Santapan Harian
Pendamaian Allah dan Manusia Baru
2 Korintus 5:11-21
Paulus menulis dengan kesungguhan hati tentang panggilan pelayanan yang lahir dari takut akan Tuhan. Ia menekankan pentingnya hidup yang dibaharui, agar setiap orang percaya dapat memahami kasih Kristus yang menggerakkan mereka untuk menjadi saksi Allah.
Paulus sungguh-sungguh menyadari kondisi manusia yang berdosa. Pemulihan atas dosa tersebut tidak bisa didapat dari upaya manusia sendiri. Jalan satu-satunya adalah Allahlah yang berinisiatif mendamaikan manusia dengan diri-Nya dengan tidak memperhitungkan lagi pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh manusia (19). Dalam pendamaian tersebut terkandung makna bahwa Allah lebih dahulu berinisiatif mendamaikan dunia dengan diri-Nya. Karena itu, kita harus melihat tindakan Allah ini sebagai anugerah terbesar yang Allah berikan.
Jalan pendamaian itu terjadi melalui karya, pengurbanan, kematian, dan kebangkitan Yesus Sang Anak Allah. Melalui hidup Yesus, kepada kita ditunjukkan kasih, pengampunan, dan kebenaran Allah secara nyata. Dalam kematian-Nya, Yesus telah menggantikan kita menerima maut. Sang Anak Allah yang tidak berdosa itu dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (21).
Pendamaian oleh Allah melalui Kristus ini bukanlah sebuah konsep atau doktrin yang tidak ada kaitannya dengan hidup kita sehari-hari. Justru melalui kematian Kristus kita memperoleh kehidupan baru. Kehidupan yang tidak lagi berpusat pada diri sendiri, melainkan pada perwujudan karya kasih Allah yang mendatangkan damai sejahtera, dan membuka jalan kepada hidup kekal.
Kenyataan iman ini memberi kita arah dan visi yang baru dalam menjalani kehidupan. Hanya dengan percaya dan berserah penuh kepada Allah kita akan mengalami pembaruan dan pembenaran. Hidup yang berpusat pada anugerah keselamatan dari Kristus ini menjadi hal berharga yang dapat ditawarkan orang percaya kepada dunia. Kita ciptaan baru yang diundang menyatakan kebaruan kepada dunia. [WDN]

