H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 26 Februari 2026

Kisah Landak dan Musim Dingin

 *“Kisah Landak dan Musim Dingin—Tentang Luka, Kehangatan, dan Bertahan dalam Komunitas Iman"*


Pada musim dingin, sekawanan landak saling merapat untuk menghangatkan diri. Tetapi ada masalah: duri mereka bisa saling melukai. Jika terlalu dekat, mereka tertusuk. Jika terlalu jauh, mereka membeku. Maka mereka belajar menjaga jarak yang cukup—cukup dekat untuk menghangatkan, cukup bijak untuk tidak saling melukai terlalu dalam. Begitulah komunitas.


Berjalan bersama orang lain tidak pernah sepenuhnya nyaman. Dalam persekutuan ada perbedaan karakter, salah paham, bahkan kekecewaan. Kadang kita terluka oleh perkataan, sikap, atau keputusan seseorang. Godaan terbesar saat itu adalah menjauh. Menjadi soliter. Menutup hati. Berpikir bahwa sendiri lebih aman.


Tetapi iman tidak dirancang untuk dijalani sendirian.


_“Dua orang lebih baik dari pada seorang diri… karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya.”_ — Kitab Pengkhotbah 4:9-10


Kita butuh orang lain untuk menguatkan saat kita jatuh. Kita butuh suara yang menegur saat kita mulai menyimpang. Kita butuh doa dari saudara seiman ketika iman kita melemah.


Menjauh mungkin terasa aman, tetapi perlahan hati menjadi dingin. Tanpa komunitas, kita kehilangan kehangatan rohani. Kita menjadi mudah lelah, mudah kompromi, mudah menyerah.


Tentu, mendekat berarti berisiko. Kita bisa tersakiti. Namun justru dalam proses itu Tuhan membentuk kita: belajar mengampuni, belajar rendah hati, belajar mengasihi orang yang tidak selalu mudah dikasihi.


Amsal berkata, _“Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.”_ — Kitab Amsal 27:17


Gesekan memang ada. Tetapi tanpa gesekan, tidak ada penajaman.


Mungkin hari ini ada yang memilih menjauh karena pernah terluka di komunitas. Renungan ini bukan mengabaikan luka itu. Luka itu nyata. Namun Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup membeku sendirian. Ia memanggil kita untuk belajar mengasihi dalam ketidaksempurnaan.


Komunitas bukan tempat orang-orang sempurna. Komunitas adalah tempat orang-orang yang sama-sama diselamatkan oleh kasih karunia, berjalan bersama menuju Kristus. 


Seperti landak di musim dingin, kita belajar mendekat dengan bijaksana—tidak menyakiti dengan sengaja, dan mau mengampuni ketika terluka. Karena pada akhirnya, lebih baik sesekali tertusuk duri daripada mati kedinginan sendirian. _Soli Deo Gloria_ (BAP)











2 komentar:

  1. The Lord Will guide you
    The Lord Will guide you
    He Will take care of your need. Amen

    BalasHapus
  2. Saya dan kamu sama dengan domba dan kita perlu mempercayai Allah sebagai Gembala kita. Amen

    BalasHapus