*Bila Allah menghendaki kemudahan dalam setiap hari sepanjang hidupmu, itu akan terjadi. Namun, dalam anugerah, Dia menghendaki hari-harimu menjadi alat pemurnian-Nya.*
Sungguh menggetarkan bahwa banyak dari kita bergumul mempertanyakan kebaikan, kesetiaan, dan kasih Allah, bukan karena la pernah melanggar janji mana pun dengan cara apapun, melainkan hanya karena kitalah yang tidak selaras dengan agenda-Nya. Agenda kita, definisi tentang hal baik yang harusnya Allah berikan, berupa kehidupan yang nyaman, menyenangkan, dan bisa diprediksi, diterima oleh banyak orang dan tidak ada penderitaan. Namun, pikirkanlah agenda Allah yang disingkapkan dalam ayat berikut:
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu - yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api - sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1 Pet.1:6-7).
Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita (Rm.5:1-5).
Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan (Fil.3:7-9).
Pesan tersebut konsisten dalam seluruh ayat. Allah tidak memberi kita kebahagiaan menurut definisi kita sendiri. Bila kita tak berada dalam agenda Tuhan, kita akan kecewa dan mempertanyakan kasih-Nya. Allah punya tujuan yang lebih baik - kekudusan kita, yaitu pemenuhan sempurna dari karya penebusan-Nya dalam diri kita. Kesulitan yang kita hadapi tidak menghalangi rencana Allah, tidak menunjukkan bahwa rencana-Nya gagal, dan bukan merupakan tanda bahwa Dia berpaling dari kita. Masa-masa berat itu adalah bukti yang pasti dari giatnya kasih penebusan Allah.
*Pelajari lebih lanjut dan dapatkan kekuatan dari: 1 Petrus 4:12-19*
![]() |
| Tuhan Yesus Melindungi |



Pesan tersebut konsisten dalam seluruh ayat. Allah tidak memberi kita kebahagiaan menurut definisi kita sendiri.
BalasHapusMaksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu - yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api - sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya (1 Pet.1:6-7).
BalasHapus