Santapan Harian
Pemimpin Sederhana
Hakim-hakim 12:8-15
Setelah Yefta meninggal, ia digantikan oleh Ebzan, Elon, dan Abdon, tiga tokoh yang namanya dicatat secara sekilas.
Ketiga perikop ini hanya mencatat nama mereka (8, 11a, 13), jumlah anak mereka (9a, 14a), lamanya mereka memerintah (9b, 11b, 14b), dan di mana mereka dikuburkan (10, 12, 15). Oleh karena itu, kepemimpinan mereka tampak biasa saja tanpa ada kisah heroik apa pun.
Akan tetapi, setidaknya dalam masa 25 tahun, bangsa Israel hidup dalam kedamaian. Pasalnya, tidak ada konflik atau serangan musuh yang dihadapi, dan tidak ada juga dosa yang mengakibatkan murka Allah menyala-nyala.
Kita sering kali mengagumi tokoh-tokoh besar dalam Alkitab seperti Abraham, Musa, dan Daud. Akan tetapi, para pemimpin biasa seperti Ebzan, Elon, dan Abdon juga dicatat dalam Alkitab. Mereka adalah pemimpin yang tidak heroik, tidak melakukan mukjizat, dan bahkan tidak memimpin pasukan dalam peperangan hebat. Namun, nama mereka tetap dicatat sebagai pemimpin Israel, pemimpin yang dipakai Tuhan.
Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya memakai orang yang luar biasa untuk menjalankan rencana-Nya. Kadang Tuhan memakai orang biasa untuk rencana besar-Nya. Contohnya adalah ketiga hakim yang sekilas terlihat biasa ini.
Sebetulnya, dalam sepanjang catatan Alkitab, Tuhan kerap kali memakai orang biasa untuk pekerjaan-Nya. Ia tidak selalu memilih para pemimpin hebat. Bahkan, murid-murid Tuhan Yesus pun adalah orang-orang biasa.
Sampai saat ini pun, Tuhan masih memakai orang-orang biasa untuk melakukan pekerjaan-Nya yang luar biasa. Mereka adalah orang-orang yang tidak menonjol dan tidak kita kenal namanya. Akan tetapi, bagi Tuhan, mereka tetap berharga dan nama mereka tetap dicatat dalam sejarah umat-Nya.
Mungkin kita juga adalah salah satu orang biasa yang sedang atau akan Tuhan pakai. Tidak perlu kita berambisi untuk menjadi orang besar yang dikenal di mana-mana karena sebiasa apa pun, Tuhan mengingat semua hal yang kita lakukan bagi-Nya. [YGM]
![]() |
| A Garden Rain |


Tidak perlu kita berambisi untuk menjadi orang besar yang dikenal di mana-mana karena sebiasa apa pun, Tuhan mengingat semua hal yang kita lakukan bagi-Nya.
BalasHapusAmen
BalasHapus