Santapan Harian
Tuhan Melihat Hati
1 Samuel 16:1-13
Kita hidup di dunia yang gemar menilai tampilan luar-seberapa menarik penampilan orang, seberapa besar prestasinya, atau seberapa menonjol ia di mata publik. Namun, kisah pemilihan Daud mengungkapkan penilaian Allah yang sangat berbeda.
Saat manusia terpukau pada penampilan, Allah melihat hati.
Jelas sekali digambarkan bagaimana TUHAN memberi perintah kepada Samuel sehingga ini bukan agenda Samuel yang sedang berduka. Perintah TUHAN sangat jelas dan spesifik. Ia mengutus Samuel kepada Isai untuk mengurapi raja yang dipilih-Nya. Bahkan, Ia memberi tahu bagaimana Samuel dapat melakukannya. Lalu, Samuel melakukan seperti yang difirmankan TUHAN (1-4).
Samuel sempat terpesona ketika ia melihat Eliab, anak sulung Isai (6). Dalam pikirannya, inilah sosok yang tepat untuk menggantikan Saul-tinggi, kuat, dan berwibawa. Namun, TUHAN menegurnya: "Jangan pandang rupanya ... manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (7).
Inilah kunci dari seluruh perikop ini. Allah tidak mencari orang yang paling mencolok, tetapi hati yang paling tulus. Ketika hampir semua anak laki-laki Isai lewat, TUHAN menolak mereka satu per satu. Justru Daud, si bungsu yang sedang menggembalakan domba, dipanggil dan diurapi (11-13).
Daud tidak tampil dengan pesona raja, tetapi dengan hati seorang penyembah. Ia bukan pilihan populer, melainkan pilihan Allah. Tuhan menilai kesetiaan dan kerendahan hati, bukan kekuatan atau kewibawaan. Ia memilih hati yang taat, bukan reputasi gemerlap.
Kita pun ditegur untuk berhenti melihat diri kita dan orang lain dengan penilaian manusia. Dalam kehidupan pelayanan dan pekerjaan, di tengah keluarga dan teman-teman kita, mari kita menilai apa yang Allah nilai, yaitu ketulusan dan ketaatan.
Saat dunia sibuk memuji penampilan luar, biarlah kita berjuang agar hati kita tetap tulus dan taat di hadapan-Nya karena itulah yang Allah lihat dari setiap orang yang Ia panggil dan angkat, termasuk kita. [RGD]
![]() |
| Jelong jelong lihat kue TCC Hypermart TPI Kepri |



Saat dunia sibuk memuji penampilan luar, biarlah kita berjuang agar hati kita tetap tulus dan taat di hadapan-Nya
BalasHapusAmen
BalasHapus