Santapan Harian
Kasih, Penghiburan, dan Bimbingan
Yohanes 14:15-31
Setiap orang pernah merasa kehilangan atau kesepian, bahkan terasing dari Tuhan. Kita sering merasa jauh dari Tuhan dan mengalami kesendirian. Perasaan jauh dari Tuhan kerap datang saat kita mengalami pergumulan berat atau tidak berhenti menghadapi berbagai persoalan. Lalu, sebagai murid Tuhan, bagaimana sikap kita menghadapi pergumulan yang terasa tak berujung?
Murid-murid Yesus merasakan hal yang sama ketika Yesus memberi tahu mereka bahwa Ia akan segera pergi. Namun, Yesus menghibur mereka dengan janji yang penuh kasih: Ia tidak akan meninggalkan mereka sebagai yatim piatu (18).
Namun, di sini Yesus juga menegaskan bahwa kasih kepada-Nya harus diwujudkan dalam ketaatan terhadap perintah-perintah-Nya. Sebagai balasannya, Ia akan meminta Bapa untuk mengirim Roh Kudus yang akan mengajarkan dan mengingatkan segala sesuatu yang telah Dia ajarkan (26). Selain itu, Yesus memberikan damai sejahtera yang berbeda dari yang diberikan dunia (27). Kasih Yesus tidak hanya dinyatakan dalam kata-kata, tetapi juga melalui kehadiran Roh Kudus yang terus membimbing orang percaya. Kehadiran Roh Kudus menjadi bukti bahwa mereka tetap terhubung dengan Kristus meski secara fisik Ia tidak lagi bersama mereka.
Hari ini kita belajar bahwa kasih sejati kepada Yesus bukanlah sekadar perasaan, tetapi diwujudkan dalam ketaatan. Kasih ini juga menghasilkan penghiburan sejati karena Yesus tidak meninggalkan kita sendirian. Kehadiran Roh Kudus memperlihatkan bahwa kita tidak pernah benar-benar sendiri. Damai yang diberikan Yesus juga bukan sekadar perasaan tenang, tetapi sebuah kepastian bahwa kita akan diajar dan dibimbing oleh Roh Kudus.
Sebagai murid Yesus, ketika kita menghadapi pergumulan berat dan seakan tiada henti, kita tidak boleh menyerah dan bersikap pasif. Kita dipanggil untuk hidup dalam ketaatan kepada-Nya. Dalam ketaatan kita, Roh Kudus selalu menyertai, membimbing, dan menghibur kita sampai kesudahannya. [RGD]
![]() |
| Happy sunday |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar