Santapan Harian
Kasih dan Transformasi Sejati
Yohanes 15:1-8
Apa artinya dikasihi Yesus? Menjelang peringatan pengorbanan-Nya di salib, kita sering merasa dikasihi saat diterima dan diampuni. Namun, kasih Yesus bukan hanya soal pengampunan, kasih itu juga menuntut perubahan hidup sebagai orang percaya.
Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur sejati, sedangkan kita adalah ranting-rantingnya. Ia mengajarkan bahwa hanya dengan tetap tinggal di dalam Dia, kita dapat menghasilkan buah yang berkenan bagi Allah.
Dalam perikop ini, Yesus menegaskan bahwa ranting yang tidak berbuah akan dipotong, sedangkan yang berbuah akan dibersihkan supaya lebih banyak berbuah (2). Artinya, pembaharuan rohani sering kali melibatkan proses pemurnian yang mungkin terasa menyakitkan. Selain itu, Yesus menegaskan bahwa tanpa Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa (5). Oleh karena itu, tinggal di dalam Yesus bukan sekadar menjadi pengikut-Nya secara pasif, melainkan membangun hubungan yang erat dengan-Nya melalui doa, perenungan firman, dan ketaatan.
Kita diajar bahwa kasih Yesus ada dalam sebuah relasi yang dinamis atau relasi yang hidup terus-menerus antara murid-murid dengan Dia yang digambarkan seperti pokok anggur dan ranting. Kasih Yesus bukan hanya memberi kehidupan, tetapi juga memperbarui dan membentuk kita agar hidup semakin berbuah. Setiap proses pemurnian yang kita alami merupakan bukti kasih Allah yang ingin menjadikan kita pribadi yang lebih baik. Hidup yang berbuah mencerminkan karakter Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai murid Kristus, kita harus terus melekat pada-Nya, dibentuk dan berproses. Semakin kita melekat pada Yesus, maka Bapa akan memotong bagian-bagian dari manusia lama kita, bagian diri kita yang berdosa seperti kebiasaan, motivasi, pikiran, dan keinginan yang membuat kita tidak berbuah supaya kita makin menunjukkan karakter serupa Kristus. Yesus mengasihi kita sampai kesudahan-Nya, dan oleh-Nya kita akan mengalami transformasi sejati di dalam Dia sebagai tanda kasih-Nya. [RGD]

Sebagai murid Kristus, kita harus terus melekat pada-Nya, dibentuk dan berproses.
BalasHapusYesus mengasihi kita sampai kesudahan-Nya, dan oleh-Nya kita akan mengalami transformasi sejati di dalam Dia sebagai tanda kasih-Nya.
BalasHapus