Santapan Harian
Berbangga atas Kelemahan
2 Korintus 11:7-33
Perasaan frustrasi Paulus terhadap para rasul palsu memuncak menjadi kecaman yang sangat keras, bahkan juga sesumbar ironis. Di sini Paulus-seperti orang gila (23) dan dalam kebodohan (21)-membanggakan banyak prestasinya (22-27), seolah-olah bersaing dengan kelakuan para rasul palsu musuhnya.
Yang terlihat gemilang dan penuh keberhasilan mungkin justru adalah pengajar dan rasul palsu. Mereka fasih berbicara, hidup dengan nyaman, bahkan mendapat penghormatan dari jemaat Korintus. Sebaliknya, Paulus dianggap lemah, miskin, dan kurang berpengaruh.
Paulus menegaskan bahwa ia tidak menerima upah dari jemaat Korintus (7), bukan karena ia tidak layak, tetapi karena ia tidak ingin Injil dipandang sebagai sarana mencari keuntungan. Ia rela bekerja keras dan menanggung kekurangan agar pelayanannya tetap murni di hadapan Allah. Ironinya, sikap rendah hati dan pengorbanannya justru membuat sebagian orang meremehkannya.
Tetapi di sinilah letak kritik Paulus terhadap para rasul palsu. Paulus justru membanggakan kelemahannya. Namun, semua itu bukanlah tanda kegagalan, melainkan bukti kasih dan kesetiaannya kepada Tuhan. Dunia mungkin menganggap penderitaan sebagai kelemahan, tetapi bagi Paulus, di sanalah kuasa Kristus nyata.
Pada zaman sekarang, mungkin mengenali ketulusan pelayan Tuhan dari popularitas publik tetap sama sulitnya seperti pada zaman Paulus.
Mengakui kegagalan dan kelemahan secara autentik bukanlah tanda kelemahan. Di tengah tendensi mengumbar prestasi demi membesarkan diri, mengakui kegagalan justru adalah tanda kekuatan dan keberanian. Bahkan di dalam frustrasi dan kemarahan Paulus terhadap rasul palsu, tersimpan kerendahan hati dan kesetiaan melayani.
Paulus mungkin kalah cemerlang dibanding para pengajar dan rasul palsu. Namun, Paulus memilih untuk berbangga atas kelemahannya. Berbanggalah dalam kelemahan agar kita membesarkan bukan kekuatan diri sendiri, melainkan kekuatan Tuhan! [IHM]

Berbanggalah dalam kelemahan agar kita membesarkan bukan kekuatan diri sendiri, melainkan kekuatan Tuhan!
BalasHapusAmen
BalasHapus