Santapan Harian
Kebenaran dan Kasih
1 Korintus 8
Dalam perikop ini Rasul Paulus merespons perdebatan yang muncul di tengah-tengah jemaat Korintus. Persoalannya adalah munculnya pertanyaan apakah orang Kristen dapat memakan daging yang telah dipersembahkan kepada berhala (1, 4).
Rasul Paulus menjelaskan bahwa secara pengetahuan dan iman Kristen, tidak ada yang namanya berhala atau ilah lain di hadapan Allah (4-5). Dasarnya adalah karena orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah, yaitu Allah Tritunggal (6). Namun, Rasul Paulus menekankan bahwa persoalannya bukan sekadar boleh atau tidak boleh, tetapi apakah hal itu dapat menjadi batu sandungan bagi orang Kristen baru yang belum memiliki pengetahun yang solid dan hati nuraninya masih lemah (7).
Dari penjelasan Rasul Paulus, ada dua prinsip yang perlu kita perhatikan. Pertama, pengetahuan harus mencerminkan kasih kepada Allah dan sesama (1b-3). Ketika orang Kristen menerapkan pengetahuannya, persoalannya bukan sekadar apakah itu benar atau salah, tetapi apakah itu disertai kasih atau tidak. Kebenaran dan kasih tak bisa dipisahkan. Kita melakukan kebenaran dalam relasi dengan Tuhan dan sesama. Kebenaran menjaga iman kita, dan kasih memelihara persekutuan kita. Keduanya memelihara persekutuan kita dengan Tuhan dan sesama.
Kedua, kebebasan Kristen harus dilakukan secara bertanggung jawab (8-12). Kita bebas dari dosa dan selamat bukan karena perbuatan baik kita, melainkan karena anugerah Tuhan. Kebebasan kita melakukan kebenaran itu diikat oleh tanggung jawab bahwa hal itu harus menjadi berkat bagi sesama. Kebebasan kita tidak boleh menjadi batu sandungan bagi orang lain.
Oleh karena itu, marilah kita memeriksa diri. Apakah pengetahuan dan kebebasan kita selama ini telah menjadi berkat? Marilah kita berkomitmen di hadapan Tuhan untuk tidak hanya melakukan apa yang benar, tetapi juga yang mencerminkan kasih. Jangan sampai kebebasan kita tidak membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Allah. [ABL]
Baca Gali Alkitab 9
1 Korintus 8
Jika kita tidak hati-hati, makanan yang kita konsumsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menikmati momen perayaan, bisa menjadi sumber masalah yang melemahkan iman Kristen.
Ketika ada yang bersikeras makan daging persembahan tidak apa-apa, sementara masih ada yang berpikiran makan daging persembahan sama dengan menyembah berhala, apa yang sebaiknya kita lakukan? Mana yang benar? Boleh atau tidak?
Perhatikan nasihat Paulus kepada jemaat mula-mula dan bagi kita.
Apa saja yang Anda baca?
1. Apa persoalan yang terjadi? Seperti apa orang yang memiliki pengetahuan tanpa kasih? (1-3)
2. Apakah berhala itu ada, dan mengapa? (4-6)
3. Seperti apa orang yang tidak memiliki pengetahuan? (7)
4. Mengapa kita harus menjaga kebebasan kita? (8-10)
5. Apa akibatnya jika kita tidak bertanggung jawab dengan pengetahuan kita? (11-12)
6. Apa yang Paulus rela lakukan agar ia tidak menjadi batu sandungan bagi saudaranya? (13)
Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?
1. Apa yang seharusnya dihasilkan dari pengetahuan?
2. Manakah yang lebih penting: tindakan makan daging atau pengaruh dari tindakan kita terhadap saudara kita?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kebebasan dari dosa!
4. Apa yang seharusnya kita lakukan bagi sesama setelah kita berpengetahuan sedemikian rupa?
Apa respons Anda?
1. Apa yang dapat Anda lakukan untuk memperdalam baik pengetahuan maupun kasih Anda?
2. Apa saja yang harus Anda perhatikan secara hati-hati dalam gaya hidup Anda agar Anda menjadi berkat bagi sesama?
Pokok Doa:
Mohon pimpinan Tuhan agar setiap perilaku kita membawa berkat bagi sesama dan kemuliaan bagi Tuhan.
![]() |
| Wisata Senggarang |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar