Santapan Harian
Konflik
Yohanes 18:28-38
Konflik adalah pertentangan antara dua kekuatan yang bisa terjadi dalam ranah fisik maupun non-fisik (batin, politik, sosial, ataupun agama). Peristiwa pengadilan Tuhan Yesus adalah konflik, karena dalam peristiwa itu kita mendapati pertentangan.
Tuhan Yesus dibawa ke gedung pengadilan Romawi pada pagi hari dengan maksud agar pengadilan dapat tuntas pada hari itu (28). Para imam tidak mau menajiskan diri mereka menjelang Sabat Paskah (28, 31-32). Ini adalah konflik antara agama lahiriah dengan iman yang benar. Agama lahiriah mencoba menjaga kesucian dari luar, tetapi siapa yang dapat menyucikan hati? Pontius Pilatus sebagai pengadil keluar menemui para pendakwa, mendengarkan tuduhan mereka terhadap Tuhan Yesus (29-31).
Pilatus kemudian berdialog dengan Tuhan Yesus, mencari tahu hakikat dakwaan para imam terhadap Tuhan Yesus (33-38a). Melalui pertanyaannya, Pilatus dengan jelas mencoba menjauhkan diri dari tuduhan terhadap Tuhan Yesus dengan menegaskan bahwa ia bukan bagian dari orang-orang Yahudi yang mendakwa Tuhan Yesus (35). Bagaimana tanggapan Tuhan Yesus? Ketika menghadapi semua tantangan itu, Tuhan Yesus menegaskan tentang hakikat Kerajaan Allah dan kebenaran (34, 36-37).
Tuhan Yesus menegaskan bahwa kebenaran tak bisa berkompromi dengan kebohongan (37). Dari Yesus kita tahu Allah peduli dan punya rencana keselamatan bagi siapa pun yang hidup dalam kebenaran, serta memanggil kita membangun kerajaan-Nya karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (lih. Kej 1:26-27). Pertanyaan Pilatus (38a) menegaskan betapa setiap orang butuh mengenal kebenaran.
Konflik terjadi ketika ada perbedaan pandangan dan sikap terhadap satu prinsip kebenaran. Peristiwa pengadilan Tuhan Yesus dalam rencana keselamatan Allah adalah bukti bagaimana kebenaran Kerajaan Allah diberikan untuk mengubah hidup orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus. Adakah kita mengakui dan mengimani bahwa Tuhan Yesus sungguh hidup, berkuasa, dan mampu memberikan kebenaran-Nya kepada kita? [IBS]


Konflik terjadi ketika ada perbedaan pandangan dan sikap terhadap satu prinsip kebenaran.
BalasHapusAdakah kita mengakui dan mengimani bahwa Tuhan Yesus sungguh hidup, berkuasa, dan mampu memberikan kebenaran-Nya kepada kita?
BalasHapus