Santapan Harian
Anugerah Allah kepada yang Diperkenan
Hakim-hakim 1
Penulis Kitab Hakim-hakim menekankan bahwa zaman hakim-hakim bukan masa yang baik karena tidak ada raja di Israel (lih.Hak 17:6; 18:1; 19:1; 21:25), sehingga cukup jelas penulis mau menekankan pentingnya kerajaan. Karena itu, diperkirakan kitab ini ditulis pada zaman Daud, untuk mendukung kerajaan Daud.
Ketika TUHAN ditanya orang Israel, siapa yang harus maju lebih dahulu untuk memerangi orang Kanaan setelah kematian Yosua, jawaban-Nya adalah suku Yehuda (1-2). Kemudian Yehuda maju bersama Simeon (3) dan mencapai kemenangan, termasuk dalam memerangi Yerusalem (yang ada di daerah suku Yehuda) dengan merebut dan membumihanguskannya (8). Kemenangan demi kemenangan dicatat, termasuk kemenangan Kaleb dan Otniel (12-13, 20).
Dari 18 ayat tentang Yehuda (3-20), hanya ada satu ayat yang bernuansa agak negatif, yaitu ketika mereka tidak dapat menghalau penduduk di lembah (19). Dalam catatan seterusnya tentang suku-suku yang lain, hampir semuanya negatif. Bani Benyamin tidak menghalau orang Yebus, penduduk Yerusalem, di bagian yang ada di daerah suku Benyamin (21). Suku Manasye, Efraim, Zebulon, Asyer, Naftali, serta Dan tidak menghalau penduduk bangsa Kanaan di daerah mereka masing-masing (27-36).
Kontras antara apa yang penulis katakan tentang suku Yehuda dengan suku Benyamin dan suku-suku lainnya jelas menekankan perkenanan Allah kepada suku yang dipilih-Nya, yaitu Yehuda. Ini karena Allah telah menetapkan bahwa raja akan berasal dari suku Yehuda (Kej 49:10), dan tentunya Daud berasal dari suku Yehuda. Catatan ini mendukung kerajaan Daud. Sedangkan Benyamin hanya dicatat dalam satu ayat dan bersifat negatif (21) karena Saul yang dari suku Benyamin telah ditolak oleh Allah.
Allah tidak memberikan anugerah yang sama kepada semua orang atau semua kelompok. Bahkan Allah tidak segan menunjukkan anugerah yang lebih berlimpah kepada orang atau kelompok yang diperkenan-Nya. Marilah kita menjadi orang yang diperkenan Allah karena penyertaan Allah kepada orang yang diperkenan-Nya sangat nyata. [INT]
Baca Gali Alkitab 2
Yohanes 20:1-10
Kisah kubur kosong menegaskan bahwa kebangkitan Kristus adalah karya Allah, bukan sekadar peristiwa manusiawi. Maria Magdalena, Petrus, dan murid yang dikasihi menunjukkan beragam respons, ada kebingungan, keberanian, dan iman yang bertumbuh. Kain peluh yang terlipat rapi menjadi tanda bahwa kuasa Allah bekerja dengan keteraturan, bukan dalam kekacauan.
Kemudian murid yang dikasihi melihat dan percaya, dan meski pemahaman Kitab Suci belum lengkap, tampak nyata bahwa iman mendahului pengetahuan. Terdapat pesan bahwa kebangkitan Kristus memicu pertumbuhan benih iman yang lalu berkembang menjadi kesaksian hidup, yang mengundang setiap orang untuk percaya dan bersaksi bahwa terang telah mengalahkan gelap.
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa yang terjadi pada pagi-pagi di hari pertama minggu itu? (1)
2. Apa yang dilakukan Maria Magdalena? (2)
3. Bagaimana reaksi kedua murid Yesus setelah mendapat kabar dari Maria Magdalena? (3-4)
4. Apa yang dilihat Petrus dan murid yang lain itu dan apa reaksi keduanya? (5-8)
5. Apa yang selama itu belum mereka mengerti dan apa yang mereka lakukan kemudian? (9-10)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Barangkali kebingungan dan iman para murid di kubur kosong mencerminkan iman kita saat ini. Apa pendapat Anda?
2. Bagaimana Anda akan mengaitkan peristiwa kebangkitan Yesus dan pernyataan "melihat dan percaya" dengan iman Anda?
Apa respons Anda?
1. Bagaimana Anda akan menghidupi iman Anda walau Anda belum sepenuhnya memahami misteri kebangkitan?
2. Dengan cara apa Anda akan menjadi saksi kebangkitan Kristus bagi orang-orang di sekitar Anda?
Pokok Doa:
Memohon Tuhan meneguhkan iman kita walau kita belum memahami semua yang kita lihat saat ini.
![]() |
| Ada Masanya |


Tidak ada komentar:
Posting Komentar