Santapan Harian
Damai di Tengah Badai
Yohanes 16:16-33
Kita cukup akrab dengan perpisahan, namun dipisahkan oleh kematian dapat memberikan perasaan yang campur aduk. Saat saudara seiman kita yang setia dipanggil pulang ke surga, apakah kita bersedih, atau bersyukur atas kesaksian hidupnya?
Tuhan Yesus mempersiapkan murid-murid-Nya tentang masa sulit yang akan mereka alami: penganiayaan yang akan datang, dan karya Roh Kudus bagi umat Allah (lih. 1-15). Sekarang, waktunya sudah semakin dekat bahwa para murid tidak akan melihat Tuhan Yesus lagi (16-19). Tuhan Yesus menegaskan bagaimana perpisahan ini akan memberi sukacita yang kekal, yang tidak dapat digantikan oleh apa pun (20-22).
Perpisahan dengan Tuhan Yesus akan membuka jalan langsung kepada Bapa di surga sehingga para murid dapat datang kepada Bapa setiap saat dalam doa, yang dinaikkan dengan Nama Tuhan Yesus sebagai meterai penjaminnya (23-28). Inilah wujud sukacita kekal yang disediakan Allah melalui kurban Tuhan Yesus Kristus: bagaimana perpisahan dengan Tuhan Yesus secara ragawi justru menjadi jalan kepada Allah Bapa melalui persekutuan rohani yang tidak lagi dibatasi oleh ruang, waktu maupun kematian. Inilah yang menjadi kemenangan sejati iman dalam Kristus, dan jaminan damai kekal (29-33).
Ketika itulah para murid mulai menyadari bagaimana karya keselamatan yang dikerjakan Tuhan Yesus tidak akan membiarkan mereka sendirian. Penganiayaan dan penderitaan mungkin mencerai-beraikan mereka, tetapi Tuhan Yesus menjamin penyertaan dan damai sejahtera dari surga. Damai yang kita alami sebagai orang percaya adalah anugerah pemberian Tuhan Allah.
Ketika kita berduka karena ditinggal orang yang kita kasihi yang juga percaya kepada Allah, apa landasan kekuatan kita? Adakah kita melihat pemeliharaan melalui kasih Allah yang menuntun kita? Adakah damai sejahtera Allah yang menguasai pikiran dan realitas hidup memberi kita kekuatan di tengah pergumulan? Apa landasan sukacita kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus? [IBS]
![]() |
| Tuhan Berkati Generasi |
![]() |
| Si Motor Bengkel |



Ketika kita berduka karena ditinggal orang yang kita kasihi yang juga percaya kepada Allah, apa landasan kekuatan kita?
BalasHapusApa landasan sukacita kita sebagai orang yang beriman kepada Tuhan Yesus?
BalasHapus