Santapan Harian
Retrospeksi
Hakim-hakim 6:1-24
Mungkin kita sering mendengar kata "introspeksi", tetapi jarang mendengar kata "retrospeksi". Kata ini berarti kenangan kembali ke masa lalu, atau pandang balik dan dianalisis untuk mendapatkan pembelajaran. Retrospeksi juga dilakukan oleh Gideon, tokoh kita kali ini.
Pada masa Debora, bangsa Israel mengalami masa aman selama 40 tahun (Hak 5:31b). Namun, setelah itu, mereka kembali hidup tidak sesuai dengan kehendak TUHAN, sehingga Ia membiarkan mereka dikuasai oleh bangsa Midian selama tujuh tahun. Mereka menderita akibat ulah bangsa Midian. Tempat perlindungan diserang, hasil bumi dimusnahkan, dan ternak dirampas. Dalam kondisi tidak berdaya, akhirnya bangsa Israel berseru agar TUHAN menolong mereka (1-6). Untuk itu, TUHAN memilih Gideon.
Ketika Malaikat TUHAN menemui Gideon untuk menyampaikan pesan-Nya (11-12), Gideon memberikan pertanyaan retrospektif. Jika TUHAN benar-benar menyertai mereka, mengapa mereka dikuasai bangsa Midian? Di mana keajaiban-Nya? Bukankah TUHAN adalah Allah yang membebaskan mereka dari Mesir (13)?
Pertanyaan-pertanyaan itu direspons TUHAN dengan perintah pengutusan untuk menyelamatkan bangsa Israel. Namun, perintah itu pun direspons Gideon dengan sebuah pertanyaan lain. Bagaimana mungkin ia mampu menyelamatkan bangsanya karena kaumnya adalah yang terkecil dan dirinya termuda (15)? TUHAN meyakinkan Gideon dengan janji penyertaan (16), dan bahkan dengan janji penghiburan, "Sejahteralah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati" (23).
Dari pengalaman Gideon kita belajar restrospeksi iman, dengan maksud agar kita terus-menerus belajar dari pengalaman masa lalu. Dengan aktif kita menganalisis iman kita agar kita mendapat pengenalan makin mendalam tentang Tuhan yang kita imani.
Iman yang hidup adalah iman yang terus-menerus bertanya kepada Tuhan dalam doa kita dan berpegang teguh pada janji penyertaan-Nya. [LRS]
![]() |
| GMI Philadelphia |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar