H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Jumat, 15 Mei 2026

Renungan Yang Benar Menurut Pandangan Sendiri

 Santapan Harian

Yang Benar Menurut Pandangan Sendiri 

Hakim-hakim 21 


Setelah suku Benyamin dikalahkan dan tinggal 600 orang, seharusnya sebelas suku yang lain bersuka cita. Namun, bukan itu yang terjadi.


Orang Israel menangis keras-keras di hadapan Allah karena satu suku akan hilang dari Israel (2-3). Mereka mulai memikirkan cara supaya suku Benyamin dapat memperoleh keturunan. Karena mereka sudah bersumpah tidak akan menikahkan anak mereka dengan orang Benyamin (1), mereka harus mencari suku yang tidak ikut datang dan belum bersumpah. Ternyata tidak ada seorang pun yang datang dari Yabes-Gilead (5-9).


Mereka mengirim 12.000 orang gagah perkasa untuk membunuh semua penduduk Yabes-Gilead, kecuali anak gadis (10-11). Mereka membawa dan memberikan 400 anak gadis kepada sisa suku Benyamin yang bersembunyi di bukit batu Rimon (12-14). Namun, ini pun belum cukup sehingga orang Israel masih bersedih (15).


Mereka kembali memikirkan cara supaya suku Benyamin tidak terhapus (16-17). Teringatlah mereka akan perayaan bagi TUHAN di Silo. Mereka tahu setiap tahun anak-anak perempuan Silo keluar menari, sehingga setiap orang Benyamin yang belum mendapat istri dapat melakukan pengadangan di kebun anggur dan membawa lari anak perempuan yang mau mereka jadikan istri (19-21).


Mungkin dalam pikiran orang Israel, mereka tidak bersalah karena mereka tidak melanggar sumpah, dan mereka dapat meminta anggota keluarga anak perempuan itu untuk bermurah hati (22). Bagi mereka, yang penting masalah selesai, semua orang Benyamin mendapatkan istri orang Israel (23).


Betapa kacaunya moral orang Israel. Solusi yang mereka ambil merupakan solusi yang aneh dan tidak bermoral. Inilah yang terjadi pada umat yang "melakukan apa yang benar menurut pandangannya sendiri" (25).


Kita harus melakukan apa yang benar menurut pandangan Allah. Oleh karena itu, kita harus belajar untuk mengetahui prinsip kebenaran Allah dan menegakkannya tanpa kenal kompromi, supaya kita dapat melakukan segala yang benar di mata Allah. [INT]










Tidak ada komentar:

Posting Komentar