H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Minggu, 10 Mei 2026

Renungan Dosa Menyebar dan Bertambah Parah

 Santapan Harian

Dosa Menyebar dan Bertambah Parah 

Hakim-hakim 18 


Kisah dilanjutkan dengan Hakim-hakim 18. Sayangnya, kelanjutan kisah bukan tentang pertobatan, melainkan justru dosa yang berkelanjutan.


Suku Dan mencari milik pusaka sebagai tempat tinggal. Mereka mengutus lima orang untuk mengintai dan menyelidiki negeri sampai mereka tiba di rumah Mikha (1-2). Mereka meminta orang Lewi yang menjadi imam di rumahnya untuk meminta petunjuk kepada Allah. Orang Lewi itu memberkati mereka dan mengatakan bahwa perjalanan mereka akan berhasil (5-6).


Setelah menemukan negeri yang mereka inginkan, yaitu Lais, kelima orang itu pulang dan kembali dengan 600 orang Dan yang bersenjata untuk merebutnya (7-12). Mereka kemudian singgah di rumah Mikha, lalu kelima orang tersebut mengambil semua patung, efod, dan terafin Mikha (13-17).


Awalnya orang Lewi itu menegur mereka, tetapi kelima orang itu membujuknya dan mengatakan bukankah lebih baik menjadi imam bagi satu suku daripada hanya satu orang (18-19). Ia pun setuju dan malah bergabung dengan mereka untuk ikut merampas patung, efod, dan terafim Mikha (20). Demikianlah orang Lewi itu, yang adalah cucu Musa dan keturunannya, menjadi imam bagi suku Dan sampai penduduk negeri Dan dibawa ke pembuangan (27-30).


Penulis mau menunjukkan bahwa dosa terjadi di mana-mana di antara umat Allah: Mikha dengan berhala dan imam palsunya, orang Dan yang membalas kebaikan dengan kejahatan. Lebih parah lagi, orang Lewi, cucu Musa tadi, melanggar Taurat Musa dengan menjadi imam, lalu bertindak jahat terhadap tuannya. Bahkan, ia dan keturunannya terus-menerus melayani sebagai imam bukan bagi TUHAN, melainkan bagi suku Dan dengan melayani patung buatan Mikha.


Hati-hatilah dengan dosa karena dosa dapat dengan cepat menyebar ke mana-mana. Sikap yang menganggap remeh, mewajarkan, atau bahkan membenarkan perbuatan dosa hanya akan membuatnya menjadi makin parah.


Tolaklah dosa sepenuhnya! Mari kita menyembah Allah dan melayani bagi Allah saja. [INT]













3 komentar:

  1. Sikap yang menganggap remeh, mewajarkan, membenarkan perbuatan dosa. Jauhilah itu.

    BalasHapus
  2. Sikap yang menganggap remeh, mewajarkan, atau bahkan membenarkan perbuatan dosa hanya akan membuatnya menjadi makin parah.

    BalasHapus
  3. God Protect Us, Amen

    BalasHapus