Santapan Harian
Ironi dalam Kehidupan
Hakim-hakim 16:1-22
Penulis Alkitab kadang menulis dengan memakai ironi. Dalam nas hari ini, ada ironi yang menyedihkan. Pada bagian awal kita membaca tentang kehebatan Simson, tetapi di akhir kita melihat bahwa Simson menjadi buta dan tidak berdaya.
Ketika Simson pergi ke Gaza dan menghampiri seorang wanita pelacur, orang Gaza berencana untuk menangkapnya. Namun, Simson mencabut daun pintu gerbang kota dan kedua tiangnya, serta mengangkat semuanya ke puncak gunung (1-3).
Simson kemudian jatuh cinta kepada seorang perempuan bernama Delila. Raja-raja Filistin yang tahu, kemudian meminta Delila untuk mencari tahu rahasia kekuatan Simson dengan masing-masing akan memberi bayaran 1.100 keping perak kepada Delila (4-5).
Tiga kali pertama Simson memberikan informasi yang salah kepada Delila (6-14), tetapi Delila tidak putus asa. Ia menuduh Simson tidak mencintainya dan merengek-rengek berhari-hari (15-16). Simson yang tidak tahan akhirnya mengatakan bahwa rahasia kekuatannya ada pada rambutnya. Akibatnya, Delila mencukur rambut Simson, dan TUHAN pun meninggalkan Simson (19-20). Orang Filistin kemudian menangkapnya dan mencungkil kedua matanya.
Mereka membawanya ke Gaza dan membelenggunya dengan dua rantai tembaga; ia diperbudak sebagai penggiling di penjara (21).
Perikop ini bermula dan berakhir di Gaza, tetapi dengan kondisi berlawanan. Kisah dimulai dengan pertunjukan kekuatan Simson yang luar biasa, dan berakhir dengan Simson menjadi buta, kehilangan kekuatan, dan melakukan pekerjaan budak. Sungguh ironis bahwa seorang hakim yang paling kuat ditaklukkan oleh seorang perempuan biasa (19).
Ironi juga dapat terjadi pada kita jika kita tidak taat pada perintah Allah. Paulus menasihatkan agar kita mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (lih. Flp 2:12). Kita semua bisa jatuh ke dalam dosa karena satu kesalahan atau kelalaian.
Bersandarlah selalu pada Allah agar kita dapat berakhir dengan indah dan baik! [INT]
![]() |
| Program Pemerintah Bibit Gratis Kantor |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar