasil pengembangan populasi berbasis alam untuk keperluan pemanfaatan.
135. Pertukaran jenis tumbuhan/satwa liar di lindungi
dengan lembaga konservasi di luar negeri adalah pertukaran jenis tumbuhan/satwa
liar dilindungi yang bersumber dan sudah dipelihara di lembaga konservasi dalam
negeri dan lembaga konservasi luar negeri yang dalam pelaksanaannya dilakukan
antara tumbuhan dengan tumbuhan dan satwa dengan satwa yang mempunyai nilai
konservasi jenis yang seimbang.
136. Persemaian adalah tempat memproduksi bibit mulai
dari penyemaian, pemeliharaan sampai dengan bibit siap didistribusikan dan
ditanam di lapangan.
137. Persuteraan alam adalah kegiatan agro-industri
dengan hasil kokon atau benang sutera, terdiri dari kegiatan budidaya tanaman
murbei, pengadaan telur ulat sutera, budidaya ulat sutera dan pengolahan kokon.
138. Pertukaran jenis tumbuhan dan satwa liar adalah
pertukaran jenis tumbuhan dengan tumbuhan atau satwa dengan satwa yang
dilakukan oleh pemerintah atau lembaga konservasi.
139. Perubahan fungsi kawasan hutan adalah perubahan
sebagian atau seluruh fungsi hutan dalam satu atau beberapa kelompok hutan
menjadi fungsi kawasan hutan yang lain.
140. Perubahan peruntukan kawasan hutan adalah
perubahan kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan.
141. Peta adalah suatu gambar dari unsur-unsur alam
dan atau buatan manusia, yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi
yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu.
142. Peta proyeksi batas kawasan hutan adalah peta
yang disusun melalui kegiatan ploting batas kawasan dari peta penunjukan
kawasan hutan ke dalam peta dasar dengan skala lebih besar.
143. Petunjuk pelaksanaan adalah ketentuan yang
memberi arah atau bimbingan bagaimana sesuatu harus dilakukan dalam
penyelenggaraan suatu kegiatan.
144. Petunjuk teknis adalah ketentuan yang memberi
arah atau bimbingan yang lebih detail dalam penyelenggaraan suatu kegiatan.
145. Piagam kehormatan adalah penghargaan yang
diberikan pemerintah kepada seseorang atas dasar jasa-jasa dan sumbangsih yang
telah diberikan pada kurun waktu dan bidang tertentu. 146. Populasi adalah
sekelompok individu suatu jenis pohon yang berasal dari suatu garis keturunan
yang sama dan terpisah dari kelompok yang lain karena faktor lingkungan atupun
faktor kehutanan.
147. Poster/banner/baliho atau plakat adalah karya
seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas
berukuran besar.
148. Potensi sumber daya hutan adalah semua potensi
yang ada di dalam hutan, meliputi kayu dan non kayu (misalnya rotan dan bambu).
149. Prasaran adalah buah pikiran yang diajukan dalam
suatu pertemuan seperti konferensi, muktamar dan dimaksudkan sebagai bahan
untuk menyusun hasil pertemuan.
150. Promosi adalah upaya untuk menginformasikan,
memberitahukan atau menawarkan produk atau jasa wisata alam kepada masyarakat
umum.
151. Prosedur Search and Rescue adalah tata cara atau tahapan dalam melakukan
pencarian dan penyelamatan.
152. PROTAP pemadaman/mobilisasi adalah adalah tata
cara atau tahapan yang harus dilalui dalam suatu proses pemadaman dan
mobilisasi pemadaman yang dapat diterima dan disepakati dan menjadi tanggung
jawab untuk mempertahankan keterampilan atau kondisi tertentu sehingga kegiatan
pemadaman/mobilisasi dapat diselesaikan secara efektif dan efisien.
153. Re-enumerasi TSP/PSP adalah kegiatan pengulangan
pengumpulan data terhadap hasil pengukuran plot-plot permanen yang telah
dienumerasi reguler.
154. Referensi adalah data sebagai dasar untuk
melakukan koreksi citra, misalnya titik-titik koordinat di lapangan yang
dikumpulkan dengan GPS.
155. Rehabilitasi satwa adalah kegiatan untuk
pemulihan kondisi satwa yang dilaksanakan untuk mengadaptasikan satwa yang
karena suatu sebab berada di lingkungan manusia yang dilakukan dilakukan
melalui kegiatan-kegiatanuntuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit, mengobati
dan memilih satwa yang layak untuk dikembalikan ke habitatnya.
156. Rencana Kerja adalah rencana yang memuat jadual
pelaksanaan, tempat, jenis, sasaran, dan pelaksanaan dari suatu kegiatan untuk
jangka waktu tertentu.
157. Rencana Kerja Tahunan Usulan Rencana Kerja Umum
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Rakyat (RKT URKUPHHK-HTR)
adalah usulan rencana kerja yang disusun secara gabungan dalam satu kelompok
tani hutan (KTH) dan/atau koperasi untuk jangka waktu 1 (satu) tahun, yang
merupakan penjabaran RKUPHHK-HTR yang disampaikan kepada UPT sebagai bahan pemantauan.
158. Rencana operasional adalah rencana yang
memusatkan perhatiannya pada operasi sekarang (jangka pende dek) dan terutama
berkenaan dengan tujuan untuk mencapai efisiensi. 159. Rencana pengelolaan
hutan adalah suatu rencana makro yang bersifat indikatif strategis, kualitatif,
dan kuantitatif serta disusun dengan memperhatikan partisipasi, aspirasi,
budaya masyarakat, kondisi lingkungan dan rencana pembangunan daerah/wilayah
dalam rangka pengelolaan hutan lindung.
160. Saksi ahli adalah seseorang yang memiliki
keahlian khusus tentang hal yang diperlukan untuk membuat terang suatu perkara
pidana guna kepentingan pemeriksaan.
161. Sampel/nekropsi adalah sebagian dari
obyek/populasi yang diambil untuk diukur, diteliti atau diselidiki yang
dianggap cukup untuk mewakili seluruh obyek/populasi yang diteliti atau
diselidiki.
162. Sanksi merupakan perangkat penegakan hukum
terhadap suatu pelanggaran peraturan yang berlaku.
163. Satwa migran adalah satwa yang berpindah dari
satu tempat ke tempat lain secara teratur dalam waktu dan ruang tertentu.
164. Satya Lancana Karya Satya (SLKS) adalah sebuah
tanda penghargaan yang diberikan kepada pegawai negeri sipil yang telah
berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus-menerus dengan
menunjukan kecakapan, kedisiplinan, kesetiaan dan pengabdian sehingga dapat
dijadikan teladan bagi setiap pegawai lainnya
165. Scene adalah satuan ukuran untuk citra satelit sesuai dengan
resolusi spasial citra masing-masing, misalnya Citra Landsat mempunyai ukuran
30 m x 30 m per scene.
166. Seminar adalah suatu bentuk pertemuan ilmiah
untuk membahas masalah tertentu dalam pengendalian ekosistem hutan untuk
memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan suatu pendapat bersama.
167. Sertifikasi adalah proses pemberian sertifikat
kepada tegakan sumber benih/lot benih/lot bibit yang menginformasikan kebenaran
tegakan sumber benih/lot benih/lot bibit yang akan dikomersilkan.
168. Simposium adalah pertemuan dengan beberapa
pembicara yang mengemukakan pidato singkat tentang topik tertentu atau tentang
beberapa aspek dari topik yang sama.
169. Sinopsis adalah ikhtisar karangan yang biasanya
diterbitkan bersama-sama dng karangan asli yg menjadi dasar sinopsis itu.
170. Sistem deteksi dini adalah suatu kesatuan yang
terdiri atas komponen atau elemen untuk memudahkan aliran informasi, materi,
sumber daya, dan energi terkait kegiatan untuk mengetahui secara dini
terjadinya kebakaran hutan sehingga dapat segera dipadamkan oleh petugas
pemadaman kebakaran hutan.
171. Sistem Informasi Manajemen adalah kumpulan proses
yang terorganisir yang dapat memberikan informasi kepada pimpinan untuk
mendukung operasi pembuatan keputusan suatu organisasi.
172. Sistem Informasi Pengendalian Ekosistem Hutan
adalah suatu komponen-komponen dari kumpulan yang bervariasi dalam organisasi
yang berhubungan dengan pengendali ekosistem hutan untuk meningkatkan efisiensi
dan efektivitas oganisasi. 173. Sistem silvikultur adalah system pemanenan
sesuai tapak/tempat tumbuh berdasarkan formasi terbentuknya hutan yaitu proses
klimatis dan edhapis dan tipe-tipe hutan yang terbentuk dalam rangka
pengelolaan hutan lestari atau system teknik bercocok tanam hutan mulai dari
memilih benih atau bibit, menyemai, menanam, memelihara tanaman dan memanen)
174. Skala peta adalah angka perbandingan antara jarak
dua titik di atas peta dengan jarak tersebut di muka bumi.
175. Sortasi adalah pemilihan, pemilahan dan
pembersihan benih yang berkualitas baik dari bentuk benih buruk, benih cacat,
benih mati atau kotoran.
176. Sosialisasi adalah kegiatan penyampaian informasi
kepada masyarakat/ instansi terkait dengan media tertentu dan metode
panyampaian informasinya tidak diperlukan komunikasi antara pihak yang
mnyampaikan dengan yang menerima komunikasi.
177. Studi banding adalah suatu kegiatan yang
dilakukan dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan yang akan diterapkan
kedepannya untuk menjadi lebih baik.
178. Sumber benih adalah suatu tegakan hutan yang
berada di dalam atau di luar kawasan hutan yang dikelola guna memproduksi benih
berkualitas.
179. Supervisi adalah suatu kegiatan pengawasan yang
terdiri dari kegiatan bimbingan dan pengendalian secara berkala atau
berkesinambungan baik secara individual maupun kelompok agar pekerjaan lebih
efektif.
180. Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar (SATS)
adalah surat angkut tumbuhan dan satwa liar yang dikeluarkan oleh Kementerian
Kehutanan baik untuk pemanfaatan komersial maupun non komersial kepada
perorangan, lembaga, badan usaha yang memenuhi syarat untuk dapat mengangkut
tumbuhan dan satwa liar ke dan dari luar negeri.
181. Survei adalah suatu kegiatan peninjauan,
penyelidikan atau pemeriksaan suatu obyek dengan metode tertentu untuk tujuan
yang telah ditetapkan.
182. Tabulasi data adalah langkah memasukkan data
berdasarkan hasil penggalian data di lapangan.
183. Tagging adalah pemberian tanda yang bersifat fisik pada bagian
tertentu dari spesimen tumbuhan dan satwa atau bagian-bagiannya serta hasil
daripadanya dengan alat khusus seperti ear tag, wind band, close ring, leg band.
184. Tanda Batas kawasan hutan adalah suatu tanda
batas yang secara fisik di lapangan berupa pal batas atau tugu batas, dan di
peta berupa garis atau titik yang menyatakan koordinat letak atau posisi batas.
185. Tata air DAS adalah hubungan kesatuan individu
unsur-unsur hidrologis yang meliputi hujan, aliran permukaan dan aliran sungai,
peresapan, aliran air tanah dan evapotranspirasi dan unsur lainnya yang
mempengaruhi neraca air suatu DAS.
186. Teknologi tepat guna adalah teknologi yang
menggunakan sumber daya yang ada untuk memudahkan dan menunjang suatu kegiatan
tertentu. 187. Telur ulat sutera F1 adalah hasil persilangan antar galur murni
untuk tujuan produksi kokon.
188. Tim Teknis adalah tim yang bertugas melakukan
penyiapan bahan Tim Terpadu perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan
wilayah provinsi.
189. Tim Terpadu adalah tim yang ditetapkan Menteri,
terdiri dari lembaga Pemerintah yang mempunyai kompetensi dan memiliki otoritas
ilmiah (scientific
authority) dan
instansi terkait bersifat independen yang bertugas melakukan penelitian dan
memberikan rekomendasi kepada Menteri terhadap rencana/usulan perubahan kawasan
hutan.
190. Tinjauan/ulasan adalah suatu karya tulis ilmiah
yang berdasarkan kaidah ilmu disusun oleh seseorang atau lebih yang membahas
suatu pokok persolan berdasarkan kaidah-kaidah ilmu kehutanan
191. Transplantasi adalah kegiatan pengembangbiakan
secara vegetatif yaitu melalui pencangkokan atau pemotongan untuk ditanam di
tempat yang mengalami kerusakan.
192. Tugu batas adalah suatu tanda batas tetap dengan
ukuran tertentu yang dibuat dari beton dengan rangka besi dipasang sepanjang
trayek batas untuk menyatakan batas fisik di lapangan dengan koordinat tertentu
dan sebagai acuan pelaksanaan tata batas.
193. Tumbuhan liar adalah tumbuhan yang hidup di alam
bebas dan/atau dipelihara, yang masih mempunyai kemurnian jenisnya.
194. Uji cutting test adalah uji untuk memberikan informasi cepat tentang
viabilitas benih, biasanya dilakukan di lapangan sewaktu pengunduhan benih atau
selama pemrosesan benih untuk mendapatkan gambaran awal mutu benih, uji belah
dilakukan pula pada benih yang tidak berkecambah sampai akhir uji daya kecambah
benih (benih segar tidak tumbuh, benih mati, benih hampa, benih terserang hama
penyakit).
195. Uji daya hidup viabilitas (uji Tz) adalah uji
untuk memperkirakan viabilitasi lot benih dengan cepat, uji ini dilakukan
terutama pada lot benih yang perkecambahannya lambat, benih sulit dipatahkan
dormansinya, perkecambahan rendah dan memastikan sisa benih tidak tumbuh pada
akhir pengujian daya berkecambah.
196. Uji daya kecambah benih adalah uji untuk
menentukan potensi maksimum perkecambahan lot benih.
197. Uji kadar air benih adalah uji untuk menentukan
kadar air (berat air yang hilang dari contoh setelah dikeringkan sesuai
ketentuan yang ditulis dalam presentase dari berat basah contoh)
198. Ulat sutera adalah serangga dari Ordo Lepidoptera
Famili Bombycidae
yang berguna
sebagai penghasil benang sutera yang dalam hidupnyamempunyai metamorfosa
(siklus hidup) sempurnamuli dari telur, larva atau ulat, pupa sampai dengan
kupu-kupu.
199. Unit Pengelolaan Hutan adalah kesatuan
pengelolaan hutan terkecil sesuai fungsi pokok dan peruntukkan yang dapat
dikelola secara efisien lestari, progresif dan mandiri. 200. Usulan Rencana
Kerja Umum Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Rakyat
(URKUPHHK-HTR) adalah usulan rencana kerja untuk seluruh areal kerja
IUPHHK-HTR, antara lain memuat aspek kelestarian usaha, aspek keseimbangan
lingkungan dan sosial ekonomi yang disetujui Bupati/Walikota atau pejabat yang
ditunjuk.
201. Verifikasi adalah pemeriksaan terkait keabsahan
dan kesesuaian data dan specimen.
202. Wisata alam adalah kegiatan perjalanan atau
sebagian sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta
bersifat sementara untuk menikmati gejala keunikan dan keindahan alam di
kawasan kawasan suaka margasatwa, taman nasional, taman hutan raya, dan taman
wisata alam.