Santapan Harian
Hidupku Hanya untuk Memuliakan-Mu
Yosua 12
Prestasi dan ambisi pribadi demi mencari nama sering kali menjadi jebakan bagi kita dalam mengikut Tuhan. Namun, Yesus pernah mengingatkan para murid bahwa siapa yang terbesar, ia harus menjadi pelayan. Musa, Yosua, dan hamba-hamba Tuhan yang lain telah memberikan teladan.
Pasal dua belas merupakan rangkuman dari bagian pertama dari kitab Yosua. Daftar raja-raja yang ditaklukkan (9-24) dan negeri yang mereka diami (1-8) diberikan dalam paparan narasi pasal ini. Juga bangsa-bangsa yang ada di sebelah timur Sungai Yordan (1-5) maupun yang ada di bagian barat (7-8).
Raja-raja dalam dunia timur dekat kuno sering kali membuat daftar panjang kota-kota yang telah mereka taklukkan dan bakar sebagai prestasi individu yang akan dilihat oleh penerusnya. Akan tetapi, daftar yang diberikan oleh Yosua tidak dilihat sebagai prestasi pribadi dari seorang pemimpin. Catatan Alkitab menunjukkan bahwa penaklukan itu dilakukan bersama-sama.
Ayat 1 menuliskan, "Orang Israel menduduki ...". Kemudian, "Musa, hamba TUHAN itu, beserta orang Israel ..." (6). Di ayat 7 disebutkan, "... Yosua dan orang Israel ...".
Pasal ini menegaskan bahwa raja-raja Kanaan takluk di bawah kaki Israel semata-mata adalah karena kehendak Allah yang layak mereka percayai dan taati. Tak ada bangsa-bangsa Kanaan yang jahat sanggup berdiri di hadapan orang Israel.
Sama seperti Musa, Yosua, dan orang Israel tidak mengambil kredit dari kemenangan-kemenangan itu, begitu juga seharusnya kita sebagai umat Allah menyadari dan mengakui bahwa kemenangan-kemenangan kita dalam hidup ini bukan karena kekuatan kita.
Segala pencapaian kita terjadi semata-mata karena anugerah Allah. Hal terpenting yang perlu kita lakukan adalah memercayai-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita dan menaati firman-Nya dengan sepenuh hati. Selain itu, hendaklah kita tidak berkompromi untuk melakukan dosa. Ketaatan lahir dari kepercayaan yang sepenuh hati kepada Allah yang kita kasihi dan sembah. [PMS]
![]() |
| Berkati Keluarga Mak Kyle Tuhan, Amen |



Sama seperti Musa, Yosua, dan orang Israel tidak mengambil kredit dari kemenangan-kemenangan itu, begitu juga seharusnya kita sebagai umat Allah menyadari dan mengakui bahwa kemenangan-kemenangan kita dalam hidup ini bukan karena kekuatan kita.
BalasHapusAmen
BalasHapus