H.O.R.A.S

Selamat Datang buat anda yang mengunjungi blog ini, Segala informasi dalam blog ini merupakan bantuan dari buku-buku, majalah, dan lain-lain
Semoga blog ini bermanfaat bagi anda ^^.


Selasa, 16 Juni 2026

Renungan Keputusan Untuk Meninggalkan

 Santapan Harian

Keputusan untuk Meninggalkan 

Rut 1 


Perikop ini memuat kisah tentang beberapa perempuan dan keputusan mereka. Naomi meninggalkan tanah Yehuda bersama suami dan dua anaknya demi bertahan hidup di negeri Moab. Ketika situasi memburuk, ia memutuskan untuk kembali ke Betlehem.


Awalnya, Naomi bersama kedua menantunya pulang dari daerah Moab (6-7). Namun, di tengah perjalanan, ia meragu dan mendesak mereka pulang ke rumah orang tua masing-masing (8-13). Orpa menyambut desakan itu dan meninggalkan Naomi dengan ciuman. Namun, Rut terus mendampingi Naomi ke Betlehem (14).


Apa yang membuat Rut mengambil keputusan radikal itu? Selain karena kasihnya kepada mertuanya, perkataan Rut mengindikasikan alasan lain yang bersifat religius. Ia meninggalkan bangsa dan allahnya untuk menerima bangsa Naomi sebagai bangsanya dan mengenal TUHAN, Allah Israel, sebagai Allahnya. Ia bahkan bersumpah demi nama TUHAN (16-17).


Karena itu, Isidor dari Seville melihat Rut sebagai bayang-bayang Gereja. Seperti Rut, orang-orang percaya telah meninggalkan kehidupan lama mereka untuk mengenal Tuhan. Meski dalam memasuki kehidupan baru kita awalnya menderita, kita telah bersatu dengan umat-Nya dan beroleh jalan masuk ke negeri yang baka. Maka, Paulus menulis, "Bersukacitalah, hai bangsa-bangsa, dengan umat-Nya" (Rm 15:10).


Kisah awal Rut ini mengajar kita tentang kesetiaan dan iman kepada Allah. Naomi telah kehilangan segalanya, namun Rut memilih setia kepadanya, meninggalkan asalnya, dan mengikuti Allah Israel. Ini membuka jalan bagi harapan serta pemulihan keluarga.


Apakah Anda memiliki keputusan yang sama dengan Rut? Jika ya, biarlah keputusan itu membawa Anda lebih dekat kepada Tuhan dan persaudaraan dengan umat-Nya. Kita bersyukur karena kita berhasil meninggalkan kehidupan lama kita. Keputusan itu tentu tidak mudah untuk diambil, tetapi Tuhan selalu memelihara dan menguatkan kita. Ikutilah Tuhan sampai ke kehidupan baru yang penuh damai sejahtera. [PHM]













Tidak ada komentar:

Posting Komentar