*“Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.”*
📖 *Yohanes 12:24*
Maximilian Kolbe adalah seorang imam Katolik yang dipenjara di kamp konsentrasi Auschwitz pada masa Perang Dunia II. Suatu hari, seorang tahanan melarikan diri. Sebagai hukuman, sepuluh orang dipilih secara acak untuk dihukum mati.
Salah satu pria yang terpilih menangis dan berkata bahwa ia memiliki istri dan anak-anak. Mendengar hal itu, Kolbe melangkah maju dan menawarkan dirinya untuk menggantikan pria tersebut.
Ia memilih untuk mati agar orang lain bisa hidup. Permintaannya diterima. Di dalam ruang hukuman, Kolbe tetap berdoa, menguatkan tahanan lain dan menunjukkan damai sejahtera yang luar biasa
Pengorbanannya menyelamatkan satu keluarga dan menjadi kesaksian kasih yang tak terlupakan.
Pengorbanan sejati sering kali tidak terlihat “menguntungkan”. Dari sudut pandang dunia, pengorbanan Kolbe tampak seperti kehilangan. Namun dari sudut pandang rohani, itu adalah kasih yang paling murni.
Firman Tuhan menggambarkan bahwa kehidupan sering lahir dari sesuatu yang rela “mati”—mati terhadap ego, kenyamanan, dan kepentingan pribadi. Dalam kehidupan sehari-hari, pengorbanan bisa berarti:
▪️mengalah untuk menjaga damai
▪️memberi tanpa menuntut balasan
▪️mengutamakan orang lain
▪️tetap mengasihi walau tidak dihargai
Pengorbanan seperti ini tidak selalu terlihat oleh manusia, tetapi sangat berharga di mata Tuhan. Dan seringkali, justru dari pengorbanan itulah:
• hubungan dipulihkan
• kehidupan diubahkan
• dan berkat mengalir
Jangan takut kehilangan demi melakukan yang benar. Karena di tangan Tuhan, setiap pengorbanan yang dilakukan dengan kasih
akan menghasilkan buah yang kekal.
✝️ *Pengorbanan yang dilakukan dengan kasih akan menghasilkan kehidupan bagi banyak orang*
✅ *Pengorbanan yang Membawa Kehidupan*

*Pengorbanan yang dilakukan dengan kasih akan menghasilkan kehidupan bagi banyak orang*
BalasHapusJangan takut kehilangan demi melakukan yang benar. Karena di tangan Tuhan, setiap pengorbanan yang dilakukan dengan kasih akan menghasilkan buah yang kekal.
BalasHapus