Ketika banyak negara berlomba membangun gedung, jalan, dan industri, Prof. Emil Salim mengingatkan satu hal yang sering terlupakan: alam Indonesia berbeda. Kita hidup di wilayah khatulistiwa yang denyut kehidupannya berlangsung sepanjang tahun. Karena itu, pembangunan yang sekadar meniru negara-negara lain bisa berujung pada kesalahan yang mahal.
*Bagi Bapak Lingkungan Hidup Indonesia ini, alam bukan benda mati yang bisa dibongkar pasang sesuka hati. Alam adalah sistem kehidupan yang terus bekerja, menopang pangan, air, iklim, dan masa depan manusia. Jika pembangunan merusak fungsi-fungsi itu, sesungguhnya kita sedang merusak fondasi kehidupan kita sendiri.*
Dalam refleksinya pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Emil Salim juga menekankan pentingnya belajar dari alam, berkolaborasi lintas sektor, dan membangun cara pandang yang utuh. Pesannya sederhana, tetapi semakin relevan di tengah krisis iklim: pembangunan harus tumbuh bersama alam, bukan di atas kerusakannya.
Kita tidak sedang mewarisi bumi dari masa lalu, tetapi meminjamnya dari masa depan. Lalu, apakah arah pembangunan Indonesia hari ini sudah berpihak pada kehidupan? Temukan pandangan lengkap Prof. Emil Salim dalam artikel ini.
https://nationalgeographic.grid.id/read/134384200/bapak-lingkungan-hidup-indonesia-cemas-terhadap-pola-pembangunansaat-ini

Tidak ada komentar:
Posting Komentar