*In Accordance with His will*
[Selaras Dengan Kehendak-Nya]
*Yohanes 15:7, _"Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya"._
Ada beberapa kat penting dari ayat ini: ada kata *"Tinggal" (μένω / *menō*)* → kata ini tidak sekadar berarti "berada" atau "singgah". Pesanya adalah: tetap melekat, lalu bertahan dalam hubungan yang terus-menerus, dan berdiam secara permanen, serta hidup dalam persekutuan yang erat. Jadi _"tinggal di dalam Aku"_ berarti hidup dalam hubungan yang terus-menerus dengan Kristus, bukan hanya sesekali mendekat kepada-Nya. Lalu frasa _"Firman-Ku tinggal di dalam kamu"_, untuk kata *ῥήματα/rhemata* → berarti perkataan-perkataan yang diucapkan, ajaran, atau pesan yang diberikan. Artinya bukan hanya mengetahui firman Tuhan, tetapi: menyimpannya dalam hati, lalu memercayainya, serta menaatinya, dan membiarkannya membentuk cara berpikir dan keputusan hidup. Kemudian frasa _"Apa saja yang kamu kehendaki,"_ kata Yunani *thélēte* berarti "yang kamu inginkan" atau "yang kamu kehendaki" → namun konteksnya sangat penting. Yesus tidak sedang memberikan cek kosong untuk meminta apa pun secara egois. Kehendak seseorang yang sungguh tinggal di dalam Kristus akan semakin selaras dengan kehendak Kristus. Karena itu doa-doanya juga semakin sesuai dengan hati Tuhan. Jadi dari Yohanes 15, Yesus mengajarkan bahwa kuasa doa yang efektif lahir dari hubungan yang intim dengan-Nya.
Sebagai makna ayat ini dapat diringkas: jika seseorang hidup dekat dengan Kristus, menaati dan membiarkan firman-Nya menguasai hidupnya, maka keinginan dan doanya akan semakin sejalan dengan kehendak Allah. Sebab itu ia dapat berdoa dengan keyakinan bahwa Allah akan menjawab sesuai rencana-Nya. Tetapi fokus utama ayat ini bukan pada _"mendapatkan apa yang diminta,"_ melainkan pada _"tinggal di dalam Kristus"._ Untuk penerapannya, _pertama,_ dengan *Menjadikan hubungan dengan Kristus lebih penting dari pada sekadar jawaban doa. Dimana acapkali orang datang kepada Tuhan hanya saat membutuhkan sesuatu. Yohanes 15:7 mengajak kita membangun hubungan yang tetap dan mendalam dengan Kristus setiap hari melalui doa, penyembahan, dan ketaatan. Sebagai refleksinya: _Apakah kita mencari Tuhan karena mengasihi-Nya, atau hanya karena membutuhkan pertolongan-Nya?_ _Kedua,_ harus *Mengisi pikiran dengan firman Tuhan sebelum mengajukan permohonan.* Pra berdoa, biarkan firman Tuhan membentuk cara berpikir kita. Saat firman tinggal di dalam kita, kita mulai menginginkan hal-hal yang menyenangkan hati Tuhan. Misalnya: mendoakan pertumbuhan karakter, bukan hanya keberhasilan. Dengan mendoakan keselamatan orang lain, bukan hanya kebutuhan pribadi. Serta mencari kehendak Tuhan dalam keputusan hidup.
LDan _ketiga,_ penting *Berdoa dengan iman dan keselarasan terhadap kehendak Allah.* Ayat ini mendorong keberanian dalam berdoa. Pada saat kita hidup dekat dengan Kristus dan berjalan dalam firman-Nya, kita dapat datang kepada Tuhan dengan keyakinan yang lebih besar. Aplikasinya yaitu: berdoa dengan spesifik, lalu berdoa berdasarkan janji firman Tuhan, serta percaya bahwa Tuhan akan menjawab dengan cara dan waktu yang terbaik. Intinya, doa yang berkuasa bukan berasal dari teknik berdoa, melainkan dari kehidupan yang *tetap tinggal dalam Kristus* dan *membiarkan firman-Nya tinggal dalam hati.* Ketika hubungan dengan Kristus semakin dalam, keinginan kita semakin selaras dengan kehendak-Nya, sehingga doa-doa kita menjadi doa yang Tuhan berkenan jawab. Pada sisi lainnya, kadangkala hidup seseoramg sudah terlalu jauh dari Tuhan. Bisa jadi saat ada di gereja namun hati jauh dari Tuhan, atau kita membaca Alkitab, namun melanggar apa yang Alkitab nyatakan. Untuk itu, mari kita kembali hidup dekat dan intim dengan Tuhan, serta miliki waktu untuk selalu bersekutu dengan Tuhan. Oleh sebab lewat cara ini kita akan dapat mengalami damai sejahtera dan sukacita, sehingga wajah kita akan selalu berekspresi positif dan bersukacita adanya. Brother Lawrence memaknai akan gambaran indah tentang "tinggal di dalam Kristus" setiap hari. Lawrence menyatakan _"There is not in the world a kind of life more sweet and delightful than that of a continual conversation with God"_ [Tidak ada kehidupan di dunia ini yang lebih manis dan menyenangkan daripada percakapan yang terus-menerus dengan Allah].
*SEMANGAT PAGI & TETAP SEMANGAT*

*Berdoa dengan iman dan keselarasan terhadap kehendak Allah.* Ayat ini mendorong keberanian dalam berdoa.
BalasHapusPesanya adalah: tetap melekat, lalu bertahan dalam hubungan yang terus-menerus, dan berdiam secara permanen, serta hidup dalam persekutuan yang erat.
BalasHapus