H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Kamis, 06 Agustus 2026

Renungan Kerelaan Memberi

 Santapan Harian

Kerelaan Memberi 

2 Korintus 8:1-15 


Kasih kepada sesama merupakan kasih yang harus dinyatakan melalui perbuatan, antara lain dalam bentuk kepeduliaan dan kerelaan memberi. Tindakan ini adalah bentuk syukur atas kasih dan pengampunan yang sudah Tuhan berikan kepada kita.


Inilah yang Paulus ingin ajarkan kepada jemaat. Ia mengajak jemaat Korintus untuk terlibat dalam pelayanan kasih, yakni pengumpulan bantuan untuk jemaat di Yerusalem yang sedang mengalami kesulitan.


Demi menyemangati jemaat, Paulus menyebutkan jemaat di Makedonia sebagai contoh (1). Mereka jemaat yang sangat miskin, bahkan berada dalam penderitaan berat, tetapi mereka memberi dengan sukacita dan murah hati (2-5).


Paulus hendak mengajarkan kepada jemaat di Korintus bahwa kemurahan hati sama sekali tidak didasarkan pada kelimpahan materi, melainkan itu adalah buah dari kasih karunia Allah. Kerelaan mereka didasarkan pada Yesus Kristus yang kaya dan yang rela menjadi miskin dengan memberikan diri-Nya di atas kayu salib (8-9).


Paulus kemudian menyasar kekhawatiran yang sering muncul saat kita memberi, yaitu kekhawatiran akan kekurangan. Hal tersebut tidaklah tepat. Justru yang paling penting adalah memberi dan menyatakan solidaritas kepada mereka yang membutuhkan dan berkekurangan. Kepada kita yang sudah berniat untuk memberi, Paulus mengatakan agar kita segera melakukannya dan dengan apa yang ada pada kita (10-11).


Dari apa yang Paulus ajarkan, jelas Allah menghendaki keseimbangan; kelimpahan seseorang atau sekelompok orang menolong yang berkekurangan, supaya ada keadilan. Memberi dengan sukarela mencerminkan kasih Kristus, meneguhkan persaudaraan, dan menyalurkan berkat demi kesetaraan dalam jemaat.


Bukankah kita telah menerima begitu banyak pemberian dari Allah, berkat jasmani maupun rohani, terutama keselamatan dalam Kristus? Bukankah kita dipanggil untuk serupa dengan Kristus?


Marilah hari ini juga kita memberi supaya kita semua kaya dalam kasih-Nya. [WDN]