H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 25 April 2026

Renungan Dosa Adalah Penyebab Kehancuran

 Santapan Harian

Dosa Adalah Penyebab Kehancuran 

Hakim-hakim 9:22-49 


Dosa adalah penyebab kehancuran, baik dalam skala individual maupun skala kolektif. Hal itu karena dosa merupakan pelanggaran terhadap hukum yang konsekuensinya adalah rusaknya hubungan dengan Tuhan dan sesama, bahkan munculnya penderitaan fisik maupun spiritual.


Sama halnya dengan dosa Abimelekh yang melenceng jauh dari TUHAN. Dalam masa pemerintahannya, ia menghancurkan hubungan dengan saudara-saudaranya, bangsa Israel yang dipimpinnya, dan bahkan TUHAN sendiri.


Maka, TUHAN tidak tinggal diam. Ia membangkitkan permusuhan antara Abimelekh dan warga Kota Sikhem (22-25). Tantangan Ga'al yang memprovokasi warga Kota Sikhem (26-29), ditambah dengan pengaduan Zebul yang memprovokasi Abimelekh (30-33), membuat raja ini mengadang, menyerbu, memerangi, dan merebut Kota Sikhem serta menewaskan dan membunuh warganya (34-45). Abimelekh mungkin berhasil untuk sementara waktu, tetapi TUHAN tetap menghukum kejahatannya.


Perilaku jahat dan ambisi yang tidak terkendali selalu mendatangkan akibat yang merusak hubungan kita dengan Tuhan dan sesama. Oleh karena itu, ambillah pelajaran dari kekejian Abimelekh. Kita diingatkan untuk hidup dalam kebenaran, keadilan, dan takut akan Tuhan.


Ingatlah, dosa tidak akan pernah membawa damai, melainkan dampak negatif, yaitu, kegelisahan, stres, kehancuran iman, dan bahkan kematian rohani. Agar kita terhindar dari dampak dosa yang menghancurkan, kita harus bertobat dan kembali kepada Tuhan. Dengan pertobatan itulah kita menerima pengampunan dari Allah, hubungan kita dengan Tuhan dipulihkan, dan kita menikmati hidup di jalan yang benar.


Satu pelajaran penting yang perlu kita ingat adalah Tuhan tidak akan pernah membiarkan kejahatan dan ketidakadilan terus berkuasa. Hiduplah sesuai kehendak Tuhan dengan cara menunjukkan sikap mengasihi sesama, menghindar dari berbuat jahat, tidak merancang niat jahat, dan bersikap adil kepada sesama. [ERE]



Baca Gali Alkitab 4


Hakim-hakim 8:4-21


Ketegasan Gideon sebagai pemimpin yang taat kepada panggilan Allah sangat jelas. Meski pasukannya lelah, ia tidak berhenti mengejar musuh. Ketika orang Sukot dan Pnuel menolak memberi bantuan, Gideon dengan tegas berjanji akan menghukum mereka. Setelah menangkap Zebah dan Salmuna, raja-raja Midian, ia pun menghukum kota-kota yang menolak dan membunuh kedua raja Midian itu.


Tekun dalam panggilan Tuhan membawa kemenangan, dan sikap menolak mendukung karya Allah berujung pada hukuman.


Apa saja yang Anda baca?

1. Apa yang sedang dialami serta dilakukan Gideon dan 300 orang yang bersama dia? (4)

2. Kepada siapa saja Gideon meminta bantuan? Apa jawaban mereka, dan apa tanggapan Gideon? (5-9)

3. Apa yang Gideon lakukan atas Zebah dan Salmuna? (10-12)

4. Apa yang Gideon lakukan kepada orang Sukot dan orang Pnuel? (13-17)

5. Apa yang akhirnya Gideon katakan dan lakukan kepada Zebah dan Salmuna? (18-21)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa prinsip utama yang seharusnya kita pegang dalam hidup kita dan relasi kita dengan orang lain?

2. Bagaimana sikap kita yang seharusnya terhadap orang-orang yang menolak dan memusuhi kita?

3. Bagaimana kita dapat menegakkan keadilan dan mempraktikkan belas kasihan?


Apa respons Anda?

1. Apa doa Anda agar keadilan dan belas kasihan Tuhan makin nyata di dunia ini?

2. Terhadap orang-orang yang menolak dan memusuhi Anda sekalipun, apa yang dapat Anda perbuat bagi mereka?


Pokok Doa:

Mohon pengampunan dan kekuatan dari Tuhan agar kita senantiasa mampu hidup dalam kasih dan keadilan.










Buah Matoa Kak Ani Grosir


2 komentar:

  1. Mohon pengampunan dan kekuatan dari Tuhan agar kita senantiasa mampu hidup dalam kasih dan keadilan.

    BalasHapus