*Center of the Believer's Life*
[Pusat Hidup Orang Percaya]
*Filipi 1:21,* _"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan"._
Beberapa kata kunci dari ayat ini: ada kata *ἐμοὶ (emoi) =* bagiku, menurutku secara pribadi. Paulus menyatakan sebuah keyakinan yang sangat pribadi dan mendalam. Kemudian ada kata *ζῆν (zēn) =* hidup, menunjuk pada seluruh keberadaan dan kehidupan yang sedang dijalani. Lalu ada kata *Χριστὸς (Christos) =* Kristus. Menariknya, Paulus tidak menulis "hidup adalah untuk Kristus," tetapi "hidup adalah Kristus." Hal ini menunjukkan bahwa Kristus adalah pusat, tujuan, sumber kekuatan, dan makna hidupnya. Juga ada kata *ἀποθανεῖν (apothanein) =* mati. Serta ada kata *κέρδος (kerdos) =* keuntungan, laba, sesuatu yang membawa manfaat atau nilai lebih. Dimana kata ini sering dipakai dalam dunia perdagangan untuk menggambarkan keuntungan yang diperoleh. Paulus menulis surat ini ketika ia berada dalam penjara dan menghadapi kemungkinan dihukum mati. Dalam situasi demikian ia menyatakan bahwa: _Selama ia hidup, seluruh hidupnya berpusat pada Kristus. Kristus bukan hanya bagian dari hidupnya, melainkan alasan ia hidup, melayani, dan bernapas._ Jika ia mati, itu bukan kerugian melainkan keuntungan. Mengapa? Oleh sebab kematian berarti ia akan berjumpa dengan Kristus secara langsung. Jadi, baik hidup maupun mati sama-sama membawa kemuliaan bagi Kristus.
Dengan demikian, Filipi 1:21 bukanlah ungkapan pesimisme terhadap hidup, tetapi pernyataan iman bahwa dalam segala keadaan, Kristus tetap menjadi pusat hidup orang percaya. Sebagai penerapannya: _pertama,_ dengan *Menjadikan Kristus sebagai pusat setiap keputusan hidup.* Bukan semata bertanya, _"Apa yang saya inginkan?"_ namun, _"Apa yang memuliakan Kristus?"_ Pekerjaan, keluarga, pelayanan, dan penggunaan waktu diarahkan untuk mengenal dan menaati Kristus. Aplikasi sederhananya: sebelum mengambil keputusan penting, berdoalah dan tanyakan apakah pilihan tersebut mencerminkan karakter dan kehendak Kristus. _Kedua,_ perlu *Hidup dengan tujuan yang kekal.* Jika hidup adalah Kristus, maka nilai hidup tidak diukur dari harta, jabatan, atau popularitas, melainkan dari kesetiaan kepada Tuhan dan dampak bagi sesama. Aplikasi sederhananya: gunakan talenta, waktu, dan kesempatan untuk melayani, membagikan kasih Kristus, serta membangun iman orang lain. Dan _ketiga,_ tetap *Hadapi masa depan, bahkan kematian, dengan pengharapan.* Paulus tidak mencari kematian, namun ia tidak takut menghadapinya sebab ia yakin akan bersama Kristus.
Keyakinan ini memberinya keberanian menghadapi penderitaan. Aplikasi sederhananya: pada saat menghadapi kesulitan, penyakit, atau ketidakpastian, tetaplah berpegang pada janji bahwa Kristus menyertai orang percaya sekarang serta menyediakan kehidupan kekal bersama-Nya. Jadi ayat ini mengajak setiap orang percaya untuk menjalani hidup yang berfokus pada Kristus, melayani dengan setia selama masih hidup, dan memiliki pengharapan yang teguh akan kehidupan kekal. Juga hidup ini akan berarti jika dapat menjadi perpanjangan tangan kasih Tuhan untuk menyalurkan segala yang baik, yang telah kita terima dari Tuhan. Oleh sebab itulah Tuhan mau menguduskan kita, supaya tidak menjadi orang percaya yang asal hidup, asal melayani dan asal bertindak. Tetapi hidup akan punya makna, hidup dapat memancarkan terang, membawa damai bahkan menghadirkan suasana sorga dimanapun kita berada. Kristus adalah pusat kehidupan orang percaya, sehingga hidup dipersembahkan bagi-Nya dan kematian bukan lagi sesuatu yang ditakuti, melainkan pintu menuju persekutuan yang sempurna dengan-Nya. Jim Elliot menyatakan, _"He is no fool who gives what he cannot keep to gain what he cannot lose"_ [Bukanlah orang bodoh dia yang menyerahkan apa yang tidak dapat dipertahankannya untuk memperoleh apa yang tidak akan pernah dapat hilang].
*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar