Santapan Harian
Pola dalam Cara Kerja Allah
Hakim-hakim 3:7-11
Allah sering berkarya melalui pola dan cara yang sama. Mempelajari cara dan pola Allah berkarya dalam sejarah keselamatan akan memberikan pengertian yang lebih tentang cara kerja Allah pada masa kita. Nas hari ini adalah kisah hakim pertama.
Orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dengan beribadah kepada Baal dan Asyera (7). TUHAN pun murka dan menyerahkan mereka ke dalam tangan musuh mereka, raja Aram-Mesopotamia, yang menindas mereka selama 8 tahun (8). Lalu orang Israel berseru kepada TUHAN dan TUHAN membangkitkan seorang penyelamat untuk membebaskan mereka, yaitu Otniel Bin Kenas adik Kaleb (9). Roh TUHAN turun atas Otniel dan ia menjadi hakim atas orang Israel. Ia maju berperang, dan TUHAN menyerahkan musuhnya ke dalam tangannya (10). Mereka hidup tenteram selama 40 tahun hingga Otniel mencapai akhir hayatnya (11).
Kisah-kisah di dalam Alkitab belum tentu dituliskan secara kronologis. Tema bisa menjadi penekanan yang lebih utama daripada kronologi. Kitab Hakim-hakim jelas tidak kronologis karena kisah dalam pasal 17-18 terjadi dalam masa cucu Musa (18:30) dan pasal 19-21 terjadi pada masa cucu Harun menjadi imam besar (20:28), yaitu awal dari masa hakim-hakim. Kisah para hakim yang dimulai dengan Otniel dan berakhir dengan Simson, juga mungkin tidak kronologis. Sepertinya kisah Otniel diletakkan di awal untuk menekankan pola dalam cara kerja Allah melalui para hakim.
Pola yang ada adalah umat menyembah berhala, TUHAN menyerahkan mereka ke tangan musuh, mereka berseru, TUHAN mengirimkan hakim untuk menyelamatkan. Setelah hakim itu mati, mereka kembali menyembah berhala (lih. 3:12), dan pola kembali terulang. Berulangnya siklus ini dalam masa para hakim menekankan betapa panjang sabarnya Allah dalam menghadapi umat-Nya.
Ini berarti Allah dalam zaman hakim bertindak bukan hanya secara adil, tetapi juga penuh anugerah dan kesabaran. Ini juga terlihat dalam pola Allah menangani umat-Nya masa kini. Terpujilan Allah selamanya! [INT]

Ini berarti Allah dalam zaman hakim bertindak bukan hanya secara adil, tetapi juga penuh anugerah dan kesabaran.
BalasHapusAmen
BalasHapus