H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Sabtu, 20 Juni 2026

Renungan Berdoa Saat Direndahkan

 Santapan Harian

Berdoa Saat Direndahkan 

1 Samuel 1 


Dalam budaya kolektif, terutama pada zaman kuno, seorang istri yang tidak punya anak sering dipandang rendah. Ketika hal itu terjadi, apa yang sepatutnya sang istri lakukan?


Elkana punya dua orang istri, Hana dan Penina. Setiap tahun ia bersama kedua istri dan anak-anaknya pergi ke Silo untuk menyembah TUHAN. Ia mengasihi Hana, tetapi Hana tidak punya anak. Keadaan ini digunakan Penina untuk menyakiti hati Hana, sehingga Hana menangis. Elkana berusaha menghibur Hana, tetapi Hana masih sedih (1-8).


Di Rumah TUHAN, Hana berdoa sambil menangis supaya TUHAN memberinya anak laki-laki, yang akan ia persembahkan kepada-Nya. Pada saat itulah ia bertemu dengan Imam Eli. Begitu Eli tahu tentang keadaan Hana, ia meneguhkan hati Hana melalui doa berkat (9-18).


TUHAN mendengarkan doa Hana dan membuka kandungannya sehingga ia melahirkan anak laki-laki. Namanya Samuel, artinya "Aku telah meminta dari TUHAN". Sesuai janjinya, Hana menyerahkan anaknya kepada TUHAN di Silo (19-28).


Kisah ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa perkataan yang merendahkan seseorang karena keadaan dirinya dapat menjadi perkataan yang begitu menyakitkan. Bagi orang Israel, kemandulan merupakan aib sehingga tak jarang istri yang mandul direndahkan oleh masyarakat. Bagi kita, mungkin kemandulan bukan lagi aib. Namun, ketidakberdayaan bisa juga dalam bentuk lain, seperti kekurangan ekonomi keluarga, kelainan genetik, dan sebagainya. Karena berbagai keadaan yang kita hadapi, orang lain dapat merendahkan dan menyakiti hati kita.


Dalam keadaan seperti itu, apa yang harus kita lakukan? Ketika kita direndahkan oleh orang-orang di sekitar kita, apalagi oleh orang-orang terdekat kita, wajar bila kita menangis karena Hana pun menangis. Namun, bukan hanya itu yang Hana lakukan.


Belajarlah dari Hana yang datang dan berdoa kepada Tuhan. Berdoalah dengan hati yang terbuka dan tulus. Serahkanlah segala tangisan dan beban Anda kepada-Nya supaya Anda juga mendapat kelegaan (Mat 11:28). [DLT]



Baca Gali Alkitab 12


1 Korintus 16:19-24


Salam persaudaraan mengalir dari Asia, dari rumah Akwila dan Priskila, sebuah persekutuan kecil yang penuh kasih. Saudara-saudara seiman di sana menyampaikan salam persaudaraan kepada jemaat di Korintus. Ini memperlihatkan bahwa jemaat-jemaat tidak berdiri sendiri-sendiri, namun memiliki keterhubungan satu dengan yang lain.


Dengan Paulus menuliskan sendiri salam mereka itu dengan tangannya, terlihat kedekatannya secara pribadi dengan jemaat yang memberi salam maupun yang akan menerimanya.


Paulus juga memberikan peringatan keras terhadap siapa saja yang tidak mengasihi Tuhan, dan memberikan pengharapan akan kedatangan Tuhan (Maranata!), serta mengakhiri salamnya dengan kata-kata penutup penuh kasih.


Apa saja yang Anda baca?

1. Dari siapa sajakah salam yang disampaikan? (19)

2. Bagaimana seharusnya cara memberikan salam? (20)

3. Siapakah yang menulis salam itu dan bagaimana caranya? (21)

4. Apa seruan terakhir Paulus mengenai kasih kepada Tuhan Yesus Kristus? (22)

5. Apa doa berkat yang Paulus ucapkan bagi jemaat Korintus di penutup suratnya? (23-24)


Apa pesan yang Allah sampaikan kepada Anda?

1. Apa yang bisa Anda simpulkan tentang hubungan di antara jemaat-jemaat Tuhan pada masa itu?

2. Sebagai jemaat Tuhan pada masa kini, bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap satu sama lain?


Apa respons Anda?

1. Demi menjaga hubungan baik yang tulus dengan rekan-rekan di gereja Anda, apa yang akan Anda lakukan?

2. Bagaimana Anda akan melakukan sebuah tindakan yang memperlihatkan kasih Anda kepada Tuhan?


Pokok Doa:

Memohon pertolongan Tuhan untuk setiap langkah kita dalam membina hubungan baik dengan sesama anggota gereja.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar